Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Dzikir Pendek Penghapus Dosa

Kompas.com, 31 Oktober 2025, 09:45 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Manusia selama hidupnya tidak pernah lepas dari salah dan dosa, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Berbuat salah dan dosa adalah sifat manusia, bahkan nenek moyang manusia juga melakukan dosa.

Ketika melakukan kesalahan dan dosa, manusia diperintahkan untuk mengikutinya dengan melakukan kebaikan. Kebaikan yang dilakukan akan menghilangkan keburukan. 

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya: “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (H.R. At Tirmidzi).

Baca juga: Dzikir Pagi dan Petang, Amalan Rasulullah untuk Mendapat Perlindungan dan Keberkahan

Salah satu kebaikan yang dapat dilakukan adalah berdzikir kepada Allah SWT. Ada beberapa dzikir yang dapat menjadi penghapus dosa dan kesalahan.

1. Membaca Istighfar

Istighfar adalah dzikir memohon ampunan Allah SWT. Orang yang senantiasa berdzikir, maka dosa-dosanya akan dihapuskan Allah SWT.

يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ

Artinya: “Wahai anak adam seandainya dosamu menjulang tinggi ke langit, lalu engkau banyak istighfar dan banyak memohon ampun kepadaku maka aku ampuni dosa-dosamu." (H.R. At Tirmidzi)

Bacaan dzikir adalah أَسْتَغْفِرُ اللهَ yang artinya Aku Mohon ampunan Allah.

Baca juga: Bacaan Doa dan Dzikir agar Diberikan ketenangan Hati dan Pikiran

2. Membaca Tahlil

Ucapan tahlil adalah لا إلهَ إِلاَّ اللهُ (Laa ilaaha Illallaah) yang artinya Tiada ilah selain Allah. Dengan memperbanyak bacaan tahlil, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa manusia.

Imam Nawawi Al Bantani dalam kitab Kasyifatus Saja menyatakan barangsiapa yang membaca dzikir lailaha Illallah tiga kali di setiap harinya maka dosa yang dibuatnya setiap hari itu tertebus (dihapus).

3. Membaca Tasbih

Membaca tasbih dengan lafal سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (subhanallahi wabihamdihi) yang artinya Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya akan dapat menghapuskan dosa.

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barang siapa membaca ‘subhanallahi wabihamdihi’ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” (H.R. Muslim).

Baca juga: 18 Bacaan Sholawat Nabi yang Bisa Dibaca Saat Maulid Nabi

4. Membaca Shalawat

Membaca shalawat اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Allaahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad) juga dapat menghapuskan dosa atau keburukan.

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ 

Artinya: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta menghapus sepuluh kejelekannya.“ (H.R. Ahmad).

Itulah empat dzikir pendek yang bisa diamalkan setiap harinya agar diampuni dosa-dosanya. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com