Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Parenting Islami: Rahasia Mendidik Anak Agar Tidak Lemah Menurut Al Quran

Kompas.com, 6 Desember 2025, 17:45 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Parenting atau mendidik anak membutuhkan ilmu yang mendalam agar bisa menumbuhkan generasi yang berkualitas. Islam sebagai agama yang lengkap mempunyai atensi besar dalam mendidik anak, termasuk dalam menghadirkan generasi agar tidak lemah.

Anak atau generasi yang lemah tentunya akan menghambat perkembangan suatu bangsa. Oleh karena itu, perlu dihadirkan generasi berkualitas dan tangguh. Untuk menghadirkan generasi tersebut, Islam mempunyai rahasianya.

Baca juga: Kerugian Orang yang Tidak Mau Menikah dan Punya Anak Menurut Islam

Karakteristik Generasi Lemah

Karakteristik generasi lemah ada 5,yaitu:

1. Lemah iman, yaitu lemah dari segi spiritual dan ketaatan kepada Allah SWT;

2. Lemah akal, yaitu lemah dari segi berpikir dan mendayagunakan otak untuk mencapai kemajuan diri;

3. Lemah emosional, yaitu tidak mampu mengontrol emosi dan memotivasi diri untuk menjadi probadi yang lebih baik;

4. Lemah ekonomi, yaitu tidak mampu menunjukkan kinerja terbaik untuk memperoleh kesejahteraan hidup dan mencapai puncak karir;

5. Lemah fisik, yaitu ketidakmampuan fisik untuk mengoptimalkan kebugaran diri karena perilaku hidup yang tidak sehat.

Baca juga: Cara Rasulullah SAW Mengekspresikan Kasih Sayang Terhadap Anak

Rahasia Mendidik Anak agar Tidak Lemah Menurut Al Quran

Allah SWT sudah berfirman dalam Al Quran surat An Nisa' ayat 9 mengenai generasi lemah dan cara mengatasinya.

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Pada ayat di atas, Allah menyeru agar manusia takut kepada Allah SWT jika meninggalkan generasi lemah yang mengkhawatirkan. Sebab generasi seperti ini akan menjadi beban bagi diri, orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara.

Solusi untuk mengatasi hal tersebut menurut ayat di atas ada dua, yaitu:

1. Bertakwa kepada Allah SWT

2. Berkata yang baik.

Baca juga: 3 Kedudukan Anak Menurut Al Quran

Penjelasan Mengenai Dua Solusi Menurut surat An Nisa' Ayat 9

Metode parenting Islami menurut surat An Nisa' ayat 9 ada dua agar anak tidak menjadi lemah.

1. Bertakwa kepada Allah SWT

Bertakwa kepada Allah SWT adalah solusi dari semua permasalahan manusia. Sebab dengan bertakwa, Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi, termasuk masalah parenting atau mendidik anak.

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ 

Artinya: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Q.S. Ath Thalaq: ayat 2-3).

Ketika orang tua benar-benar bertakwa, maka insya Allah akan diberikan solusi untuk permasalahan parenting yang dihadapi. Ketakwaan orang tua juga akan menjadi teladan bagi anak-anaknya sehingga mereka juga akan menjadi orang yang bertakwa.

Baca juga: Nasehat Parenting Imam Ghazali dan Ibnul Qayyim Al Jauziyah

2. Berkata yang Baik

Perkataan mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat. Kata-kata bisa menguatkan seorang anak, tetapi juga bisa menguatkan. Hal ini tergantung dari kata apa yang keluar dari orang tuanya.

Anak-anak yang sering dimarahi, dicaci-maki, direndahkan, dan dicap sebagai anak nakal atau tidak berguna, maka ia akan membentuk citra diri yang buruk sehingga ia kemungkinan tumbuh menjadi anak yang lemah, khususnya secara emosional.

Sementara jika orang tua mengatakan perkataan yang baik dan posifit, itu akan menjadi kekuatan bagi anak untuk tumbuh menjadi anak yang percaya diri, tidak temperamental, dan mampu mengontrol diri.

Dalam Al Quran Allah SWT menjelaskan bahwa perkataan yang baik dapat berdampak pada perbaikan diri bagi seseorang.

Baca juga: Metode Parenting Luqman Al Hakim yang Diabadikan Al Quran

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Q.S. Al Ahzab: 70-71).

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka metode parenting islami untuk mendidik anak agar tidak menjadi generasi yang lemah adalah dengan bertakwa kepada Allah SWT dan mengatakan perkataan yang baik.

Dua solusi tersebut akan menghadirkan pertolongan Allah SWT untuk memperbaiki diri dan keluarga sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kuat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Kenapa Kenikmatan Dunia Bisa Menyesatkan? Mengenal Istidraj
Kenapa Kenikmatan Dunia Bisa Menyesatkan? Mengenal Istidraj
Doa dan Niat
Pelunasan Bipih Haji 2026 Melampaui Target, DPR Soroti Layanan Arafah hingga Mina
Pelunasan Bipih Haji 2026 Melampaui Target, DPR Soroti Layanan Arafah hingga Mina
Aktual
 Berbagai Hukum Nikah dalam Islam, Dari Wajib Hingga Haram Beserta Penjelasannya
Berbagai Hukum Nikah dalam Islam, Dari Wajib Hingga Haram Beserta Penjelasannya
Doa dan Niat
Sakit Hati, Cemas, Stres? Coba Self Healing dengan Tahajud
Sakit Hati, Cemas, Stres? Coba Self Healing dengan Tahajud
Doa dan Niat
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Doa dan Niat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Doa dan Niat
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
Doa dan Niat
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Doa dan Niat
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Aktual
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Doa dan Niat
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com