Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi

Kompas.com, 22 September 2026, 21:10 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di antara para sahabat Nabi Muhammad SAW, Zubair bin Al-Awwam memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Ia dikenal sebagai Hawari Rasulullah, yakni pembela setia yang selalu berada di barisan depan ketika Islam menghadapi berbagai ujian. Gelar tersebut diberikan langsung oleh Rasulullah SAW melalui hadis sahih, sehingga menjadi salah satu keutamaan terbesar yang dimiliki Zubair.

Zubair bin Al-Awwam tercatat dalam Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dan At-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibnu Sa'd. Kedua sumber tersebut menyebutkan bahwa Zubair berasal dari Bani Asad, putra Al-Awwam bin Khuwailid dan Shafiyyah binti Abdul Muththalib, sehingga ia merupakan sepupu Rasulullah SAW dari garis ibu.

Termasuk Golongan Pertama yang Memeluk Islam

Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa Zubair termasuk as-sābiqūn al-awwalūn, yaitu golongan awal yang menerima dakwah Islam. Ia memeluk Islam ketika masih berusia belia melalui dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq, lalu tetap teguh mempertahankan keimanannya meski menghadapi tekanan dari keluarganya.

Baca juga: Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?

Dalam Al-Iṣābah juga disebutkan bahwa Zubair berhijrah ke Habasyah dan kemudian ke Madinah bersama kaum Muslimin. Keteguhannya sejak usia muda menjadikannya salah satu sahabat yang paling awal mengorbankan kenyamanan demi membela agama Allah.

Mengapa Dijuluki Hawari Rasulullah?

Keutamaan terbesar Zubair adalah gelar Hawari yang diberikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Kata hawari bermakna penolong, pembela, atau sahabat setia yang membela perjuangan seorang nabi.

Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah RA:

إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوَارِيًّا وَحَوَارِيَّ الزُّبَيْرُ

Inna likulli nabiyyin ḥawāriyyan, wa ḥawāriyya az-Zubair.

Artinya: “Setiap nabi memiliki seorang hawari (penolong setia), dan hawariku adalah Zubair.” (HR Sahih al-Bukhari No. 3719; Sahih Muslim No. 2415). 

Baca juga: Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri

Hadis ini menunjukkan kedudukan yang sangat tinggi. Para ulama menjelaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan Rasulullah terhadap loyalitas, keberanian, dan kesetiaan Zubair dalam membela dakwah Islam.

Pembela Nabi di Medan Perjuangan

Dalam berbagai peperangan besar seperti Badar, Uhud, Khandaq, dan Hunain, Zubair selalu berada di sisi Rasulullah SAW. Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa ia termasuk sahabat yang paling berani menghadapi musuh serta dipercaya menjalankan misi-misi penting.

Salah satu peristiwa yang masyhur terjadi pada Perang Khandaq ketika Rasulullah membutuhkan seseorang untuk mengintai pergerakan Bani Qurayzhah. Zubair memenuhi panggilan itu tanpa ragu, bahkan Rasulullah mengulanginya hingga tiga kali sebagai bentuk penegasan atas keberaniannya. Riwayat ini memperlihatkan betapa besarnya kepercayaan Nabi kepada Zubair sebagai pembela umat.

Baca juga: ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam

Termasuk Sepuluh Sahabat yang Dijamin Surga

Selain dijuluki Hawari Rasulullah, Zubair juga termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang mendapat kabar gembira masuk surga (al-‘asyarah al-mubasyyarūna bil-jannah). Keutamaan ini diriwayatkan dalam hadis sahih yang menyebut nama-nama para sahabat tersebut secara langsung.

Kedudukan itu tidak diperoleh karena nasab atau kedekatan keluarga semata, melainkan karena iman, pengorbanan, dan konsistensinya dalam membela Islam sejak masa-masa awal dakwah hingga akhir hayatnya.

Keteguhan yang Selaras dengan Al-Qur'an

Keteladanan Zubair sejalan dengan firman Allah SWT tentang orang-orang beriman yang menepati janji mereka kepada Allah.

Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab Ayat 23:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

Minal-mu’minīna rijālun ṣadaqū mā ‘āhadullāha ‘alaihi, faminhum man qaḍā naḥbahū wa minhum may yantaẓir, wa mā baddalū tabdīlā.

Baca juga: Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi

Artinya: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada pula yang menunggu, dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.”

Ayat ini menggambarkan karakter para sahabat yang istiqamah dalam perjuangan. Zubair menjadi salah satu teladan nyata bagaimana seorang mukmin menjaga komitmennya kepada Allah hingga akhir hayat.

Warisan Keteladanan Zubair

Kisah Zubair bin Al-Awwam mengajarkan bahwa membela agama tidak selalu berarti mengangkat senjata. Yang lebih utama adalah memiliki keberanian membela kebenaran, menjaga amanah, dan tetap setia kepada nilai-nilai Islam dalam setiap keadaan.

Sebagai Hawari Rasulullah, Zubair dikenang bukan karena kekuatan fisiknya semata, tetapi karena kesetiaan yang tidak tergoyahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Keteladanannya menjadi inspirasi bagi setiap Muslim agar menjadi pembela kebaikan dengan ilmu, akhlak, dan keberanian yang dilandasi keimanan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
Aktual
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Aktual
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Aktual
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Aktual
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Aktual
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Aktual
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar