Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN

Kompas.com, 23 September 2026, 19:55 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Awal puasa 2027 atau 1 Ramadhan 1448 H diperkirakan jatuh pada Februari 2027.

Informasi ini perlu diperhatikan karena Muhammadiyah, NU, BRIN dan pemerintah seringkali memiliki metode berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Dalam menentukan awal puasa Ramadhan 2027, Muhammadiyah telah memiliki acuan melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), BRIN menggunakan perhitungan astronomi, sedangkan penetapan menurut NU dan pemerintah masih menunggu hasil hisab dan rukyatul hilal.

Baca juga: KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 1448 H/2027

Berikut perkiraan awal Ramadhan 2027 dan jadwalnya menurut masing-masing metode.

Baca juga: Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah

Awal Puasa Ramadhan 2027 Menurut Muhammadiyah

Menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1448 H pada Senin, 8 Februari 2027.

Ramadhan 1448 H dalam kalender tersebut berlangsung selama 29 hari dan berakhir pada Senin, 8 Maret 2027.

KHGT menggunakan hisab hakiki kontemporer atau perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan. Penentuannya menggunakan kriteria visibilitas hilal dalam sistem kalender global Muhammadiyah.

Awal Puasa Ramadhan 2027 Menurut NU

NU belum menetapkan 1 Ramadhan 1448 H. Penetapan akan dilakukan menjelang Ramadhan berdasarkan hasil rukyatul hilal.

NU menggunakan rukyatul hilal sebagai dasar penentuan awal bulan, dengan hisab sebagai alat bantu. Pengamatan hilal dilakukan pada akhir Sya'ban untuk menentukan apakah bulan Ramadhan sudah masuk.

Awal Puasa Ramadhan 2027 Menurut BRIN

Analisis astronomi peneliti BRIN juga memperkirakan 1 Ramadhan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Secara umum, BRIN menggunakan pendekatan ilmu astronomi dan ilmu falak yang berperan penting dalam menentukan posisi hilal secara ilmiah.

Analisis tersebut juga kerap membandingkan dengan kriteria MABIMS, Turki/KHGT, dan Ummul Quro. Ketiga kriteria tersebut menghasilkan tanggal awal Ramadhan.

Awal Puasa Ramadhan 2027 Menurut Pemerintah

Pemerintah juga belum secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1448 H sebagai awal puasa Ramadhan 2027

Penetapan tanggal resmi 1 Ramadhan akan ditetapkan pemerintah setelah sidang isbat dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal.

Biasanya, sidang isbat awal Ramadhan digelar pada 29 Syaban oleh Kementerian Agama dan lembaga terkait.

Kapan Umat Islam Mulai Puasa Ramadhan 2027?

Umat Islam akan mulai menjalankan puasa setelah masuk 1 Ramadhan 1448 H.

Di Indonesia, tanggal awal puasa dapat mengikuti ketetapan organisasi Islam masing-masing atau keputusan pemerintah melalui sidang isbat.

Perbedaan tanggal awal puasa dapat terjadi karena metode dan kriteria penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan tidak sama.

Muhammadiyah menggunakan KHGT, NU menggunakan rukyatul hilal dengan hisab sebagai alat bantu, sedangkan pemerintah menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Doa dan Niat
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU
Aktual
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Awal Puasa Ramadhan 2027 Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Aktual
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Libur Lebaran 2027: Tanggal Merah dan Cuti Bersama, Bisa Liburan Sampai 10 Hari
Aktual
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Menunda Bayar Utang Padahal Mampu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Kapan Wasiat Menjadi Sunnah dan Kapan Bisa Menjadi Wajib?
Aktual
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Apa Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Shalat Istikharah untuk Memilih Jodoh, Begini Tata Cara dan Doanya
Shalat Istikharah untuk Memilih Jodoh, Begini Tata Cara dan Doanya
Doa Harian
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Awal Puasa 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Perkiraan Pemerintah
Aktual
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
103 Jemaah Gagal Umrah, Kemenhaj Blokir PT Gema Suara Talbia
Aktual
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
MUI Minta Menkeu Suahasil Tak Banyak Utang: Tidak Baik
Aktual
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Aktual
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Dokter Ungkap Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang untuk Menunjang Ibadah dan Aktivitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar