Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana

Kompas.com, 24 September 2026, 09:56 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com — Gerakan Pemuda (GP) Ansor membentuk Satuan Tugas (Satgas) Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 sebagai upaya memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah berbagai bencana alam dan kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Satgas tersebut akan menggerakkan seluruh perangkat organisasi GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Rijalul Ansor untuk terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan di sejumlah daerah di Indonesia.

Peresmian sekaligus pelepasan Satgas Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 dilakukan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin di Masjid KH Abdurrahman Wahid, Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran Muktamar ke-36 NU di Jombang.

"Kita bahu membahu membangun persatuan dan gotong royong meringankan beban masyarakat terdampak bencana," kata Addin dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Baca juga: Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya

Bersih-bersih Sungai se-Indonesia

Salah satu agenda utama Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 adalah gerakan bersih-bersih sungai secara serentak di berbagai daerah.

Selain itu, Satgas akan terlibat dalam penanganan banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung api, gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga persoalan kekeringan dan kebutuhan air bersih.

Menurut Addin, gerakan bersih-bersih sungai dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran sungai dan mencegah pencemaran lingkungan.

"Selain untuk memitigasi banjir dan mencegah pencemaran lingkungan, kita juga ingin menjaga kualitas air bersih serta mendaur ulang limbah-limbah yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Gerakan tersebut, lanjut Addin, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diluncurkan pemerintah pada awal 2026 untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

Libatkan Seluruh Perangkat Organisasi

Addin meminta seluruh perangkat organisasi GP Ansor mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung gerakan kemanusiaan tersebut.

"Seluruh perangkat sumber daya organisasi agar digerakkan. Singsingkan lengan baju kita, keluarkan sumber daya kita dan kelola personel organisasi untuk kemaslahatan Indonesia," kata Addin.

Menurut dia, aksi kemanusiaan tidak hanya menjadi respons terhadap bencana yang sudah terjadi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan dan solidaritas masyarakat.

Satgas diharapkan dapat bergerak sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing daerah.

Dalam pelaksanaannya, GP Ansor akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sektor swasta, hingga elemen masyarakat.

Rijalul Ansor Gelar Gerakan Spiritual Kebangsaan

Selain aksi sosial dan penanganan bencana, Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 juga akan diisi kegiatan spiritual melalui Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor.

Addin mengatakan gerakan tersebut akan dikemas sebagai gerakan spiritual kebangsaan.

"Selain itu MDS Rijalul Ansor akan melakukan gerakan spiritual kebangsaan, dimulai dari ziarah makam raja-raja Nusantara, para ulama, peringatan Maulid Nabi, shalat istisqa, pemberian ijazah, dan doa untuk bangsa," ujarnya.

Baca juga: Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat dimensi spiritual sekaligus memperkokoh persatuan kebangsaan.

Dengan menggabungkan aksi sosial, penanganan bencana, kepedulian lingkungan, serta kegiatan spiritual, GP Ansor berharap Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 dapat menjadi gerakan bersama untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di berbagai daerah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Aktual
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Aktual
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
Aktual
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Aktual
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
Aktual
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Aktual
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Aktual
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Aktual
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Aktual
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Mengapa Surah Maryam Sering Dibaca? Ini Keutamaan dan Kandungannya
Mengapa Surah Maryam Sering Dibaca? Ini Keutamaan dan Kandungannya
Doa Harian
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Kapan Awal Ramadhan 2027? Catat Prediksi Jadwal Puasa Ramadhan 1448 H
Aktual
Menag Berhentikan Rektor UINSA Surabaya Akh Muzakki
Menag Berhentikan Rektor UINSA Surabaya Akh Muzakki
Aktual
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar