Editor
BANDUNG, KOMPAS.com — Berdiri, rukuk, dan sujud membutuhkan tubuh yang mampu bergerak dengan nyaman.
Menjaga kesehatan tulang belakang dapat menjadi bagian dari ikhtiar merawat kemampuan tubuh untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk beribadah.
Dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine), menjelaskan bahwa kesehatan tulang belakang tidak hanya berkaitan dengan kondisi tulang. Kekuatan otot yang menopangnya juga perlu dijaga.
Menurut Asrafi, massa otot cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuatan otot adalah melalui latihan beban.
Baca juga: Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Latihan tersebut membantu memperkuat otot di sekitar tulang belakang. Otot yang kuat turut menopang struktur tulang belakang, termasuk bantalan antarruas, ligamen, sendi, dan tulang.
"Karena itu, latihan beban tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang ingin membentuk tubuh. Latihan ini juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kekuatan otot dan kesehatan tubuh," tutur Asrafi seusai Media Gathering “Penanganan Terkini Problem Tulang Belakang dengan Navigasi Robotic” di Bandung, belum lama ini.
Olahraga seperti berenang, berlari, bersepeda, tenis, atau padel tetap bermanfaat. Namun, Asrafi menjelaskan, aktivitas tersebut tidak secara khusus menggantikan latihan beban untuk membangun kekuatan otot.
Asrafi mengatakan, menjalani operasi tulang belakang tidak berarti seseorang harus berhenti berolahraga selamanya. Pada umumnya, operasi bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien agar dapat kembali beraktivitas.
Meski demikian, waktu untuk kembali berolahraga bergantung pada kondisi pasien dan jenis operasi yang dijalani. Pada masa awal pemulihan, terutama sekitar bulan pertama, dokter dapat membatasi aktivitas berat atau gerakan tertentu, seperti membungkuk dan menunduk.
Pembatasan itu merupakan bagian dari proses pemulihan dan tidak selalu berlaku dalam jangka panjang. Setelah kondisinya memungkinkan dan mendapat izin dokter, pasien dapat meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap.
Pasien pascaoperasi juga sebaiknya tidak melakukan traksi atau latihan tertentu di rumah tanpa arahan tenaga medis. Jenis latihan perlu disesuaikan dengan kondisi jaringan dan saraf, serta tindakan operasi yang telah dijalani.
Baca juga: Nyeri karena Bantalan Tulang Belakang Bikin Tak Bisa Duduk Lama
Dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine) saat menjelaskan kesehatan tulang belakang. Asrafi menjelaskan, tulang belakang memiliki struktur yang kompleks karena terdiri dari tulang, sendi, bantalan antarruas, ligamen, dan saraf.
Pada sebagian pasien, masalah tulang belakang dapat membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk operasi.
Seiring perkembangan teknik bedah, operasi tulang belakang dapat dilakukan melalui pendekatan minimal invasive spine surgery yang ditujukan untuk mengurangi gangguan pada jaringan.
Teknologi navigasi robotik juga digunakan untuk membantu dokter merencanakan tindakan dan menentukan posisi pemasangan implan saat operasi.
Salah satu teknologi yang digunakan RS Premier Bintaro adalah Globus ExcelsiusGPS. Menurut Asrafi, sistem navigasi robotik ini dapat membantu dokter menangani kasus dengan anatomi tulang belakang yang kompleks, termasuk skoliosis.
Dalam prosedur yang memerlukan pemasangan sekrup pada ruas tulang belakang, ketepatan posisi implan menjadi perhatian penting.
Asrafi menekankan bahwa robotik berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan akurasi tindakan, sementara keputusan dan pelaksanaan operasi tetap berada pada dokter.
Meski pilihan penanganan terus berkembang, menjaga kekuatan otot tetap menjadi bagian penting dari upaya merawat tulang belakang.
Bagi pasien yang telah menjalani operasi, kembali bergerak dan berolahraga perlu dilakukan bertahap sesuai arahan dokter agar aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, dapat dijalani sesuai kemampuan tubuh.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.