Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam

Kompas.com, 9 Agustus 2026, 12:21 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com - Ucapan "assalamualaikum" menjadi salam pembuka yang paling akrab digunakan umat Islam, baik saat bertemu langsung maupun saat mengawali pesan singkat.

Namun, di balik kesederhanaannya, salam ini menyimpan makna doa yang mendalam serta memiliki aturan dan adab tersendiri dalam ajaran Islam.

Tulisan Assalamualaikum Arab, Latin, dan Artinya

Berikut penulisan lengkap salam ini dalam bentuk Arab dan latin beserta artinya:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artinya: "Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya senantiasa tercurah kepada kalian."

Bentuk yang lebih ringkas juga umum digunakan, yaitu:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ

Assalamu'alaikum

Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian."

Baca juga: Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya

Cara Menulis Assalamualaikum yang Benar

Penulisan latin dari salam ini kerap ditulis dengan berbagai variasi, seperti "assalamualaikum", "assalamu'alaikum", atau "as-salamu 'alaikum".

Penulisan yang mendekati kaidah transliterasi Arab-Latin adalah "assalamu'alaikum", dengan tanda apostrof (') yang menandai huruf 'ain, karena huruf ini memiliki bunyi khas yang tidak memiliki padanan persis dalam huruf Latin biasa.

Penulisan "wa" pada "warahmatullahi" dan "wabarakatuh" digabung langsung tanpa spasi karena huruf wawu dalam kaidah bahasa Arab berfungsi sebagai kata sambung yang menyatu dengan kata setelahnya.

Oleh sebab itu, penulisan yang lebih tepat adalah "warahmatullahi wabarakatuh", bukan dipisah menjadi "wa rahmatullahi wa barakatuh" meski keduanya sama-sama masih bisa dipahami maksudnya.

Baca juga: Doa Itidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah

Jawaban Assalamualaikum yang Benar

Menjawab salam disunnahkan dengan ucapan yang setara atau lebih lengkap daripada salam yang diterima. Berikut susunan jawabannya:

• Jika menerima salam "Assalamu'alaikum", dijawab dengan "Wa'alaikumussalam" yang artinya "Dan semoga keselamatan juga tercurah kepadamu."

• Jika menerima salam "Assalamu'alaikum warahmatullah", dijawab dengan "Wa'alaikumussalam warahmatullah".

• Jika menerima salam lengkap "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh", dijawab dengan "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".

Menjawab dengan ucapan yang sama persis sudah mencukupi, namun dianjurkan menjawab dengan tambahan yang lebih baik atau lebih lengkap sebagai bentuk penghormatan, sebagaimana anjuran dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 86 yang memerintahkan membalas penghormatan dengan yang lebih baik atau minimal yang setara.

Arti Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh per Kata

Agar lebih memahami kandungan doa dalam kalimat ini, berikut penjabarannya per kata:

• As-salamu: keselamatan, kedamaian

• 'Alaikum: atas kalian

• Wa: dan

• Rahmatullahi: rahmat Allah

• Wa: dan

• Barakatuh: keberkahan-Nya

Jika digabungkan, kalimat ini merupakan doa yang berisi tiga permohonan sekaligus untuk orang yang disapa, yaitu keselamatan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Karena mengandung tiga unsur doa tersebut, salam yang diucapkan secara lengkap dianggap lebih utama dibandingkan bentuk yang ringkas.

Hukum Mengucapkan dan Menjawab Salam

Menurut mayoritas ulama, hukum memulai ucapan salam adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Namun, jika salam ditujukan kepada satu orang, hukum menjawabnya menjadi fardhu ain atau wajib bagi orang tersebut secara pribadi.

Sementara itu, jika salam ditujukan kepada sekelompok orang, hukum menjawabnya adalah fardhu kifayah, artinya sudah cukup jika salah satu dari mereka menjawabnya, meski akan lebih utama jika semuanya turut menjawab.

Ketentuan ini turut disebutkan dalam penjelasan ulama, di antaranya bahwa apabila salam ditujukan kepada satu orang, ia wajib menjawabnya, namun jika ditujukan kepada sekelompok orang, menjawab salam menjadi fardhu kifayah bagi mereka.

Sebaliknya, jika tidak ada satu pun yang menjawab salam tersebut, maka seluruh orang yang menerima salam dianggap berdosa karena meninggalkan kewajiban tersebut.

Adab Mengucapkan Salam

Islam mengatur sejumlah adab dalam mengucapkan salam agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, di antaranya:

• Orang yang lebih muda dianjurkan memberi salam terlebih dahulu kepada yang lebih tua.

• Orang yang berjalan dianjurkan memberi salam kepada orang yang sedang duduk.

• Rombongan yang jumlahnya sedikit dianjurkan memberi salam kepada rombongan yang lebih banyak.

• Cukup satu orang dari suatu rombongan yang mengucapkan salam untuk mewakili seluruh anggotanya, meski akan lebih utama jika semuanya mengucapkan salam bersama-sama.

• Mengucapkan salam disertai kesungguhan hati sebagai doa, bukan sekadar ucapan formalitas.

Singkatan Assalamualaikum di Chat

Dalam percakapan digital, salam ini sering disingkat menjadi "Ass", "Aslkm", atau "Askum" agar lebih praktis diketik.

Namun, sejumlah ulama mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dengan singkatan tersebut, khususnya singkatan "Ass" yang dapat menimbulkan kerancuan makna karena mirip dengan kata dalam bahasa lain yang berkonotasi tidak pantas.

Sebagai alternatif yang lebih dianjurkan, salam dapat disingkat dengan cara yang tidak mengubah bunyi aslinya, misalnya "Assalamu'alaikum" tetap ditulis utuh, atau menggunakan singkatan yang lebih aman seperti "Assalamualaikum" tanpa dipenggal secara sembarangan.

Menjaga keutuhan lafaz salam mencerminkan penghormatan terhadap makna doa yang dikandungnya.

Salam kepada Non-Muslim

Terkait salam kepada non-Muslim, terdapat penjelasan ulama yang membahasnya secara khusus.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa memulai ucapan salam Islam kepada non-Muslim sebaiknya dihindari.

Namun, apabila non-Muslim yang mengucapkan salam terlebih dahulu, seorang Muslim dianjurkan menjawabnya dengan ucapan ringkas "wa'alaikum" saja, tanpa tambahan "warahmatullah".

Ketentuan ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda agar menjawab salam ahli kitab cukup dengan ucapan "wa'alaikum".

Sebagian ulama lain, seperti Imam Al-Mawardi, berpendapat bahwa menjawab dengan "wa'alaikumussalam" juga diperbolehkan asalkan tidak ditambah dengan "warahmatullah", karena doa rahmat dikhususkan bagi sesama Muslim.

Keutamaan Menebarkan Salam

Menebarkan salam memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.

Di antaranya, salam menjadi salah satu amalan yang dapat mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa saling mencintai antar sesama Muslim.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa seseorang tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan tidak akan sempurna keimanannya sebelum saling mencintai, salah satu caranya adalah dengan menyebarluaskan salam.

Selain itu, mengucapkan salam juga termasuk hak sesama Muslim yang harus ditunaikan, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis tentang hak-hak Muslim terhadap Muslim lainnya.

Salam yang diucapkan dengan tulus turut menjadi sarana mendoakan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagi orang yang disapa, sehingga menjadikannya bukan sekadar sapaan biasa, melainkan ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Doa dan Niat
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar