Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel

Kompas.com, 21 September 2026, 11:20 WIB
Reni Susanti

Editor


BANDUNG, KOMPAS.com — Busana sarimbit diperkirakan tetap menjadi salah satu pilihan keluarga pada Lebaran 2027. Namun, warna, desain, dan pertimbangan konsumen dalam membeli pakaian seragam keluarga mulai berubah.

Koleksi sarimbit Lebaran 2027 tidak lagi hanya didominasi warna pastel. Perpaduan warna lembut dan warna yang lebih kuat diprediksi menjadi salah satu tren pada Hari Raya mendatang.

“Untuk koleksi 2027, kami mengangkat tema besar ‘The Explorer’. Spirit-nya adalah menghadirkan busana yang tetap nyaman, tetapi mempunyai unsur kebaruan dalam desain, warna, bahan, detail, dan motif,” ujar Owner Ethica Group, Nur Amalia dalam rilisnya, Senin (21/9/2026). 

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini

Warna Lebaran semakin berani

Salah satu perubahan yang terlihat pada koleksi Lebaran 2027 adalah penggunaan warna yang lebih beragam.

Warna pastel tetap dipertahankan, tetapi dipadukan dengan warna radiant atau warna yang lebih kuat sebagai aksen.

Beberapa warna yang diperkirakan muncul dalam tren sarimbit Lebaran 2027 antara lain off white, lilac, biru, dan sand. Warna-warna lembut tersebut dikombinasikan dengan warna yang lebih tegas untuk memberikan kesan modern.

“Kami tidak hanya bermain pada pastel. Kami memadukan warna muted atau lembut dengan warna yang lebih radiant,” katanya.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: 10 Warna Paling Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Wajah Auto Cerah

Dari sisi bentuk, siluet A, H, dan I menjadi pilihan untuk menghasilkan karakter pakaian yang berbeda.

Sebagian koleksi tampil sederhana dan kasual, sedangkan koleksi lainnya dirancang untuk memberikan kesan klasik, elegan, atau glamor.

Motif yang digunakan juga memadukan unsur klasik, alam, dan geometris kontemporer.

Sementara itu, detail bordir, beads atau manik-manik, manipulating fabric, dan aksesori yang menonjol digunakan untuk memberikan karakter pada pakaian.

Tidak hanya dipakai saat Lebaran

Tren berikutnya adalah busana sarimbit yang lebih mudah digunakan dalam berbagai kesempatan.

Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan penampilan pakaian ketika dikenakan saat Idul Fitri, tetapi juga kegunaannya setelah Lebaran.

Karena itu, produsen mulai menawarkan pakaian dengan potongan yang lebih fleksibel dan mudah dipadukan dengan busana lain.

“Secara keseluruhan, kami ingin koleksi Lebaran 2027 terasa lebih modern dan fashionable, tetapi tetap wearable. Bukan hanya cantik dipakai saat Hari Raya, tetapi tetap relevan digunakan pada kesempatan lainnya,” ujarnya.

Salah satu desain yang ditawarkan berupa setelan atasan dan rok dengan karakter kasual. Ada pula pakaian berbahan dobby silk yang memberikan kesan lebih feminin dan formal.

Meski digunakan secara seragam, setiap pakaian juga dirancang agar tetap memiliki karakter sesuai dengan pemakainya.

Desain untuk ayah, ibu, dan anak tidak harus dibuat identik. Kesamaan dapat ditampilkan melalui warna, motif, atau detail tertentu sehingga seluruh anggota keluarga tetap terlihat sebagai satu kesatuan.

Konsumen mencari eksklusivitas

Selain desain multifungsi, eksklusivitas menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika membeli sarimbit.

Pakaian seragam keluarga umumnya digunakan pada momentum khusus. Konsumen ingin tampil kompak, tetapi tidak ingin bertemu terlalu banyak keluarga lain dengan pakaian yang sama.

Untuk menyambut Lebaran 2027, Ethica menyiapkan lebih dari 150 pilihan sarimbit

“Strategi kami menghadirkan pilihan yang banyak, tetapi jumlah pada masing-masing desain tetap kami jaga,” katanya.

Menurut perusahaan, pengaturan jumlah dan distribusi setiap koleksi diperlukan agar konsumen tetap mendapatkan kesan khusus ketika mengenakannya.

Sarimbit masih memiliki pasar kuat

Perubahan tren juga terlihat dari perilaku konsumen. Pembeli kini dinilai semakin selektif dalam memilih busana Lebaran.

Selain desain, konsumen mempertimbangkan kenyamanan bahan, harga, fungsi pakaian setelah Lebaran, dan tingkat eksklusivitasnya.

“Kami melihat sarimbit masih mempunyai market yang sangat kuat karena sarimbit bukan hanya produk fashion. Di dalamnya ada unsur kebersamaan dan identitas keluarga, terutama pada momentum Lebaran,” ujar perwakilan Ethica Group.

Kendati demikian, tingginya pilihan merek dan kemudahan membandingkan produk melalui marketplace serta social commerce membuat persaingan semakin ketat.

Konsumen dapat membandingkan desain, kualitas, dan harga dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat produsen tidak cukup hanya menawarkan pakaian dengan tampilan menarik.

Merek juga dituntut mempunyai identitas, memahami kebutuhan konsumen, menjaga kualitas, serta menawarkan harga yang sesuai dengan nilai produknya.

“Kami tidak ingin merespons market hanya dengan memperbanyak produk atau perang harga. Justru kami ingin semakin tepat dalam menghadirkan produk,” katanya.

Sensitivitas konsumen terhadap harga juga diperkirakan memengaruhi pasar busana Lebaran 2027.

Konsumen tidak selalu mencari produk termurah, tetapi semakin memperhitungkan manfaat yang diperoleh dari harga yang dibayarkan.

Koleksi yang dapat digunakan kembali setelah Lebaran berpotensi lebih diminati karena dinilai memberikan value for money.

Untuk koleksi Grande 2027, harga setiap produk berada pada kisaran Rp 100.000-400.000an. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Doa dan Niat
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Aktual
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Aktual
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Aktual
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Aktual
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Shalat Istikharah untuk Memilih Jodoh, Begini Tata Cara dan Doanya
Shalat Istikharah untuk Memilih Jodoh, Begini Tata Cara dan Doanya
Doa Harian
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Aktual
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
Aktual
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
Aktual
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Aktual
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar