Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam

Kompas.com, 22 September 2026, 15:21 WIB
Reni Susanti

Editor


BIREUEN, KOMPAS.com — Rumah Amal Salman dan Institut Teknologi Bandung (ITB) membangun tiga hunian sementara dan satu musala untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Setiap hunian dapat ditempati dua keluarga. Selain memenuhi kebutuhan tempat tinggal, fasilitas tersebut diharapkan membantu warga kembali bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bangunan dirancang secara fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, baik selama masa pemulihan maupun setelah tidak lagi digunakan sebagai hunian sementara.

Baca juga: Bencana Bukan Alasan untuk Pasrah, Begini Sikap Muslim Menghadapinya

Rangka Berdiri dalam 3 Jam

Arsitek ITB Andry Widyowijatnoko mengatakan, kecepatan konstruksi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merancang bangunan tersebut.

Bangunan menggunakan atap mansard dengan sistem rangka yang memungkinkan komponennya dipotong dan disiapkan terlebih dahulu. Komponen tersebut kemudian dibawa dan dirakit di lokasi pembangunan.

Menurut Andry, metode precut atau prefabrikasi itu dapat mempercepat proses pembangunan.

“Tiga rangka penuh berdiri dengan tambahan beberapa gording terpasang bisa didirikan dalam waktu hanya 3 jam 22 menit,” ujar Andry.

Desain bangunan juga disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan kondisi di Bireuen, termasuk ketersediaan kayu sebagai material utama serta keterampilan tenaga kerja setempat.

Atap mansard menghasilkan volume ruang yang lebih besar sehingga dapat mendukung sirkulasi udara, kenyamanan suhu, dan kualitas ruang bagi penghuninya.

Andry mengatakan, konsep serupa dapat diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan budaya bermukim, kebutuhan ruang, material lokal, dan keterampilan pekerja di masing-masing wilayah.

Baca juga: Khutbah Idul Adha Mendiktisaintek di ITB: Jaga Keikhlasan, Ketakwaan, dan Kepedulian Sesama

Warga Kembali Bekerja

Kebutuhan tempat tinggal menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat Bireuen setelah bencana.

Seorang keuchik atau kepala desa setempat mengatakan, bencana menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan rumah, tempat bekerja, lahan pertanian, dan kebun produktif.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menyewa rumah ataupun membeli lahan untuk membangun kembali tempat tinggal.

Menurut dia, keberadaan hunian sementara membantu warga kembali bekerja tanpa harus memikirkan biaya sewa dan persoalan tempat tinggal.

“Masyarakat yang sudah menempatinya sekarang sudah aktif bekerja tanpa memikirkan lagi beban sewa ataupun tempat tinggal,” ujarnya.

Dapat Dialihfungsikan

Pemerintah gampong berencana mempertahankan bangunan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selama masih diperlukan, bangunan akan digunakan sebagai hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

Setelah kebutuhan tempat tinggal terpenuhi, bangunan dapat dialihfungsikan menjadi fasilitas umum sesuai kebutuhan masyarakat.

Fasilitas tersebut antara lain dapat dimanfaatkan sebagai ruang taman kanak-kanak, taman pendidikan Al Quran (TPA), balai pengajian, musala, atau gudang desa.

Pembangunan tiga hunian sementara dan satu musala itu diinisiasi Rumah Amal Salman bersama ITB dan Paragon Corp.

Program tersebut juga melibatkan DPMK ITB, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, Universitas Sumatera Utara (USU), Corporate Real Estate Management (CREM), serta Kahf.

Kolaborasi itu diharapkan tidak hanya menyediakan tempat berteduh, tetapi juga menghadirkan ruang yang dapat mendukung masyarakat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak setelah bencana.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
Aktual
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Aktual
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Aktual
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Aktual
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Aktual
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Aktual
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar