Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H

Kompas.com, 24 September 2026, 07:43 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi 1 Ramadan 1448 Hijriah atau awal puasa 2027 jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Prediksi tersebut disusun berdasarkan perhitungan astronomi mengenai posisi hilal menjelang pergantian bulan Hijriah.

Meski demikian, BRIN tidak menetapkan awal Ramadan secara resmi. Di Indonesia, penentuan awal puasa tetap menjadi kewenangan Kementerian Agama melalui Sidang Isbat yang menggabungkan hasil hisab dan rukyatul hilal.

Karena itu, prediksi BRIN berfungsi sebagai rujukan ilmiah, bukan keputusan hukum keagamaan.

BRIN Prediksi Awal Puasa 2027

Menurut kajian astronomi BRIN, posisi hilal pada akhir Syaban 1448 H diperkirakan telah memenuhi parameter yang memungkinkan dimulainya bulan Ramadan pada Senin, 8 Februari 2027.

Baca juga: Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Perhitungan tersebut dilakukan menggunakan metode hisab, yaitu menghitung posisi geometris Bulan dan Matahari secara astronomis.

Data yang dianalisis meliputi waktu konjungsi (ijtimak), tinggi hilal, elongasi Bulan, serta kondisi hilal saat matahari terbenam.

Melalui pendekatan ilmiah tersebut, kalender Hijriah dapat diperkirakan jauh sebelum pelaksanaan ibadah Ramadan.

Karena itu, informasi dari BRIN banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kalender dan kajian falak di Indonesia.

Dasar Astronomi yang Digunakan BRIN

Dalam ilmu falak, pergantian bulan Hijriah diawali setelah terjadinya ijtimak, yakni ketika Bulan dan Matahari berada pada satu garis bujur langit.

Setelah itu, para astronom menghitung apakah hilal telah berada pada posisi yang memenuhi syarat untuk memasuki bulan baru.

BRIN menggunakan data astronomi modern untuk menghitung kemungkinan keterlihatan hilal secara akurat.

Pendekatan ini berbeda dengan pengamatan langsung, tetapi keduanya sama-sama menjadi bagian penting dalam studi penanggalan Islam.

Baca juga: Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?

Perhitungan astronomi memiliki keunggulan karena dapat diprediksi bertahun-tahun sebelumnya, sehingga membantu masyarakat, lembaga pendidikan, maupun instansi dalam menyusun agenda menjelang Ramadan.

Mengapa BRIN Tidak Menetapkan Awal Puasa?

Masih banyak masyarakat yang menganggap BRIN sebagai lembaga penentu awal Ramadan. Padahal, kewenangan BRIN terbatas pada penyediaan kajian ilmiah dan data astronomi.

Penetapan resmi awal puasa dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Sidang Isbat.

Dalam sidang tersebut, pemerintah mempertimbangkan dua pendekatan sekaligus, yakni hasil hisab sebagai data astronomi dan rukyatul hilal sebagai pengamatan langsung di berbagai titik di Indonesia.

Baca juga: Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah

Dengan demikian, istilah yang tepat adalah BRIN memprediksi, bukan BRIN menetapkan awal Ramadan.

Apa Bedanya Prediksi BRIN dengan Sidang Isbat?

Prediksi BRIN bersifat ilmiah karena didasarkan pada perhitungan astronomi.

Sementara itu, Sidang Isbat merupakan proses penetapan resmi yang melibatkan ulama, ahli falak, organisasi masyarakat Islam, serta berbagai instansi pemerintah.

Apabila hasil rukyat sesuai dengan data hisab, tanggal yang diumumkan pemerintah dapat sama dengan prediksi BRIN.

Namun, masyarakat tetap dianjurkan menunggu keputusan resmi Kementerian Agama sebagai dasar pelaksanaan ibadah secara nasional.

Pendekatan ini telah lama diterapkan di Indonesia untuk menjaga keselarasan antara kajian astronomi dan ketentuan syariat dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Baca juga: MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik

Kapan Sidang Isbat Ramadan 2027 Digelar?

Hingga prediksi astronomi BRIN dipublikasikan, Kementerian Agama belum mengumumkan jadwal resmi Sidang Isbat Ramadan 1448 H.

Secara umum, sidang tersebut dilaksanakan pada 29 Syaban, setelah proses rukyatul hilal dilakukan di berbagai lokasi pengamatan di seluruh Indonesia.

Hasil sidang kemudian diumumkan kepada masyarakat sebagai penetapan resmi awal Ramadan.

Karena itu, meskipun prediksi BRIN menunjukkan tanggal 8 Februari 2027, keputusan final tetap menunggu pengumuman pemerintah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
Aktual
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Aktual
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Aktual
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Aktual
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Aktual
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Mengapa Surah Maryam Sering Dibaca? Ini Keutamaan dan Kandungannya
Mengapa Surah Maryam Sering Dibaca? Ini Keutamaan dan Kandungannya
Doa Harian
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Menag Berhentikan Rektor UINSA Surabaya Akh Muzakki
Menag Berhentikan Rektor UINSA Surabaya Akh Muzakki
Aktual
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Doa dan Niat
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Aktual
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Aktual
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar