KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi 1 Ramadan 1448 Hijriah atau awal puasa 2027 jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Prediksi tersebut disusun berdasarkan perhitungan astronomi mengenai posisi hilal menjelang pergantian bulan Hijriah.
Meski demikian, BRIN tidak menetapkan awal Ramadan secara resmi. Di Indonesia, penentuan awal puasa tetap menjadi kewenangan Kementerian Agama melalui Sidang Isbat yang menggabungkan hasil hisab dan rukyatul hilal.
Karena itu, prediksi BRIN berfungsi sebagai rujukan ilmiah, bukan keputusan hukum keagamaan.
Menurut kajian astronomi BRIN, posisi hilal pada akhir Syaban 1448 H diperkirakan telah memenuhi parameter yang memungkinkan dimulainya bulan Ramadan pada Senin, 8 Februari 2027.
Baca juga: Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Perhitungan tersebut dilakukan menggunakan metode hisab, yaitu menghitung posisi geometris Bulan dan Matahari secara astronomis.
Data yang dianalisis meliputi waktu konjungsi (ijtimak), tinggi hilal, elongasi Bulan, serta kondisi hilal saat matahari terbenam.
Melalui pendekatan ilmiah tersebut, kalender Hijriah dapat diperkirakan jauh sebelum pelaksanaan ibadah Ramadan.
Karena itu, informasi dari BRIN banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kalender dan kajian falak di Indonesia.
Dalam ilmu falak, pergantian bulan Hijriah diawali setelah terjadinya ijtimak, yakni ketika Bulan dan Matahari berada pada satu garis bujur langit.
Setelah itu, para astronom menghitung apakah hilal telah berada pada posisi yang memenuhi syarat untuk memasuki bulan baru.
BRIN menggunakan data astronomi modern untuk menghitung kemungkinan keterlihatan hilal secara akurat.
Pendekatan ini berbeda dengan pengamatan langsung, tetapi keduanya sama-sama menjadi bagian penting dalam studi penanggalan Islam.
Baca juga: Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Perhitungan astronomi memiliki keunggulan karena dapat diprediksi bertahun-tahun sebelumnya, sehingga membantu masyarakat, lembaga pendidikan, maupun instansi dalam menyusun agenda menjelang Ramadan.
Masih banyak masyarakat yang menganggap BRIN sebagai lembaga penentu awal Ramadan. Padahal, kewenangan BRIN terbatas pada penyediaan kajian ilmiah dan data astronomi.
Penetapan resmi awal puasa dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Sidang Isbat.
Dalam sidang tersebut, pemerintah mempertimbangkan dua pendekatan sekaligus, yakni hasil hisab sebagai data astronomi dan rukyatul hilal sebagai pengamatan langsung di berbagai titik di Indonesia.
Baca juga: Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Dengan demikian, istilah yang tepat adalah BRIN memprediksi, bukan BRIN menetapkan awal Ramadan.
Prediksi BRIN bersifat ilmiah karena didasarkan pada perhitungan astronomi.
Sementara itu, Sidang Isbat merupakan proses penetapan resmi yang melibatkan ulama, ahli falak, organisasi masyarakat Islam, serta berbagai instansi pemerintah.
Apabila hasil rukyat sesuai dengan data hisab, tanggal yang diumumkan pemerintah dapat sama dengan prediksi BRIN.
Namun, masyarakat tetap dianjurkan menunggu keputusan resmi Kementerian Agama sebagai dasar pelaksanaan ibadah secara nasional.
Pendekatan ini telah lama diterapkan di Indonesia untuk menjaga keselarasan antara kajian astronomi dan ketentuan syariat dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Baca juga: MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
Hingga prediksi astronomi BRIN dipublikasikan, Kementerian Agama belum mengumumkan jadwal resmi Sidang Isbat Ramadan 1448 H.
Secara umum, sidang tersebut dilaksanakan pada 29 Syaban, setelah proses rukyatul hilal dilakukan di berbagai lokasi pengamatan di seluruh Indonesia.
Hasil sidang kemudian diumumkan kepada masyarakat sebagai penetapan resmi awal Ramadan.
Karena itu, meskipun prediksi BRIN menunjukkan tanggal 8 Februari 2027, keputusan final tetap menunggu pengumuman pemerintah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.