Editor
KOMPAS.com - Sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah.
Pada periode ini, banyak jamaah memilih bermalam di masjid untuk melaksanakan iktikaf.
Suasana masjid pun berubah karena jamaah tidak hanya datang untuk shalat tarawih, tetapi juga memperpanjang doa hingga menjelang sahur.
Sejumlah masjid besar di Jakarta menyediakan fasilitas dan program khusus untuk mendukung kekhusyukan iktikaf.
Baca juga: Kapan Mulai Iktikaf Ramadan? Ini Waktu, Niat, dan Tata Caranya
Iktikaf diartikan sebagai berdiam diri di dalam masjid, umumnya kerap dilakukan pada bulan Ramadhan.
Iktikaf dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk beribadah dengan syarat-syarat khusus, seperti menjauhkan diri dari urusan duniawi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dilansir dari Antara, berikut lima rekomendasi masjid di Jakarta yang dapat menjadi pilihan untuk melaksanakan iktikaf.
Baca juga: Pendaftaran Iktikaf Ramadhan 2026 di Masjid Istiqlal Dibuka, Kuota 400 Jemaah
Masjid Istiqlal menjadi salah satu tujuan utama jamaah yang ingin melaksanakan iktikaf di Jakarta.
Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, ruang shalat utama yang sangat luas memungkinkan ribuan jamaah bermalam tanpa terasa sesak, meski pada malam-malam ganjil jumlah jamaah biasanya meningkat tajam.
Karpet masjid yang tebal membuat jamaah tetap nyaman untuk duduk maupun beristirahat sejenak. Sistem pendingin ruangan dan ventilasi besar juga menjaga kenyamanan sepanjang malam.
Selama iktikaf, biasanya diselenggarakan berbagai kegiatan ibadah seperti qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, serta sahur bersama yang disediakan panitia meski dalam jumlah terbatas sekitar 400 porsi.
Fasilitas toilet dan area wudhu tersedia dalam jumlah banyak dan rutin dibersihkan, meskipun antrean sering terjadi menjelang waktu sahur.
Lokasi masjid juga mudah dijangkau karena berada di pusat kota dan dekat dengan halte TransJakarta serta Stasiun KRL Juanda.
Masjid Agung Sunda Kelapa juga menyediakan layanan iktikaf bagi jamaah selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Bangunannya luas dengan langit-langit tinggi, sementara area dalam masjid dilapisi karpet yang nyaman untuk beribadah dan bermalam.
Program iktikaf di masjid ini biasanya meliputi kajian malam, tadarus berjamaah, qiyamul lail, serta sahur bersama yang dikelola panitia.
Fasilitas toilet dan tempat wudhu tersedia dengan kondisi bersih dan memadai, meskipun antrean sering terjadi menjelang waktu subuh.
Akses menuju masjid cukup mudah dari berbagai wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, termasuk melalui halte Dukuh Atas, Stasiun Manggarai, atau Stasiun Cikini yang dilanjutkan dengan ojek.
Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru dikenal memiliki pengelolaan kegiatan Ramadhan yang tertata rapi serta fasilitas yang lengkap bagi jamaah iktikaf.
Kompleks masjid yang luas dilengkapi area parkir besar sehingga memudahkan jamaah yang datang dengan membawa perlengkapan bermalam.
Interior masjid menggunakan pendingin ruangan dengan karpet tebal dan pencahayaan hangat yang mendukung kenyamanan beribadah pada malam hari.
Selama sepuluh malam terakhir Ramadhan, biasanya terdapat rangkaian kegiatan seperti tausyiah menjelang tengah malam, qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta sahur bersama.
Fasilitas toilet dan tempat wudhu juga terjaga kebersihannya. Lokasi masjid strategis dan dapat dijangkau dengan transportasi umum seperti MRT dengan turun di Stasiun ASEAN atau melalui halte Masjid Agung.
Masjid Baiturrahman di kawasan Pondok Pinang menyediakan layanan iktikaf bagi jamaah yang ingin bermalam selama Ramadhan.
Meski ukurannya tidak sebesar masjid utama di pusat kota, suasana masjid tetap nyaman untuk beribadah.
Area shalat terjaga kebersihannya dengan karpet yang terawat. Jamaah biasanya membawa alas tambahan untuk beristirahat sejenak saat bermalam.
Kegiatan malam yang diselenggarakan antara lain zikir bersama, tadarus Al-Qur’an, serta qiyamul lail berjamaah.
Lokasinya yang berada di kawasan permukiman membuat suasana malam relatif lebih tenang dan tidak terlalu ramai, sehingga cocok bagi jamaah yang menginginkan iktikaf dengan lingkungan yang lebih khusyuk.
Masjid At-Tin yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga menjadi salah satu pilihan populer untuk iktikaf di Jakarta.
Masjid ini memiliki arsitektur megah dengan kubah besar dan ruang utama yang sangat luas.
Kapasitas masjid mampu menampung jamaah dalam jumlah besar, sehingga sering dipilih untuk iktikaf terutama pada malam-malam ganjil Ramadhan.
Karpet tebal dan ruang ibadah yang lega memungkinkan jamaah beribadah dengan nyaman meskipun membawa perlengkapan bermalam.
Program iktikaf biasanya mencakup ceramah malam, qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta sahur bersama. Karena lokasinya berada di area yang lebih lapang dibanding pusat kota, suasana malam di sekitar masjid terasa lebih tenang dan tidak terlalu bising.
Fasilitas toilet dan tempat wudhu juga memadai, meski jamaah bisa membludak pada malam-malam tertentu.
Akses menuju masjid cukup mudah dengan transportasi umum, termasuk TransJakarta yang berhenti di pemberhentian non-BRT Masjid At-Tin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang