Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Kompas.com, 2 Januari 2026, 18:25 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Lebaran Idul Fitri 2026 masih sekitar 77 hari lagi jika dihitung dari Jumat (2/1/2025). Tak heran, pertanyaan lebaran 2026 jatuh pada tanggal berapa dan lebaran 2026 berapa hari lagi mulai ramai dicari seiring mendekatnya bulan Ramadan.

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen penting yang selalu dinanti umat Islam di Indonesia.

Selain sebagai penanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan, Lebaran juga identik dengan tradisi mudik, silaturahmi keluarga, hingga libur panjang nasional.

Baca juga: Lebaran 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwal Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian publik karena adanya perbedaan metode penentuan antara Pemerintah dan organisasi Islam, salah satunya Muhammadiyah.

Idul Fitri 2026 Menurut Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah yang diterbitkan pada September 2025.

Penetapan ini menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni sistem penanggalan Islam berbasis data astronomi global.

Dengan metode ini, awal bulan kamariah ditentukan secara universal dan tidak bergantung pada hasil rukyatul hilal di lokasi tertentu.

Sebelum menerapkan KHGT, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang menghitung posisi geometris bulan, matahari, dan bumi.

Penerapan KHGT diharapkan dapat menyeragamkan penanggalan Islam secara global, termasuk penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.

Puasa Ramadan berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026. Dengan demikian, Lebaran Idul Fitri 2026 versi Muhammadiyah dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026, atau sekitar 77 hari lagi dari sekarang.

Penetapan Idul Fitri 2026 Versi Pemerintah

Sementara itu, Pemerintah menetapkan awal Syawal melalui mekanisme sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Sidang ini melibatkan ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Metode yang digunakan mengombinasikan hisab dan rukyat, dengan pengamatan hilal di berbagai titik di Indonesia.

Penetapan resmi baru diumumkan menjelang akhir Ramadan.

Namun, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tahun 2026, Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu dan Minggu, 21–22 Maret 2026.

Jika mengacu pada kalender tersebut, lebaran 2026 versi Pemerintah masih sekitar 78 hari lagi dari sekarang.

Baca juga: Kapan Lebaran 2026? Berikut Perkiraan Tanggal Idul Fitri 1447 H di Indonesia

Libur nasional Idul Fitri juga disertai cuti bersama pada Jumat, 20 Maret serta Senin dan Selasa, 23–24 Maret 2026.

Dengan susunan ini, masyarakat berpeluang menikmati libur Lebaran hingga lima hari berturut-turut.

Perbedaan penetapan inilah yang membuat pencarian “lebaran idul fitri 2026 jatuh pada tanggal” dan “lebaran 2026 berapa hari lagi” terus meningkat menjelang Ramadan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar
Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar
Aktual
Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Mulai Terbaca, Ini Tanggalnya
Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Mulai Terbaca, Ini Tanggalnya
Aktual
Waspada! Gelombang Dingin Minus 2 Derajat Terjang 7 Wilayah di Arab Saudi
Waspada! Gelombang Dingin Minus 2 Derajat Terjang 7 Wilayah di Arab Saudi
Aktual
Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Aktual
Kemenhaj Pastikan Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Arab Saudi
Kemenhaj Pastikan Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Arab Saudi
Aktual
Riset Internasional 2025: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif di Indonesia
Riset Internasional 2025: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif di Indonesia
Aktual
Tata Cara Taubat dari Zina, Jangan Sampai Terlaknat Dunia Akhirat
Tata Cara Taubat dari Zina, Jangan Sampai Terlaknat Dunia Akhirat
Doa dan Niat
Suhail bin Amr: Dari Orator Quraisy ke Penjaga Amanah Damai
Suhail bin Amr: Dari Orator Quraisy ke Penjaga Amanah Damai
Aktual
Khalid bin Walid, Dari Lawan Tangguh Menjadi Pedang Allah
Khalid bin Walid, Dari Lawan Tangguh Menjadi Pedang Allah
Aktual
Nabi Yahya AS, Iman sebagai Tindakan, Bukan Sekadar Kata
Nabi Yahya AS, Iman sebagai Tindakan, Bukan Sekadar Kata
Aktual
Sholat Sunah Rawatib, Amalan Pendamping Sholat Wajib yang Dianjurkan Rasulullah
Sholat Sunah Rawatib, Amalan Pendamping Sholat Wajib yang Dianjurkan Rasulullah
Aktual
Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Aktual
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Aktual
Banyak yang Keliru, Surat Ini Lebih Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat
Banyak yang Keliru, Surat Ini Lebih Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat
Doa dan Niat
Mengapa Zohran Mamdani Memilih 3 Mushaf Alquran saat Pelantikan Wali Kota New York?
Mengapa Zohran Mamdani Memilih 3 Mushaf Alquran saat Pelantikan Wali Kota New York?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com