Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas

Kompas.com, 23 September 2026, 08:21 WIB
Reni Susanti

Editor

BANDUNG, KOMPAS.com — Berdiri, rukuk, dan sujud membutuhkan tubuh yang mampu bergerak dengan nyaman.

Menjaga kesehatan tulang belakang dapat menjadi bagian dari ikhtiar merawat kemampuan tubuh untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk beribadah.

Dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine), menjelaskan bahwa kesehatan tulang belakang tidak hanya berkaitan dengan kondisi tulang. Kekuatan otot yang menopangnya juga perlu dijaga.

Menurut Asrafi, massa otot cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuatan otot adalah melalui latihan beban.

Baca juga: Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental

Latihan tersebut membantu memperkuat otot di sekitar tulang belakang. Otot yang kuat turut menopang struktur tulang belakang, termasuk bantalan antarruas, ligamen, sendi, dan tulang.

"Karena itu, latihan beban tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang ingin membentuk tubuh. Latihan ini juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kekuatan otot dan kesehatan tubuh," tutur Asrafi seusai Media Gathering “Penanganan Terkini Problem Tulang Belakang dengan Navigasi Robotic” di Bandung, belum lama ini. 

Olahraga seperti berenang, berlari, bersepeda, tenis, atau padel tetap bermanfaat. Namun, Asrafi menjelaskan, aktivitas tersebut tidak secara khusus menggantikan latihan beban untuk membangun kekuatan otot.

Setelah operasi, bisakah kembali berolahraga?

Asrafi mengatakan, menjalani operasi tulang belakang tidak berarti seseorang harus berhenti berolahraga selamanya. Pada umumnya, operasi bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien agar dapat kembali beraktivitas.

Meski demikian, waktu untuk kembali berolahraga bergantung pada kondisi pasien dan jenis operasi yang dijalani. Pada masa awal pemulihan, terutama sekitar bulan pertama, dokter dapat membatasi aktivitas berat atau gerakan tertentu, seperti membungkuk dan menunduk.

Pembatasan itu merupakan bagian dari proses pemulihan dan tidak selalu berlaku dalam jangka panjang. Setelah kondisinya memungkinkan dan mendapat izin dokter, pasien dapat meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap.

Pasien pascaoperasi juga sebaiknya tidak melakukan traksi atau latihan tertentu di rumah tanpa arahan tenaga medis. Jenis latihan perlu disesuaikan dengan kondisi jaringan dan saraf, serta tindakan operasi yang telah dijalani.

Baca juga: Nyeri karena Bantalan Tulang Belakang Bikin Tak Bisa Duduk Lama

Teknologi bantu dokter dalam operasi

Dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine) saat menjelaskan kesehatan tulang belakang. Dok RD PREMIER BINTARO Dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine) saat menjelaskan kesehatan tulang belakang.

Asrafi menjelaskan, tulang belakang memiliki struktur yang kompleks karena terdiri dari tulang, sendi, bantalan antarruas, ligamen, dan saraf.

Pada sebagian pasien, masalah tulang belakang dapat membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk operasi.

Seiring perkembangan teknik bedah, operasi tulang belakang dapat dilakukan melalui pendekatan minimal invasive spine surgery yang ditujukan untuk mengurangi gangguan pada jaringan.

Teknologi navigasi robotik juga digunakan untuk membantu dokter merencanakan tindakan dan menentukan posisi pemasangan implan saat operasi.

Salah satu teknologi yang digunakan RS Premier Bintaro adalah Globus ExcelsiusGPS. Menurut Asrafi, sistem navigasi robotik ini dapat membantu dokter menangani kasus dengan anatomi tulang belakang yang kompleks, termasuk skoliosis.

Dalam prosedur yang memerlukan pemasangan sekrup pada ruas tulang belakang, ketepatan posisi implan menjadi perhatian penting.

Asrafi menekankan bahwa robotik berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan akurasi tindakan, sementara keputusan dan pelaksanaan operasi tetap berada pada dokter.

Meski pilihan penanganan terus berkembang, menjaga kekuatan otot tetap menjadi bagian penting dari upaya merawat tulang belakang.

Bagi pasien yang telah menjalani operasi, kembali bergerak dan berolahraga perlu dilakukan bertahap sesuai arahan dokter agar aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, dapat dijalani sesuai kemampuan tubuh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
Aktual
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
Aktual
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Aktual
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Aktual
Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Karya Terbaik Akan Disampaikan ke Prabowo
Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Karya Terbaik Akan Disampaikan ke Prabowo
Aktual
Tema dan Logo Hari Santri 2026 Diluncurkan, Ini Rangkaian Acaranya
Tema dan Logo Hari Santri 2026 Diluncurkan, Ini Rangkaian Acaranya
Aktual
Niat dalam Hati atau Diucapkan? Ini Penjelasan Ulama
Niat dalam Hati atau Diucapkan? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar