Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Lebaran 2026? Berikut Perkiraan Tanggal Idul Fitri 1447 H di Indonesia

Kompas.com, 4 Desember 2025, 09:51 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen yang sangat ditunggu oleh umat Islam di Indonesia.

Setiap tahun, penetapan 1 Syawal sering menjadi sorotan, mengingat bisa berbeda antara keputusan Pemerintah yang melalui Kementerian Agama dan organisasi Islam seperti Muhammadiyah.

Baca juga: Astronom Uni Emirat Arab Perkirakan Ramadhan 2026 Dimulai 19 Februari, Idul Fitri 20 Maret

Perkiraan Tanggal Lebaran 2026 di Indonesia

Momen puasa Ramadhan 2026 diprediksi akan datang sekitar bulan Februari. Seiring dengan itu, tanggal Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 menjadi pertanyaan besar di kalangan umat Islam.

Lebaran bukan hanya penutup bulan Ramadan, tetapi juga menjadi momen penting bagi jadwal cuti bersama dan libur panjang yang banyak dimanfaatkan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, baik yang dekat maupun jauh.

Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan oleh Kemenag dan SKB 3 Menteri Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026, pelaksanaan Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H ditetapkan pada tanggal 21-22 Maret 2026.

Selain itu, cuti bersama Lebaran 1447 H ditetapkan pada tanggal 20, 23, dan 24 Maret 2026. Penetapan ini masih bersifat perkiraan. Secara resmi, pelaksanaan Lebaran atau Idul Fitri 2026 akan diumumkan melalui sidang isbat menjelang akhir Ramadan 2026.

Baca juga: Kapan Lebaran 2026? Ini Tanggal Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat yang dikeluarkan pada September 2025, berdasarkan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode ini menggunakan data astronomi global untuk perhitungan yang lebih konsisten dan universal tanpa tergantung pada lokasi pengamatan atau cuaca.

Menurut perhitungan Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Puasa akan berlangsung selama 30 hari hingga Kamis, 19 Maret 2026, dan Idul Fitri dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Idul Fitri versi Pemerintah

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan tanggal Lebaran berdasarkan sidang isbat yang melibatkan ulama, ahli astronomi, dan perwakilan ormas Islam.

Sidang ini menggabungkan dua pendekatan, yakni hisab (perhitungan posisi bulan) dan rukyat (pengamatan langsung hilal) di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Mengapa Tanggal Lebaran Bisa Berbeda?

Perbedaan ini terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menggunakan data astronomi global untuk perhitungan lebih konsisten, sementara Pemerintah melalui Kementerian Agama menggabungkan dua pendekatan, yaitu hisab dan rukyat.

Baca juga: Libur Lebaran 2026 Diprediksi Ada Cuti Panjang, Simak Jadwalnya

Makna dan Persiapan Menjelang Idul Fitri 1447 H

Penetapan tanggal Lebaran ini tentunya sangat penting bagi umat Islam, karena menjadi acuan dalam melaksanakan ibadah dan mempersiapkan berbagai keperluan menjelang Hari Raya. Mulai dari menyelesaikan utang puasa Ramadhan, membersihkan diri, menyiapkan makanan khas Lebaran, hingga berbelanja kebutuhan untuk keluarga.

Selain itu, Idul Fitri juga menjadi momen untuk saling memaafkan, menjalin silaturahmi, dan mempererat hubungan antar sesama umat Islam. Persiapan ini mencakup pula persiapan mental dan spiritual untuk menyambut hari kemenangan dengan penuh syukur.

Menanti Pengumuman Resmi Kementerian Agama

Penetapan Idul Fitri 2026 ini diperkirakan akan dikonfirmasi dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama menjelang akhir Ramadan 2026.

Keputusan sidang isbat ini akan menentukan keseragaman perayaan Idul Fitri di seluruh Indonesia, meskipun terdapat perbedaan dengan keputusan Muhammadiyah.

Artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul Kapan Lebaran 2026? Ini Tanggal Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com