Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam

Kompas.com, 24 September 2026, 12:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Istilah keramat sering dikaitkan dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki seseorang, mulai dari kisah para wali hingga berbagai cerita yang berkembang di masyarakat.

Akibatnya, tidak sedikit orang mengira keramat identik dengan kesaktian atau kejadian ajaib yang selalu tampak di hadapan manusia.

Padahal, dalam khazanah tasawuf Islam, makna keramat jauh lebih dalam. Kitab Al-Hikam karya Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari menjelaskan bahwa kemuliaan seorang hamba tidak diukur dari keajaiban yang dimilikinya, melainkan dari istiqamah dalam menaati Allah SWT.

Karena itu, memahami keramat harus dimulai dari Al-Qur'an, hadis sahih, dan penjelasan ulama.

Apa Itu Kitab Al-Hikam?

Al-Hikam atau Al-Hikam al-'Atha'iyyah adalah kitab tasawuf klasik yang ditulis oleh Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari, seorang ulama besar Mesir yang wafat pada tahun 709 Hijriah.

Beliau dikenal sebagai ahli fikih mazhab Maliki sekaligus tokoh Tarekat Syadziliyah yang banyak menulis tentang penyucian jiwa dan perjalanan spiritual seorang mukmin.

Baca juga: Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag

Kitab ini bukan kitab hadis maupun kitab fikih, melainkan kumpulan hikmah atau aforisme yang berisi nasihat tentang ikhlas, tawakal, ridha, syukur, dan istiqamah. Karena itu, ketika Al-Hikam berbicara tentang keramat, pembahasannya lebih menekankan pembinaan hati daripada pencarian keajaiban lahiriah.

Apa Makna Keramat Menurut Islam?

Dalam istilah akidah, keramat adalah perkara luar biasa yang Allah anugerahkan kepada wali-Nya sebagai bentuk pemuliaan.

Keramat bukan hasil latihan, ilmu kesaktian, ataupun kemampuan yang dapat diperoleh manusia dengan usahanya sendiri.

Menurut Imam Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam, seorang mukmin tidak seharusnya menjadikan keramat sebagai tujuan ibadah.

Beliau menegaskan bahwa karamah terbesar justru ketika Allah meneguhkan seorang hamba dalam ketaatan dan menjaganya dari kemaksiatan. Dengan demikian, istiqamah lebih mulia daripada mengejar pengalaman-pengalaman yang menakjubkan.

Baca juga: Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya

Al-Qur'an Menjelaskan Siapa Wali Allah

Landasan tentang keramat berawal dari penjelasan Al-Qur'an mengenai sifat para wali Allah. Allah tidak menyebut mereka karena memiliki kemampuan ajaib, melainkan karena iman dan ketakwaannya.

Allah berfirman dalam QS Yunus Ayat 62–63: 

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ۝٦٢ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ ۝٦٣

Alā inna auliyā'allāhi lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn. Allażīna āmanū wa kānū yattaqūn

Artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.”

Ayat ini menunjukkan bahwa ukuran kewalian adalah iman dan takwa. Para mufasir menjelaskan bahwa keramat hanyalah kemungkinan karunia Allah, sedangkan syarat menjadi wali adalah ketakwaan yang terus dijaga.

Hadis Qudsi tentang Kedekatan dengan Allah

Rasulullah SAW juga menjelaskan bagaimana seorang hamba mencapai kedudukan mulia di sisi Allah melalui ibadah, bukan melalui pencarian keramat.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Wa mā yazālu ‘abdī yataqarrabu ilayya bin-nawāfili ḥattā uḥibbah.

Artinya: “Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR Sahih al-Bukhari No. 6502). 

Baca juga: Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?

Hadis qudsi ini menjadi dasar penting dalam tasawuf. Kedekatan kepada Allah dibangun melalui ibadah wajib dan sunnah.

Apabila Allah menghendaki, Dia dapat menganugerahkan keramat kepada hamba-Nya, tetapi keramat bukan tujuan yang dikejar.

Keramat Berbeda dengan Mukjizat dan Istidraj

Para ulama membedakan tiga istilah yang sering disalahpahami. Mukjizat adalah perkara luar biasa yang Allah berikan kepada para nabi sebagai bukti kerasulan.

Keramat diberikan kepada wali Allah sebagai bentuk pemuliaan, sedangkan istidraj adalah kenikmatan atau kemampuan luar biasa yang justru menjadi ujian bagi orang yang jauh dari Allah.

Karena itu, setiap kejadian menakjubkan tidak otomatis disebut keramat. Ukurannya tetap kembali kepada akidah, ketakwaan, dan kesesuaiannya dengan syariat Islam.

Karamah Terbesar Adalah Istiqamah

Pesan utama Al-Hikam adalah mengalihkan perhatian seorang mukmin dari kekaguman terhadap keajaiban menuju kesungguhan dalam beribadah.

Imam Ibnu Athaillah mengajarkan bahwa hati yang konsisten menjaga shalat, jujur, sabar, dan ikhlas jauh lebih bernilai daripada mengejar pengakuan sebagai orang yang memiliki karamah.

Baca juga: Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah

Dengan demikian, makna keramat dalam Islam bukanlah kesaktian yang membuat seseorang tampak istimewa di mata manusia.

Keramat sejati adalah ketika Allah menjaga seorang hamba agar tetap istiqamah, semakin dekat kepada-Nya, dan semakin baik akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam kitab Al-Hikam, Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari mengingatkan bahwa seorang murid tidak boleh menjadikan karamah sebagai tujuan ibadah. Salah satu hikmahnya menyebut, “Bisa jadi seseorang dianugerahi karamah, padahal belum sempurna istiqamahnya.”

Para ulama dalam syarah Al-Hikam kemudian menjelaskan bahwa kemuliaan seorang wali tidak diukur dari keajaiban yang tampak, melainkan dari istiqamah dalam iman dan ketaatan kepada Allah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Aktual
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Aktual
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Aktual
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Aktual
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Aktual
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Aktual
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
Aktual
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Aktual
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
MUHI Rekam 77 Tahun Perjalanan dalam Buku, Haedar Nashir: Sejarah Perlu Diwariskan
Aktual
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Jangan Gengsi Membungkus Sisa Makanan, Ini Pesan Rasulullah
Aktual
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun dari Dana Pribadi, Ditargetkan Digunakan 2027
Aktual
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN Tanggal Berapa? Ini Prediksi Ramadan 1448 H
Aktual
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Aktual
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027: Ada Potensi Liburan 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar