Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Lailatul Qadar Terjadi? Ini Tanda dan Keutamaannya

Kompas.com, 9 Maret 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan momen yang paling dinantikan umat Islam, yaitu malam Lailatul Qadar.

Malam ini dikenal sebagai malam penuh kemuliaan yang nilainya disebut lebih baik dari seribu bulan.

Bagi banyak muslim, Lailatul Qadar menjadi waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak ibadah.

Pada malam tersebut, umat Islam berharap mendapatkan ampunan, keberkahan, serta pahala yang berlipat ganda.

Namun, kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar terjadi? Apakah ada tanda-tanda khusus yang bisa dikenali?

Berikut penjelasan lengkap mengenai waktu datangnya Lailatul Qadar, ciri-cirinya, serta berbagai keistimewaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an

Keutamaan Lailatul Qadar dijelaskan secara khusus dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyebutkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam tersebut.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.

Malam ini juga digambarkan sebagai malam yang penuh kedamaian hingga terbit fajar. Para malaikat turun ke bumi membawa berbagai ketetapan Allah untuk kehidupan manusia.

Menurut penjelasan dalam buku Tafsir Al-Mishbah karya M Quraish Shihab, Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan karena pada malam itu terjadi peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia.

Baca juga: Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah, Dibaca Saat 10 Malam Terakhir Ramadhan

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Namun, tidak ada penjelasan pasti mengenai tanggalnya.

Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar. Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR Imam Bukhari)

Berdasarkan hadis tersebut, banyak ulama menyebutkan bahwa peluang terbesar Lailatul Qadar berada pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Dalam kitab Fiqh al-Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa hikmah dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar adalah agar umat Islam terus meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Para ulama memiliki pandangan bahwa dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar merupakan bentuk hikmah dari Allah.

Menurut ulama Mesir Ali Gomaa, ketidakpastian waktu tersebut mendorong umat Islam untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah pada setiap malam Ramadan.

Jika tanggalnya diketahui secara pasti, dikhawatirkan umat Islam hanya beribadah pada malam tersebut dan mengabaikan malam-malam lainnya.

Karena itu, banyak muslim memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan iktikaf di masjid.

Baca juga: Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar

Tanda-Tanda Datangnya Lailatul Qadar

Walau tidak diketahui secara pasti kapan terjadi, sejumlah hadis menjelaskan beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar.

1. Terjadi pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Tanda pertama adalah waktunya berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam ganjil.

Hadis dari Aisyah binti Abu Bakar menyebutkan bahwa Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil.

2. Malam Terasa Tenang dan Penuh Kedamaian

Beberapa ulama menjelaskan bahwa suasana malam Lailatul Qadar terasa lebih tenang dan damai.

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali disebutkan bahwa malam tersebut dipenuhi dengan ketenangan karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi.

3. Udara Tidak Terlalu Panas atau Dingin

Hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Kaab menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang sejuk dan nyaman.

Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa malam itu tidak terasa terlalu panas maupun terlalu dingin.

4. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

Tanda lain yang sering disebutkan adalah kondisi matahari pada pagi harinya.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dijelaskan bahwa matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Selain tanda-tandanya, Lailatul Qadar juga memiliki berbagai keutamaan yang membuatnya sangat istimewa.

Turunnya Malaikat ke Bumi

Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan.

Ayat dalam Surah Al-Qadr menyebutkan bahwa malaikat dan ruh (yang dimaknai sebagai Malaikat Jibril) turun dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan.

Nilai Ibadah Lebih Baik dari Seribu Bulan

Keistimewaan terbesar Lailatul Qadar adalah nilai ibadah yang luar biasa besar.

Satu malam ibadah pada malam tersebut disebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Menurut penjelasan dalam buku Keajaiban Lailatul Qadar karya Yusuf al-Qaradawi, angka seribu bulan menunjukkan betapa besar pahala yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang beribadah pada malam tersebut.

Pengampunan Dosa

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Hadis ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggal dan Amalan untuk Meraih Malam Seribu Bulan

Malam Penetapan Takdir Tahunan

Sebagian ulama tafsir juga menjelaskan bahwa pada malam tersebut ditetapkan berbagai urusan manusia untuk satu tahun ke depan.

Penjelasan ini dapat ditemukan dalam tafsir terhadap ayat-ayat yang menjelaskan tentang turunnya ketetapan Allah pada malam yang penuh berkah.

Amalan yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar

Untuk meraih keutamaan malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan ibadah.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

  • salat malam (qiyamul lail)
  • membaca Al-Qur’an
  • berzikir dan berdoa
  • bersedekah
  • melakukan iktikaf di masjid

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada malam tersebut adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”

(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.)

Malam Penuh Harapan bagi Umat Islam

Bagi umat Islam, Lailatul Qadar bukan sekadar malam istimewa, tetapi juga kesempatan spiritual yang sangat besar.

Pada malam inilah banyak orang memohon ampunan, memperbaiki diri, serta berharap mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah.

Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar akan semakin besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com