Editor
KOMPAS.com-Ribuan jamaah mulai menjalani ibadah itikaf di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah, pada sepuluh malam terakhir Ramadhan 2026.
Ibadah tersebut dilakukan dengan menetap di dalam masjid untuk memperbanyak doa, membaca Alquran dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dilansir dari Islamic Information, otoritas pengelola Dua Masjid Suci memberikan izin kepada para jamaah setelah proses pendaftaran resmi selesai dilakukan.
Berbagai fasilitas dan layanan juga disediakan untuk memastikan jamaah dapat menjalankan itikaf dengan nyaman selama berada di dalam masjid.
Baca juga: Itikaf di Rumah Apakah Sah? Ini Pendapat Ulama dan Dalilnya
Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci menyatakan bahwa jamaah yang menjalankan itikaf di Masjidil Haram telah dipersiapkan dengan berbagai perlengkapan penting selama masa ibadah berlangsung.
Setiap jamaah menerima paket perlengkapan khusus yang berisi kantong tidur, tas ransel, bantal, serta perlengkapan mandi.
Paket tersebut diberikan agar jamaah yang menetap di dalam masjid selama beberapa hari tetap dapat menjaga kenyamanan dan kebersihan diri.
Selain perlengkapan pribadi, otoritas juga menyiapkan sistem layanan komprehensif yang mencakup bimbingan ibadah, pengaturan jamaah, layanan kesehatan, hingga penerjemahan bahasa.
Layanan lain yang tersedia meliputi pelayanan tamu, distribusi kebutuhan dasar, serta pengawasan untuk memastikan kegiatan itikaf berjalan tertib dan aman.
Baca juga: Aturan Baru Itikaf Ramadan 2026: Arab Saudi Wajibkan Ekspatriat Kantongi Izin Sponsor
Masjid Nabawi di Madinah juga menyiapkan pengaturan khusus bagi jamaah yang menjalankan itikaf pada Ramadhan tahun ini.
Gerbang 24 ditetapkan sebagai pintu masuk khusus bagi perempuan yang akan melaksanakan ibadah itikaf di kompleks masjid tersebut.
Data otoritas masjid menunjukkan bahwa sebanyak 2.400 laki-laki dan 800 perempuan mengikuti itikaf di Masjid Nabawi.
Area itikaf bagi jamaah laki-laki berada di bagian atap timur Masjid Nabawi.
Sementara itu, jamaah perempuan ditempatkan di area perluasan timur masjid yang telah disiapkan secara khusus.
Pengelola Masjid Nabawi juga menyiapkan empat aula utama untuk menampung jamaah itikaf.
Setiap aula memiliki 48 bagian yang digunakan untuk mengatur penempatan jamaah selama menjalankan ibadah.
Para peserta juga diberikan loker pribadi untuk menyimpan barang-barang mereka selama berada di dalam masjid.
Pengaturan tersebut bertujuan menjaga kenyamanan sekaligus ketertiban selama berlangsungnya ibadah itikaf.
Baca juga: Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan: Pengertian, Hukum Keluar Masjid, dan Amalan yang Dianjurkan
Selain itu, berbagai fasilitas pendukung disediakan bagi para jamaah.
Fasilitas tersebut meliputi pendingin ruangan, pencahayaan yang memadai, serta penggunaan parfum dan dupa untuk menjaga kenyamanan area ibadah.
Jamaah juga mendapatkan layanan makanan berbuka puasa dan sahur selama menjalani itikaf.
Layanan medis dan ambulans disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Pengelola masjid juga menyediakan port pengisian daya untuk perangkat seluler, layanan laundry, serta layar elektronik yang menampilkan informasi dan panduan bagi jamaah.
Setiap peserta juga menerima tas berisi perlengkapan kebersihan pribadi, serta perlengkapan tidur yang dapat digunakan selama masa itikaf.
Baca juga: Bacaan Niat Iktikaf Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Itikaf merupakan salah satu praktik ibadah dalam Islam yang dilakukan dengan menetap di dalam masjid untuk fokus beribadah kepada Allah.
Praktik ini biasanya dilakukan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Banyak umat Islam menjalani itikaf untuk memperbanyak doa, membaca Alquran, berdzikir, dan melakukan refleksi spiritual.
Sepuluh malam terakhir Ramadhan juga diyakini memiliki malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar.
Malam tersebut diyakini lebih baik dari seribu bulan sehingga banyak umat Islam memanfaatkan waktu ini untuk meningkatkan ibadah.
Dengan selesainya proses pendaftaran dan penerbitan izin resmi, pintu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kini terbuka bagi jamaah yang ingin menjalani itikaf pada Ramadhan 2026.
Ribuan jamaah pun menghabiskan malam-malam terakhir Ramadhan di dua masjid suci tersebut dalam suasana ibadah, doa, dan ketenangan spiritual.