Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Husnul Khatimah atau Khusnul Khotimah? Ini Penulisan yang Benar Beserta Maknanya

Kompas.com, 26 Juli 2026, 16:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Istilah husnul khatimah sering diucapkan umat Islam saat menyampaikan doa atau belasungkawa kepada keluarga orang yang meninggal dunia.

Namun, tidak sedikit yang masih menuliskan atau mengucapkannya sebagai khusnul khotimah.

Meski terdengar mirip, kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda dalam bahasa Arab.

Baca juga: Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama

Karena itu, penting bagi umat Islam memahami penulisan yang benar agar doa yang dipanjatkan sesuai dengan makna yang diharapkan.

Dalam ajaran Islam, husnul khatimah merupakan harapan agar seseorang mengakhiri hidup dalam keadaan beriman, bertakwa, dan diridhai Allah SWT.

Istilah ini juga menjadi tujuan yang diidamkan setiap Muslim sebagai penutup kehidupan yang penuh amal saleh.

Baca juga: Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik

Makna Husnul Khatimah dalam Islam

Husnul khatimah berarti akhir kehidupan yang baik, yaitu ketika seseorang diwafatkan dalam keadaan beriman, taat kepada Allah SWT, serta dijauhkan dari segala hal yang mendatangkan murka-Nya.

Makna tersebut sejalan dengan hadis sahih yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

Artinya: "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya". Para sahabat bertanya,"Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?" Rasulullah menjawab,"Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal." (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa salah satu tanda seseorang memperoleh husnul khatimah adalah diberi taufik oleh Allah SWT untuk melakukan amal saleh menjelang akhir hayatnya.

Penulisan Husnul Khatimah yang Benar

Dalam bahasa Arab, penulisan yang benar adalah:

حسن الخاتمة

Frasa tersebut terdiri atas dua kata, yaitu:

  • حسن (Husnul) yang berarti baik.
  • الخاتمة (Al-Khatimah/Khotimah) yang berarti akhir atau penutup.

Secara bahasa, gabungan kedua kata tersebut bermakna "akhir yang baik" atau "penutup kehidupan yang baik."

Perbedaan Husnul Khatimah dan Khusnul Khotimah

Kesalahan yang cukup sering dijumpai di masyarakat adalah penggunaan istilah "khusnul khotimah" ketika mendoakan orang yang meninggal dunia.

Padahal, penulisan yang benar adalah "husnul khatimah" (حسن الخاتمة), bukan "khusnul khotimah."

Hal ini disebabkan kata "khusnul" (خسن) yang diawali huruf kha (خ) memiliki makna yang berbeda dengan "husnul" (حسن) yang menggunakan huruf ha (ح).

Dalam penjelasan bahasa Arab, penggunaan kata "khusnul" dapat bermakna "hina" atau "buruk", sehingga apabila digabungkan dengan kata khotimah justru mengandung arti "akhir yang hina", di mana makna tersebut tentu bertolak belakang dengan doa yang seharusnya dipanjatkan kepada orang yang telah meninggal.

Sebaliknya, "husnul khatimah" berarti "akhir yang baik", yaitu harapan agar seseorang diwafatkan dalam keadaan beriman, diterima amal ibadahnya, dan memperoleh rida Allah SWT.

Pentingnya Menggunakan Istilah yang Tepat

Dalam bahasa Arab, perbedaan satu huruf dapat mengubah makna sebuah kata secara signifikan, terutama dalam konteks doa dan istilah keagamaan.

Oleh karena itu, penggunaan istilah husnul khatimah dengan penulisan yang benar penting untuk menjaga makna doa yang disampaikan.

Dalam perspektif Islam, husnul khatimah bukan sekadar ungkapan belasungkawa, tetapi juga doa agar seseorang meninggal dalam keadaan taat kepada Allah SWT, diterima amal salehnya, dan memperoleh ampunan-Nya.

Karena itu, umat Islam dianjurkan menggunakan istilah husnul khatimah secara tepat, baik dalam tulisan maupun ucapan.

Selain menjaga ketepatan bahasa, penggunaan istilah yang benar juga mencerminkan penghormatan terhadap makna doa dan ajaran Islam yang terkandung di dalamnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar