Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pimpinan Badan Otonom NU Tegaskan Komitmen untuk Keutuhan Jam'iyyah

Kompas.com, 5 Desember 2025, 22:03 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Dalam menghadapi dinamika internal yang terjadi di lingkungan jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU) belakangan ini, para pimpinan badan otonom NU di tingkat pusat memberikan pandangan penting yang bertujuan untuk menjaga persatuan dan memperkokoh keutuhan rumah besar NU.

Badan Otonom NU yang membuat pernyataan adalah Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslim Indonesia (DPP SARBUMUSI), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), dan Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN)

Pernyataan ini mencakup komitmen bersama untuk menjalankan prinsip-prinsip dasar organisasi serta langkah-langkah yang diambil guna menyelesaikan masalah dengan cara yang bijaksana.

Baca juga: Kader Muda NU Desak Hentikan Kesewenang-wenangan di PBNU, Tegaskan Ketaatan pada Kiai Sepuh

Komitmen Menjaga Persatuan Jam'iyyah

Dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Jumat (5/12/2025), pimpinan badan otonom NU menegaskan komitmen yang kuat untuk menjaga persatuan jam'iyyah. Nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan i’tidal (keadilan) dijadikan landasan utama dalam menjaga kebersamaan umat NU.

Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antar sesama anggota dan menjaga keharmonisan organisasi yang lebih luas.

Pentingnya Musyawarah yang Jernih dan Terbuka

Para pimpinan badan otonom NU meminta agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan seluruh pihak terkait segera mengadakan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka.

Hal ini bertujuan untuk mencari solusi yang terbaik dan menghasilkan keputusan yang bijaksana demi kepentingan jam'iyyah dan jama'ah NU. Musyawarah ini menjadi penting agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan penuh pertimbangan dan tanpa menimbulkan perpecahan.

Baca juga: Kiai dan Santri Istighosah di Surabaya, Doakan NU Segera Berbenah

Apresiasi atas Upaya Silaturahmi dan Dialog

Pimpinan badan otonom NU juga memberikan apresiasi tinggi atas upaya silaturahmi dan dialog yang dipimpin oleh para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai. Dialog ini dipandang sebagai langkah mulia dalam menjaga ukhuwah nahdliyah dan memperkuat keutuhan jam'iyyah. Selain itu, mereka mendorong adanya tabayyun (klarifikasi) agar setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan cara yang damai dan penuh hikmah.

Menjaga Marwah Organisasi dengan Akhlak yang Baik

Organisasi ini berkomitmen untuk menjaga marwah NU dengan menegakkan adab dan mengedepankan akhlak yang baik dalam setiap tindakan. Pimpinan NU menegaskan pentingnya menghindari ucapan atau tindakan yang dapat memicu kegaduhan, baik di dalam organisasi maupun di ruang publik, guna menjaga keharmonisan yang ada.

Kepemimpinan PBNU sebagai Teladan

Pimpinan badan otonom NU berharap agar kepemimpinan PBNU senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi dan mengutamakan kemaslahatan umat. Pimpinan NU meminta agar PBNU terus memperlihatkan kepemimpinan yang bijaksana dan penuh perhatian terhadap kepentingan umat.

Instruksi untuk Pimpinan Badan Otonom NU

Pimpinan badan otonom NU di semua tingkatan diminta untuk tetap fokus dalam menjalankan program kerja yang telah ditetapkan. Selain itu, mereka juga diminta untuk memperkuat koordinasi dengan pengurus pusat dan terus memperkokoh khidmah (pengabdian) kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

Baca juga: Ajak Selesaikan Konflik PBNU lewat Muktamar, Gus Yahya: Mari Jaga Keutuhan NU

Seruan untuk Dzikir, Doa, dan Munajat

Dalam menghadapi persoalan ini, pimpinan badan otonom NU mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren, mursyid, serta pimpinan NU dan badan otonom di berbagai tingkatan untuk meningkatkan dzikir, doa, istighotsah, dan munajat kepada Allah SWT. Dengan doa yang tulus, mereka berharap diberikan taufik dan hidayah untuk mengatasi permasalahan dengan hikmah dan kejernihan hati.

Harapan untuk Kejernihan Hati dan Keutuhan Jam'iyyah

Pimpinan badan otonom NU mengharapkan agar Allah SWT membimbing setiap langkah mereka menuju kemaslahatan dan keutuhan jam'iyyah.

Dengan kejernihan hati, mereka berharap setiap ikhtiar yang dilakukan akan membawa kebaikan bagi umat, menjaga ukhuwah nahdliyah, serta memperkokoh keberadaan NU di tengah-tengah masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Aktual
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Aktual
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Aktual
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Niat
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Aktual
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Aktual
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Aktual
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Aktual
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Aktual
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com