Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H

Kompas.com, 23 September 2026, 21:06 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dirujuk Muhammadiyah, awal puasa 2027 atau bertepatan dengan 1 Ramadhan 1448 H diperkirakan jatuh pada awal Februari 2027.

Selain tanggal awal puasa, KHGT juga bisa menjadi rujukan rangkaian tanggal penting Ramadhan 1448 H, termasuk tarawih pertama, Nuzulul Quran, akhir Ramadhan, malam takbiran, dan juga jatuhnya Lebaran 2027 atau Idul Fitri 1448 H.

Baca juga: Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN

Namun, tanggal tersebut masih merupakan perkiraan berdasarkan KHGT. Pimpinan Pusat Muhammadiyah belum menerbitkan Maklumat tentang penetapan awal Ramadhan 1448 H, sedangkan pemerintah juga belum menetapkan awal puasa 2027.

Kapan Awal Ramadhan 2027?

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal, 1 Ramadhan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Baca juga: Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari

Jika mengacu pada KHGT, Ramadhan 1448 H berlangsung selama 29 hari dan berakhir pada Senin, 8 Maret 2027 yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1448 H.

Dengan demikian, puasa pertama Ramadhan 2027 diperkirakan berlangsung pada Senin, 8 Februari 2027.

Kapan Tarawih Pertama Ramadhan 2027?

Tarawih pertama Ramadhan 2027 diperkirakan dilaksanakan pada Ahad malam, 7 Februari 2027.

Tanggal tersebut merupakan malam masuknya 1 Ramadhan 1448 H jika mengacu pada KHGT. Shalat Tarawih dilaksanakan pada malam hari sehingga Tarawih pertama berlangsung sehari sebelum puasa pertama.

Dengan demikian, rangkaiannya adalah Tarawih pertama pada Ahad malam, 7 Februari 2027, kemudian puasa pertama pada Senin, 8 Februari 2027.

Kapan Nuzulul Quran 2027?

Nuzulul Quran 2027 atau 17 Ramadhan 1448 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 24 Februari 2027.

Tanggal 24 Februari 2027 tercantum sebagai 17 Ramadhan 1448 H dalam Kalender Hijriah Global Tunggal.

Dengan mengacu pada penanggalan tersebut, Nuzulul Quran 2027 berlangsung pada Rabu, 24 Februari 2027.

Kapan Malam Takbiran 2027?

Malam takbiran Idul Fitri 2027 diperkirakan berlangsung pada Senin malam, 8 Maret 2027.

Tanggal tersebut merupakan 29 Ramadhan 1448 H berdasarkan KHGT. Setelah Ramadhan berakhir, umat Islam memasuki 1 Syawal 1448 H pada hari berikutnya.

Jika 1 Syawal 1448 H jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027, maka malam sebelumnya, yakni Senin malam, 8 Maret 2027, menjadi malam takbiran.

Kapan Idul Fitri 2027?

Idul Fitri 2027 atau 1 Syawal 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027 berdasarkan KHGT.

Tanggal tersebut tercantum dalam KHGT sebagai 1 Syawal 1448 H setelah Ramadhan berlangsung selama 29 hari.

Dengan demikian, berdasarkan penanggalan KHGT, rangkaian Ramadhan 1448 H dimulai pada 8 Februari 2027 dan Idul Fitri diperkirakan berlangsung pada 9 Maret 2027.

Perkiraan Jadwal Ramadhan 2027 Berdasarkan KHGT

Berikut sejumlah tanggal penting Ramadhan 1448 H berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal:

  • Tarawih pertama: Ahad malam, 7 Februari 2027
  • Puasa pertama/1 Ramadhan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027
  • Nuzulul Quran/17 Ramadhan 1448 H: Rabu, 24 Februari 2027
  • 29 Ramadhan 1448 H: Senin, 8 Maret 2027
  • Malam takbiran: Senin malam, 8 Maret 2027
  • Idul Fitri/1 Syawal 1448 H: Selasa, 9 Maret 2027

Tanggal-tanggal tersebut merupakan penanggalan yang tercantum dalam KHGT dan belum merupakan keputusan resmi PP Muhammadiyah.

Apakah Awal Ramadhan 2027 Sudah Resmi Ditetapkan?

Awal Ramadhan 2027 belum ditetapkan secara resmi melalui Maklumat PP Muhammadiyah.

Meskipun KHGT mencantumkan 8 Februari 2027 sebagai 1 Ramadhan 1448 H, tanggal tersebut belum dapat disebut sebagai keputusan resmi Muhammadiyah karena Maklumat PP Muhammadiyah tentang awal Ramadhan 1448 H belum diterbitkan.

Karena itu, informasi mengenai 1 Ramadhan 1448 H berdasarkan KHGT perlu dibedakan dari Maklumat resmi Muhammadiyah.

KHGT merupakan sistem kalender yang menjadi dasar perhitungan, sedangkan maklumat menjadi dokumen resmi Muhammadiyah terkait penetapan awal Ramadhan.

Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal?

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) merupakan sistem penanggalan Hijriah berbasis hisab global yang dirancang untuk menyatukan tanggal dan hari dalam kalender Islam di seluruh penjuru dunia.

KHGT menggunakan pendekatan yang memandang bumi sebagai satu zona waktu pengamatan hilal atau ittihād al-maṭāli‘. Artinya, awal bulan Hijriah tidak lagi ditentukan oleh rukyat di satu lokasi, melainkan melalui perhitungan astronomi global.

KHGT berlandaskan tiga prinsip utama, yakni keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia untuk memulai bulan baru, penggunaan hisab atau perhitungan astronomi sebagai metode penentuan waktu, serta kesatuan matlak yang memandang seluruh permukaan bumi sebagai satu zona waktu untuk kalender Islam.

Cara Mengakses Kalender Hijriah Global Tunggal

KHGT dapat diakses melalui situs resmi Muhammadiyah, aplikasi desktop, maupun aplikasi ponsel. Pengguna dapat membuka laman khgt.muhammadiyah.or.id atau halaman pelengkap di tarjih.or.id/khgt untuk mendapatkan informasi terkait KHGT.

Bagi pengguna PC atau laptop, KHGT juga tersedia dalam bentuk aplikasi desktop. Sementara pengguna ponsel dapat mencari aplikasi HisabMu KHGT atau MASA melalui Play Store maupun App Store.

Aplikasi tersebut menyediakan sejumlah fitur, seperti kalender Hijriah, waktu shalat, fase bulan, serta konversi tanggal Masehi ke Hijriah.

Pemerintah Belum Menetapkan Awal Puasa 2027

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadhan menggunakan mekanisme hisab dan rukyatul hilal yang kemudian dibahas dalam Sidang Isbat.

Karena Ramadhan 1448 H masih beberapa bulan lagi, pemerintah belum mengeluarkan keputusan final mengenai awal puasa 2027.

Perbedaan tanggal awal Ramadhan masih memungkinkan terjadi karena masing-masing pihak dapat menggunakan metode dan kriteria penetapan awal bulan Hijriah yang berbeda.

Masyarakat perlu mengikuti keputusan resmi dari organisasi atau pemerintah yang menjadi acuannya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Doa dan Niat
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Aktual
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Aktual
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Aktual
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Aktual
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Shalat Istikharah untuk Memilih Jodoh, Begini Tata Cara dan Doanya
Shalat Istikharah untuk Memilih Jodoh, Begini Tata Cara dan Doanya
Doa Harian
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Aktual
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
Aktual
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
Aktual
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Aktual
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar