Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan

Kompas.com, 10 Maret 2026, 23:17 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber NU Online

KOMPAS.com - Sepuluh malam terakhir Ramadhan selalu menjadi momen paling dinantikan oleh umat Islam. Banyak yang bertanya, 10 malam terakhir Ramadhan tanggal berapa, 10 malam terakhir Ramadhan malam ini, serta apa saja ibadah 10 malam terakhir Ramadhan yang dianjurkan.

Pada fase akhir bulan suci ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat agung, yakni Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Momentum ini menjadi garis akhir spiritual bagi umat Islam untuk memperbanyak amal dan berharap meraih keberkahan malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan 2026, Ribuan Jamaah Itikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Jadwal dan Waktu 10 Malam Terakhir Ramadhan

Banyak orang mencari jadwal 10 malam terakhir Ramadhan untuk mengetahui kapan waktu yang tepat memperbanyak ibadah.

Secara umum, 10 malam terakhir Ramadhan dimulai pada malam ke-21 hingga malam ke-30 Ramadhan. Pada periode ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah, terutama pada malam-malam ganjil.

Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya:

"Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan."

Hadits ini menjadi petunjuk bagi umat Islam untuk lebih fokus menghidupkan malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan

Banyak ulama menjelaskan tentang keutamaan 10 malam terakhir Ramadhan karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ

Artinya:

“Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan.” (HR Ibnu Majah).

Karena itulah, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam-malam ini dengan berbagai ibadah.

Amalan dan Ibadah 10 Malam Terakhir Ramadhan

Lalu apa saja amalan 10 malam terakhir Ramadhan yang dianjurkan?

Menurut ulama Ibnu Rajab Al-Hanbali, amalan terbaik pada malam-malam akhir Ramadhan adalah menggabungkan beberapa ibadah sekaligus.

Beliau mengatakan:

فيجمع بين الصلاة والقراءة والدعاء والتفكر. وهذا أفضل الأعمال وأكملها في ليالي العشر وغيرها والله أعلم

Artinya:

“Mengkombinasikan antara shalat, membaca Al-Quran, berdoa, dan tafakur adalah amal yang paling utama dan paling sempurna dikerjakan pada malam-malam sepuluh akhir bulan Ramadhan.”

Dari penjelasan tersebut, berikut ibadah 10 malam terakhir Ramadhan yang dianjurkan:

  • Shalat malam atau tahajud
  • Membaca Al-Qur’an
  • Memperbanyak doa
  • Dzikir dan tafakur
  • I’tikaf di masjid

Amalan-amalan ini dilakukan dengan harapan bisa meraih Lailatul Qadar.

Doa 10 Malam Terakhir Ramadhan

Salah satu doa yang sangat dianjurkan dibaca pada malam-malam akhir Ramadhan adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Doa ini diriwayatkan dari Aisyah ra:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka 'afuwwun karīmun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini sering dibaca ketika umat Islam menghidupkan malam-malam Ramadhan, terutama ketika berharap bertemu dengan Lailatul Qadar.

Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Para ulama menjelaskan bahwa waktu 10 malam terakhir Ramadhan dipilih sebagai momentum pencarian Lailatul Qadar karena Allah menyembunyikan waktu pastinya.

Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan hikmah dirahasiakannya malam tersebut agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang Ramadhan.

Syekh Nidzamuddin an-Naisaburi juga menjelaskan:

الْحِكْمَةُ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي الَّليَالِي كَالْحِكْمَةِ فِي إِخْفَاءِ وَقْتِ الوَفَاةِ وَيَوْمِ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَرْغَبُ الْمُكَلَّفُ فِي الطَّاعَاتِ وَيَزِيْدُ فِي الاِجْتِهَادِ وَلَا يَتَغَافَلُ وَلَا يَتَكَاسَلُ

Artinya:

“Hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar seperti dirahasiakannya waktu kematian dan hari kiamat, agar manusia semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah.”

Dengan demikian, 10 malam terakhir Ramadhan malam ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan amal dan mendekatkan diri kepada Allah.

Momentum Spiritual Menjelang Akhir Ramadhan

Sepuluh malam terakhir Ramadhan sering disebut sebagai puncak perjalanan spiritual selama bulan suci.

Baca juga: 5 Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Jakarta pada 10 Malam Terakhir Ramadhan

Banyak masjid mengadakan shalat malam, dzikir, hingga doa bersama untuk menghidupkan malam-malam tersebut.

Meski waktu Lailatul Qadar tidak dapat dipastikan secara pasti, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah sepanjang malam-malam terakhir Ramadhan.

Karena siapa pun yang berhasil meraih malam tersebut, maka ia akan mendapatkan pahala yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Aktual
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Aktual
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
Aktual
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Aktual
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Aktual
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Aktual
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Aktual
Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah
Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah
Aktual
Tangis Mbah Suminem, Petani Berhaji Usia 96 Tahun, Kumpulkan Rp 10.000 Per Minggu
Tangis Mbah Suminem, Petani Berhaji Usia 96 Tahun, Kumpulkan Rp 10.000 Per Minggu
Aktual
Berhaji bagi yang miskin: Iman Kuat, Ekonomi Harus Selamat
Berhaji bagi yang miskin: Iman Kuat, Ekonomi Harus Selamat
Aktual
PPIH Siapkan 6.000 Bus Haji, Fasilitas Lengkap hingga USB di Setiap Kursi
PPIH Siapkan 6.000 Bus Haji, Fasilitas Lengkap hingga USB di Setiap Kursi
Aktual
Kisah Jemaah Haji Palembang, 40 Tahun Menabung dari Hasil Mengajar Ngaji untuk Berangkat ke Tanah Suci
Kisah Jemaah Haji Palembang, 40 Tahun Menabung dari Hasil Mengajar Ngaji untuk Berangkat ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com