Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri

Kompas.com, 24 September 2026, 13:09 WIB
Reni Susanti

Editor

Sumber NU Online

KOMPAS.com — Ketika bencana terjadi, perhatian sering tertuju pada mereka yang kehilangan rumah, harta, atau mata pencaharian.

Namun, musibah juga menguji orang-orang yang berada di luar lokasi bencana. Apakah mereka bersedia membantu atau membiarkan korban menghadapi kesulitan sendirian.

Baca juga: Bencana Bukan Alasan untuk Pasrah, Begini Sikap Muslim Menghadapinya

Dalam naskah khutbah Jumat ini, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung, H Muhammad Faizin mengingatkan bahwa kepedulian terhadap korban dapat diwujudkan melalui bantuan, tenaga, hingga doa:

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Ma’asyiral Muslimin, jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dalam setiap kondisi. Saat diliputi kebahagiaan, kita harus ingat kepada Allah dengan terus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Begitu juga ketika dalam kondisi mendapatkan musibah atau bencana, kita juga harus tetap menguatkan takwa dan yakin bahwa semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah swt. Dalam Islam, musibah atau bencana merupakan bagian dari ujian kehidupan. Al-Qur'an mengingatkan bahwa kita akan diuji dengan berbagai bentuk kesulitan, termasuk ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan kehilangan jiwa. Allah SWT berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٥

Artinya: “Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar.” (QS Al-Baqarah: 155).

Namun, perlu kita sadari, ujian dalam bencana tidak hanya berlaku bagi mereka yang sedang menjadi korban secara langsung saja. Kita yang berada di luar lokasi bencana pun sesungguhnya sedang diuji, apakah kita memiliki kepedulian atau justru memilih bersikap apatis.

Islam tidak mengajarkan kita untuk hanya menjadi penonton saja ketika saudara kita sedang mengalami kesulitan. Kepedulian sosial merupakan bagian dari ajaran agama. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ Artinya:

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2).

Penegasan Allah swt ini menjadi dasar penting bahwa penderitaan orang lain tidak boleh dijawab dengan sikap acuh. Tolong-menolong dalam kebaikan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk membantu mereka yang menjadi korban bencana.

Ma’asyiral Muslimin, jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Semangat saling membantu dalam menghadapi bencana tentu sangat penting. Akan tetapi, penanganan bencana tidak boleh seluruhnya dibebankan kepada masyarakat, relawan, organisasi sosial, lembaga keagamaan, atau donatur.

Di sinilah peran pemerintah menjadi sangat penting. Pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, pertolongan, informasi dan pelayanan yang cepat ketika bencana terjadi.

Negara memiliki sumber daya, kewenangan, perangkat kelembagaan dan kemampuan koordinasi yang tidak dimiliki oleh individu atau komunitas secara sendiri-sendiri. Ketika bencana terjadi, masyarakat membutuhkan respons yang cepat dan efektif. Evakuasi harus segera dilakukan terhadap warga yang berada di kawasan berbahaya.

Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, tempat pengungsian dan layanan kesehatan harus tersedia. Informasi mengenai kondisi bencana juga harus disampaikan secara jelas agar masyarakat tidak menjadi korban kepanikan maupun informasi yang keliru.

Kecepatan menjadi sangat penting karena dalam situasi bencana, keterlambatan dapat memperbesar dampak yang ditanggung masyarakat. Namun, pemerintah tidak seharusnya hanya hadir setelah bencana terjadi.

Pemerintah juga harus hadir sebelum bencana datang. Antisipasi dan mitigasi harus menjadi bagian penting dari kebijakan kebencanaan. Terlebih karena Indonesia masuk dalam wilayah rawan bencana, perhatian pemerintah dalam mitigasi bencana menjadi hal yang penting.

Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus dan selaras dengan semangat hadits Rasulullah saw:

مَا مِنْ أَمِيرٍ يَلِي أُمُورَ الْمُسْلِمِينَ، ثُمَّ لَا يَجْهَدُ لَهُمْ، وَيَنْصَحُ كَنَصِيحَتِهِ لِنَفْسِهِ، إِلَّا لَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمُ الْجَنَّةَ.

Artinya: "Tiada seorang pemimpin yang menangani urusan kaum muslimin, lalu ia tidak berusaha keras untuk kemaslahatan urusan yang dipimpinnya, dan tidak memberikan instruksi kebaikan kepada mereka sebagaimana kebaikan bagi dirinya sendiri serta usahanya, melainkan ia tidak akan masuk ke dalam surga bersama-sama yang dipimpinnya," (HR Ath-Thabrani).

Ma’asyiral Muslimin, jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Mitigasi berarti melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Pemetaan wilayah rawan bencana, sistem peringatan dini, penataan ruang, pembangunan infrastruktur yang lebih aman, penyediaan jalur dan tempat evakuasi, edukasi kebencanaan kepada masyarakat, simulasi evakuasi, serta penguatan kapasitas aparatur dan relawan merupakan bagian dari upaya tersebut.

Kita sebagai masyarakat juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari seberapa cepat bantuan datang setelah bencana, tetapi juga dari seberapa baik risiko dapat dikurangi sebelum bencana terjadi.

Dalam menghadapi bencana, semua elemen harus bahu-membahu membantu dengan kemampuan masing-masing. Bagi yang berada jauh dari lokasi bencana, keterbatasan jarak bukan alasan untuk tidak berbuat apa-apa. Doa tetap menjadi bentuk solidaritas yang memiliki kedudukan penting dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya: “Tidaklah seorang Muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, kecuali malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga seperti yang engkau doakan.’” (HR Muslim).

Solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Satu paket makanan, sebotol air, selembar pakaian, tenaga untuk membersihkan rumah warga, membantu mengangkat barang korban, menyebarkan informasi bantuan, atau sekadar mendoakan keselamatan mereka, semuanya dapat menjadi bagian dari amal kebaikan.

Di sinilah pentingnya membangun budaya gotong royong ketika bencana datang. Bencana tidak boleh membuat masyarakat yang terdampak merasa sendirian. Mereka perlu merasakan bahwa di tengah kehilangan masih ada tangan-tangan yang terulur. Di tengah kesulitan masih ada saudara yang peduli.

Di tengah ketakutan masih ada orang-orang yang datang membawa harapan. Kepedulian ini juga tidak boleh berhenti ketika berita bencana tidak lagi menjadi perhatian publik. Korban bencana sering kali menghadapi persoalan panjang setelah kamera media pergi dan bantuan darurat berkurang. Mereka harus membangun kembali rumah, memulihkan mata pencaharian, menyekolahkan anak, dan menata kembali kehidupan yang porak-poranda. Karena itu, solidaritas kemanusiaan idealnya tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada masa pemulihan.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Artinya: “Siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya...” (HR Muslim)

Semoga setiap tangan yang terulur menjadi amal kebajikan, setiap kebijakan yang dibuat menghadirkan keselamatan, setiap ikhtiar mitigasi mengurangi risiko bencana, dan setiap doa menjadi penguat bagi mereka yang tertimpa musibah. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Aktual
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Aktual
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Aktual
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Aktual
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Aktual
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Aktual
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Aktual
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
Aktual
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Aktual
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
Aktual
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Aktual
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Aktual
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Aktual
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar