Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya

Kompas.com, 9 Agustus 2026, 10:02 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com - Kata "astaghfirullah" begitu akrab di telinga umat Islam. Kalimat ini kerap diucapkan spontan, baik saat mendengar kabar buruk, melihat sesuatu yang tidak pantas, maupun sebagai bagian dari dzikir sehari-hari.

Namun, tidak semua orang memahami arti sebenarnya dan makna mendalam dari kalimat istigfar ini.Lalu apa makna kalimat istighfar ini? Simak penjelasannya.

Astaghfirullah Artinya Apa?

Secara bahasa, astaghfirullah (أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ) berasal dari kata dasar ghafara yang berarti menutupi atau mengampuni.

Kalimat ini terbentuk dari kata astaghfiru (aku memohon ampun) dan Allah (kepada Allah), sehingga secara keseluruhan astaghfirullah artinya "aku memohon ampun kepada Allah".

Ucapan ini termasuk dalam kategori istigfar, yaitu permohonan ampunan seorang hamba kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Istigfar bukan sekadar ucapan lisan, melainkan juga mengandung unsur penyesalan dan kesadaran diri sebagai makhluk yang tidak luput dari kekhilafan.

Baca juga: Dzikir Hari Jumat yang Dianjurkan: Bacaan Shalawat, Yasin, Al-Kahfi hingga Istighfar

Tulisan Arab dan Latin Astaghfirullah

Berikut tulisan Arab, latin, dan artinya untuk memudahkan pelafalan yang benar:

Tulisan Arab: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ

Latin: Astaghfirullah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

Bentuk yang lebih lengkap juga sering digunakan, yaitu:

Tulisan Arab: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ

Latin: Astaghfirullahal 'adzim

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Baca juga: Ini Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu, Lengkap dari Istighfar hingga Tahlil

Perbedaan Astaghfirullah dan Astaghfirullahaladzim

Meski sering dianggap sama, kedua kalimat ini memiliki sedikit perbedaan dari segi susunan lafaz.

Astaghfirullah adalah bentuk ringkas yang hanya terdiri dari kata "aku memohon ampun" dan "Allah".

Sementara itu, astaghfirullahal 'adzim menambahkan sifat Allah, yaitu al-'Adzim (Yang Maha Agung), sehingga maknanya menjadi lebih lengkap dan menegaskan kebesaran Allah yang dimintai ampunan.

Dari segi keabsahan penggunaan, keduanya sama-sama boleh diucapkan sebagai bentuk istigfar.

Tidak ada dalil yang mewajibkan penggunaan salah satu bentuk secara khusus dalam kondisi tertentu.

Perbedaannya lebih pada nilai penekanan makna, bukan pada hukum atau keutamaan yang berbeda secara signifikan.

Makna Istigfar dalam Islam

Istigfar memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Istigfar berarti memohon perlindungan dari akibat buruk dosa yang telah dilakukan, sekaligus permintaan agar Allah menutupi kesalahan tersebut.

Manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna pasti pernah melakukan kekhilafan, sehingga istigfar menjadi sarana untuk kembali membersihkan diri secara spiritual.

Istigfar juga berbeda dengan taubat, meskipun keduanya saling berkaitan erat. Istigfar adalah permohonan ampun, sedangkan taubat mencakup penyesalan atas dosa yang telah diperbuat disertai tekad untuk tidak mengulanginya.

Kajian dalam jurnal Konsep Doa dalam Perspektif Islam karya Zhila Jannati dan Muhammad Randicha Hamandia yang dimuat di JKPI menjelaskan bahwa permohonan kepada Allah, termasuk istigfar, merupakan bentuk pengakuan seorang hamba atas keterbatasan dirinya dan kebergantungannya kepada Allah SWT.

Kapan Mengucapkan Astaghfirullah?

Istigfar dapat diucapkan kapan saja, namun terdapat beberapa waktu yang secara khusus dianjurkan dalam ajaran Islam, di antaranya:

• Setelah melaksanakan shalat fardu, sebagai penutup ibadah.

• Pada waktu sahur atau menjelang subuh, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 17 tentang orang-orang yang memohon ampun pada waktu sahur.

• Ketika menyadari telah melakukan kesalahan atau dosa, baik kecil maupun besar.

• Dalam dzikir pagi dan petang sebagai amalan rutin harian.

• Saat berada dalam majelis atau pertemuan, sebagai penutup sebelum berpisah.

• Ketika mendengar atau melihat sesuatu yang mengingatkan pada kelalaian diri.

Bacaan Istigfar Lain yang Bersumber

Selain astaghfirullah, terdapat beberapa bacaan istigfar lain yang diajarkan dalam hadis-hadis shahih.

Salah satunya adalah Sayyidul Istighfar atau induk dari segala istigfar, yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bacaan istigfar yang biasa beliau ucapkan menjelang wafat, yaitu "Subhanallahi wa bihamdih, astaghfirullaha wa atuubu ilaih" yang artinya "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya."

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau beristigfar lebih dari 70 kali dalam sehari sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari nomor 6307, dan dalam riwayat Shahih Muslim disebutkan Rasulullah SAW beristigfar hingga 100 kali dalam sehari.

Riwayat-riwayat ini menjadi dasar mengapa umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar meski Rasulullah SAW sendiri telah dijamin ampunannya oleh Allah SWT.

Keutamaan Istigfar

Istigfar memiliki banyak keutamaan yang disebutkan baik dalam Al-Qur'an maupun hadis. Beberapa di antaranya adalah:

• Membuka pintu rezeki. Dalam Al-Qur'an surah Nuh ayat 10-12, Allah SWT menjanjikan turunnya hujan yang lebat, bertambahnya harta dan anak-anak, serta hadirnya kebun dan sungai bagi orang yang memperbanyak istigfar.

• Menjadi penutup dan penyempurna amal. Istigfar sering diucapkan sebagai penutup ibadah, seperti setelah shalat, karena kesadaran bahwa ibadah manusia tidak pernah sempurna.

• Sarana pengampunan dosa. Kajian dalam jurnal al Adabiya berjudul "Keutamaan Istigfar: Kandungan Makna Istigfar terhadap Hadis Riwayat Ibnu Majah" menjelaskan bahwa istigfar merupakan wujud dari sifat Allah sebagai Al-Ghafur (Maha Pengampun) yang senantiasa membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.

• Menenangkan hati. Sejumlah penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam jurnal CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, menunjukkan bahwa amalan istigfar dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan pikiran berlebih (overthinking) pada mahasiswa yang menjadi partisipan penelitian.

Kesalahan Penulisan dan Pelafalan

Sebagai kalimat yang sangat sering diucapkan, astaghfirullah kerap mengalami kesalahan penulisan maupun pelafalan di masyarakat. Berikut beberapa kesalahan yang umum ditemukan:

• Penulisan "astagfirullah" tanpa huruf "h" setelah "astag" sering digunakan, padahal transliterasi yang lebih tepat mengikuti bunyi Arabnya adalah "astaghfirullah" dengan huruf "gh" yang melambangkan huruf ghain.

• Pelafalan yang terburu-buru sehingga huruf-huruf seperti ghain dan qaf tidak diucapkan dengan jelas, padahal ketepatan makhraj penting dalam pengucapan lafaz zikir.

• Penggunaan sebagai ungkapan seruan semata tanpa memahami maknanya, sehingga istigfar hanya menjadi kebiasaan lisan tanpa penghayatan hati.

• Penulisan yang dipisah menjadi "astaghfiru allah" dalam konteks informal, meskipun secara gramatikal Arab kalimat ini memang tersusun dari dua kata yang digabung dalam pengucapan.

Memahami arti dan makna di balik ucapan astaghfirullah diharapkan dapat membuat umat Islam lebih menghayati setiap kali mengucapkannya, bukan sekadar menjadikannya ucapan spontan tanpa kesadaran akan makna permohonan ampun kepada Allah SWT.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Aktual
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Aktual
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Aktual
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Doa Harian
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
Aktual
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Doa Harian
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Doa dan Niat
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Aktual
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Doa dan Niat
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Doa dan Niat
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa dan Niat
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Aktual
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar