Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dzikir Penenang Hati: Hasbunallah wa Ni'mal Wakil

Kompas.com, 2 Januari 2026, 23:13 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Hasbunallah wa ni’mal wakil menjadi salah satu dzikir yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Bacaan dzikir ini termasuk dzikir yang pendek tetapi mempunyai makna dan keutamaan yang luar biasa.

Bacaan hasbunallah wa ni’mal wakiil berasal dari penggalan surat Ali Imran ayat 173. Dalam Tafsir As Sa’di, ayat ini menjelaskan tentang kondisi umat Islam yang baru saja mengalami kekalahan di Perang Uhud.

Baca juga: Bacaan Dzikir Singkat Setelah Shalat Lengkap dengan Terjemahannya

Sejarah Bacaan Hasbunallah wa Ni'mal Wakil

Dalam kondisi yang masih penuh luka dan menderita kekalahan, mental sudah sangat lelah dan rapuh, terdengar kabar bahwa kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan telah mengumpulkan pasukan untuk kembali menyerang.

Seorang utusan memberitahukan hal tersebut dan meminta agar pasukan Islam takut dengan berita tersebut. Akan tetapi, hal itu justru menjadi penyemangat dan menambah keimanan mereka sehingga mengucapkan hasbunallah wa ni’mal wakil.

Dzikir ini menjadi penenang hati bagi kaum Muslimin di tengah masalah besar yang dihadapi. Tidak ada rasa takut dan khawatir karena Allah SWT selalu menjadi penolong dan pelindung terbaik.

Baca juga: 5 Dzikir Ringan Namun Berat di Timbangan

Bacaan Hasbunallah wa Ni’mal Wakil

Berikut ini bacaan hasbunallah wa ni’mal wakil lengkap dengan teks Arab, Latin, dan Terjemahannya:

Arab:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latin:

Hasbunallaah wa ni’mal wakiil.

Artinya:

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

Baca juga: 3 Dzikir Pendek Penghapus Dosa

Makna Bacaan Hasbunallah wa Ni’mal Wakil

Dalam tafsir Jalalain, makna dari kalimat hasbunallah wa ni’mal wakil adalah bahwa Allah SWT sudah mencukupi untuk menyelesaikan segala urusan mereka dan menjadi tempat bersandar dari segala urusan.

Artinya, ketika seseorang mengucapkan kalimat ini, tidak ada rasa takut dalam hati kaum muslim karena pemahaman bahwa Allah SWT akan menjadi penolong dan pelindung dalam segala urusan sehingga hati menjadi tenang.

Keutamaan Membaca Hasbunallah wa Ni’mal Wakil

Bacaan ini dapat diamalkan ketika sedang menghadapi kesulitan yang cukup berat. Kalimat ini juga diucapkan Nabi Ibrahim AS ketika hendak dilemparkan ke dalam api. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Baca juga: Doa Pagi agar Hati Tenang dan Hari Diberkahi, Lengkap dengan 5 Bacaan Dzikir Pendek

"Kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api adalah, 'Hasbunallahu wa nikmal wakil'." (H.R. Bukhari).

Dengan mengucapkan doa tersebut, keimanan bertambah menjadi kuat dan memunculkan ketenangan hati dan keberanian dari dalam diri untuk menghadapi hal yang sulit dengan keyakinan bahwa Allah akan senantiasa memberikan pertolongan dan perlindungan.

Sementara Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan bahwa ketika seseorang sedang menghadapi urusan yang besar, dianjurkan untuk membaca bacaan ini sehingga hati menjadi tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
Aktual
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com