Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser

Kompas.com, 9 Agustus 2026, 09:42 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com – Pola makan vegetarian dan berbasis tumbuhan (plant-forward) mulai semakin dikenal di Arab Saudi. Jika beberapa tahun lalu memilih tidak mengonsumsi produk hewani dianggap tidak biasa, kini pilihan tersebut perlahan mendapat ruang yang lebih luas di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Ahli gizi King Faisal Specialist Hospital, Nada Al-Dagher, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari pergeseran cara masyarakat Arab Saudi memandang makanan dan kesehatan.

“Selama satu dekade terakhir, Arab Saudi mengalami perubahan signifikan menuju kebiasaan makan yang lebih sehat,” ujar Al-Dagher dikutip dari Arab News.

Menurutnya, perubahan tersebut didorong meningkatnya kesadaran terhadap penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup, berbagai inisiatif kesehatan dalam kerangka Vision 2030, serta semakin mudahnya masyarakat mendapatkan informasi mengenai nutrisi.

Baca juga: Generasi “Side Hustle” Saudi: Kerja Kantoran Tak Lagi Cukup, Anak Muda Kejar Passion dan Cuan Sekaligus

Tak Selalu Menjadi Vegetarian

Al-Dagher mengatakan, meningkatnya konsumsi makanan berbasis tumbuhan tidak serta-merta berarti semakin banyak masyarakat Arab Saudi yang menjadi vegetarian.

Sebagian masyarakat hanya mulai memperbanyak konsumsi makanan nabati sekaligus mengurangi produk hewani.

“Banyak orang sekadar meningkatkan asupan makanan nabati sambil mengurangi produk hewani,” katanya.

Menurut Al-Dagher, perubahan tersebut merupakan tren positif yang sejalan dengan bukti-bukti nutrisi saat ini.

Masyarakat juga semakin memperhatikan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.

Vegetarian Tidak Otomatis Lebih Sehat

Meski demikian, Al-Dagher mengingatkan bahwa pola makan vegetarian tidak otomatis sehat.

Menurutnya, pola makan yang didominasi karbohidrat olahan, minuman manis, dan makanan ultra-proses tetap dapat membuat seseorang kekurangan kualitas nutrisi meskipun tidak mengonsumsi daging.

Ia menjelaskan, kebutuhan protein tetap dapat dipenuhi melalui berbagai sumber makanan seperti kacang-kacangan, kedelai, lentil, susu dan produk olahannya, telur bagi lacto-ovo vegetarian, kacang-kacangan, biji-bijian, serta gandum utuh.

Dengan demikian, kunci pola makan vegetarian bukan sekadar menghindari daging, melainkan memastikan kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi melalui makanan yang beragam dan seimbang.

Dulu Sulit Menemukan Menu Vegetarian

Perubahan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjalani pola makan vegetarian dan vegan.

Dina Al-Ahmari, 22 tahun, mulai menjadi vegetarian pada 2019 karena ingin mengetahui apakah pola makan tersebut dapat meningkatkan kesehatan dan gaya hidupnya.

Namun, ia akhirnya kembali mengonsumsi daging karena kesulitan mempertahankan pola makan vegetarian yang sehat dan seimbang dengan pilihan makanan yang tersedia saat itu.

Pengalaman serupa juga dirasakan Ohoud Alomrani, 27 tahun. Ia menjadi vegan pada 2017 ketika masih kuliah karena ingin menurunkan berat badan dan menjalani pola hidup lebih sehat.

Setelah beberapa tahun menjadi vegan, Alomrani beralih menjadi vegetarian pada 2025.

“Seiring waktu, ini menjadi lebih dari sekadar diet. Ini berubah menjadi gaya hidup yang terasa alami dan nyaman bagi saya,” tuturnya.

Menurut Alomrani, pilihan untuk tidak mengonsumsi daging dan produk susu ketika itu masih dianggap tidak biasa di Arab Saudi karena budaya kuliner masyarakat sangat erat dengan makanan berbahan daging dan produk hewani.

Restoran Mulai Sediakan Menu Vegan

Alomrani mengatakan, salah satu perubahan paling terasa dalam beberapa tahun terakhir adalah semakin mudahnya menemukan pilihan makanan vegetarian dan vegan.

Jika lima atau 10 tahun lalu restoran yang menyediakan menu vegan masih jarang, kini sejumlah restoran mulai memasukkan pilihan tersebut ke dalam menu mereka.

“Perbedaan terbesar adalah aksesibilitas,” katanya.

Menurutnya, supermarket juga kini menyediakan lebih banyak pilihan makanan yang dapat dikonsumsi vegetarian dan vegan dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, masyarakat masih kerap menunjukkan rasa ingin tahu ketika mengetahui seseorang memilih menjadi vegetarian.

“Banyak orang masih terkejut ketika mengetahui saya vegetarian. Mereka sering bertanya, ‘Kenapa?’ atau ‘Apakah karena alergi?’” ujarnya.

Menurut Alomrani, hal itu menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat telah berkembang, meskipun rasa penasaran terhadap pola makan tersebut masih cukup tinggi.

Baca juga: Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup

Tantangan Saat Acara Keluarga

Di tengah meningkatnya pilihan makanan vegetarian, kehidupan sosial masih menjadi salah satu tantangan bagi vegetarian di Arab Saudi.

Alomrani mengatakan acara keluarga, pernikahan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya umumnya masih menyajikan menu yang berpusat pada daging atau makanan laut.

“Menu prasmanan biasanya berpusat pada daging atau makanan laut, sehingga pilihan saya sering sangat terbatas,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, ia biasanya hanya mengonsumsi salad, makanan pembuka, atau beberapa menu vegetarian yang tersedia.

Perubahan pola makan ini menunjukkan bahwa vegetarianisme di Arab Saudi masih menjadi pilihan yang relatif khusus, tetapi semakin mudah dijalani seiring meningkatnya kesadaran kesehatan dan berkembangnya pilihan makanan berbasis tumbuhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Aktual
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar