Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar

Kompas.com, 5 Maret 2026, 10:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memasuki 10 malam terakhir Ramadhan, suasana ibadah umat Islam biasanya terasa berbeda.

Masjid lebih ramai pada malam hari, tilawah Al Quran semakin sering terdengar dan doa-doa dipanjatkan dengan harapan mendapatkan satu malam istimewa: lailatul qadar.

Dalam tradisi Islam, 10 malam terakhir Ramadhan dipandang sebagai fase paling menentukan dalam perjalanan spiritual selama bulan puasa.

Pada periode inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, shalat malam, serta berbagai amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dzikir yang dianjurkan di 10 malam terakhir bukan sekadar rangkaian bacaan lisan. Ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, memohon pengampunan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut malam yang disebut dalam Al Quran lebih baik daripada seribu bulan.

Nabi Muhammad sendiri memberikan teladan tentang bagaimana memaksimalkan ibadah pada periode ini. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar kuat mengapa umat Islam dianjurkan meningkatkan intensitas dzikir dan ibadah ketika Ramadhan memasuki 10 malam terakhir.

Mengapa 10 Malam Terakhir Ramadhan Sangat Istimewa?

Sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat penting karena di dalamnya terdapat malam lailatul qadar.

Malam ini disebutkan secara langsung dalam Al Quran sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran:

“Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Para ulama menjelaskan bahwa malam tersebut merupakan momentum turunnya keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah kepada hamba-Nya.

Dalam buku Fiqh Puasa karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi, dijelaskan bahwa 10 malam terakhir merupakan puncak dari perjalanan ibadah Ramadhan.

Pada fase ini, seorang Muslim dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah, bukan hanya kuantitasnya.

Hal yang sama juga diterangkan dalam buku Rahasia Ibadah Ramadhan karya Imam Al-Ghazali, yang menyebutkan bahwa malam-malam akhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak dzikir karena hati manusia lebih mudah tersentuh dan lebih dekat dengan suasana spiritual.

Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggal dan Amalan untuk Meraih Malam Seribu Bulan

Dzikir yang Dianjurkan di 10 Malam Terakhir

Salah satu dzikir paling dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam tersebut adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad kepada Aisyah RA.

Ketika Aisyah bertanya tentang doa yang sebaiknya dibaca jika menemukan malam lailatul qadar, Nabi menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Doa ini dianggap sebagai inti dzikir pada malam lailatul qadar karena mengandung permohonan ampunan secara langsung kepada Allah SWT.

Selain doa tersebut, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak bacaan dzikir seperti:

  • Tasbih: Subhanallah
  • Tahmid: Alhamdulillah
  • Takbir: Allahu Akbar
  • Tahlil: La ilaha illallah
  • Istighfar: Astaghfirullah

Dalam buku Hisnul Muslim karya Said bin Ali bin Wahf Al-Qahtani, dzikir-dzikir tersebut dijelaskan sebagai bacaan yang memiliki keutamaan besar karena menjadi bentuk pengagungan kepada Allah sekaligus penghapus dosa.

Menghidupkan Malam dengan Qiyamullail

Selain dzikir, amalan yang sangat dianjurkan pada 10 malam terakhir adalah qiyamullail atau shalat malam.

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah RA disebutkan:

“Rasulullah apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ungkapan “mengencangkan sarungnya” dipahami oleh para ulama sebagai simbol kesungguhan Nabi dalam meningkatkan ibadah.

Shalat malam bisa dilakukan dengan berbagai bentuk, mulai dari shalat tahajud, shalat tarawih, hingga witir sebagai penutup ibadah malam.

Menurut buku Shalat Sunnah dan Hikmahnya karya Dr. Said bin Ali Al-Qahtani, qiyamullail pada malam Ramadhan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena dilakukan dalam suasana ketenangan malam, ketika hati manusia lebih mudah fokus kepada Allah.

Baca juga: Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Terkait Peristiwa Turunnya Al-Quran di Bulan Ramadhan

Itikaf: Tradisi Ibadah di Penghujung Ramadhan

Salah satu amalan yang hampir selalu dilakukan Nabi pada 10 malam terakhir adalah itikaf.

Itikaf merupakan aktivitas berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Selama itikaf, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al Quran, berdoa, serta menjauhi aktivitas duniawi yang tidak diperlukan.

Al Quran menyebutkan tentang praktik ini dalam firman Allah:

“...Janganlah kamu mencampuri mereka (istri-istri kalian) ketika kamu sedang beri’tikaf di masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa itikaf pada 10 malam terakhir bertujuan untuk lebih fokus mencari malam lailatul qadar serta memurnikan niat ibadah kepada Allah.

Memperbanyak Tilawah Al Quran

Tilawah atau membaca Al Quran juga menjadi bagian penting dari dzikir pada 10 malam terakhir.

Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan turunnya Al Quran. Karena itu, memperbanyak membaca dan merenungkan maknanya dianggap sebagai amalan yang sangat dianjurkan.

Dalam buku Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa interaksi dengan Al Quran pada bulan Ramadhan merupakan salah satu bentuk dzikir paling utama karena menggabungkan bacaan, pemahaman, dan perenungan terhadap ayat-ayat Allah.

Banyak ulama juga menekankan pentingnya tadabbur atau memahami makna ayat, bukan sekadar membaca.

Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Sepuluh malam terakhir juga menjadi waktu terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah.

Istighfar dapat dibaca dengan berbagai lafaz, salah satunya:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astagfirullah rabbi min kulli dzanbin wa atubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Tuhanku dari segala dosa dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Dalam buku At-Targhib wat Tarhib karya Imam Al-Mundziri, disebutkan bahwa memperbanyak istighfar pada malam-malam Ramadhan dapat membuka pintu rahmat dan menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

Baca juga: Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya

Sedekah sebagai Pelengkap Ibadah

Selain ibadah yang bersifat spiritual, amalan sosial seperti sedekah juga sangat dianjurkan.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat pada bulan Ramadhan.

Sedekah pada 10 malam terakhir dianggap memiliki keutamaan lebih karena berpotensi bertepatan dengan malam lailatul qadar.

Dalam buku Ensiklopedi Amalan Ramadhan karya Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, disebutkan bahwa sedekah pada malam-malam tersebut tidak hanya bernilai pahala besar, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Menyusun Strategi Ibadah di 10 Malam Terakhir

Agar ibadah lebih maksimal, banyak ulama menyarankan umat Muslim membuat pola ibadah selama 10 malam terakhir.

Misalnya dengan membagi waktu antara:

  • shalat malam
  • membaca Al Quran
  • dzikir dan doa
  • istighfar
  • sedekah
  • serta istirahat secukupnya

Pendekatan ini membantu menjaga konsistensi ibadah hingga akhir Ramadhan.

Kesempatan Emas yang Tidak Datang Dua Kali

Sepuluh malam terakhir Ramadhan sering disebut sebagai kesempatan emas bagi umat Islam. Pada periode inilah seseorang dapat meraih pahala besar, pengampunan dosa, serta keberkahan yang mungkin tidak ditemukan pada waktu lain.

Dzikir yang dianjurkan di 10 malam terakhir bukan hanya sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga cara untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Bagi banyak orang, malam-malam ini menjadi momen refleksi spiritual yang mendalam, sebuah waktu untuk memohon ampunan, memperbaiki niat, dan berharap menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan berakhir.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Aktual
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Aktual
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Aktual
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Aktual
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Aktual
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Aktual
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Aktual
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Aktual
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Aktual
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Aktual
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Aktual
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
Aktual
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Aktual
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
Aktual
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar