Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam

Kompas.com, 11 Juni 2026, 10:30 WIB
Khairina

Editor

MADINAH, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah RI menyiagakan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mulai tiba di Madinah setelah fase puncak Armuzna.

Langkah ini dilakukan melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan jemaah pasca-Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Salah satu layanan yang dimaksimalkan adalah Klinik Satelit Sektor 2 Madinah di Hotel Durrat Al Eiman.

Klinik tersebut disiapkan untuk memberikan penanganan cepat, terutama bagi jemaah lansia dan jemaah berisiko tinggi.

Baca juga: Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia

Klinik Satelit Madinah jadi layanan terdepan

Klinik Satelit Sektor 2 Madinah memanfaatkan area kamar hotel dengan izin resmi dari otoritas Arab Saudi.

Layanan ini menjadi garda terdepan penanganan kesehatan jemaah selama berada di Madinah.

Belum genap sepekan fase kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Madinah, klinik tersebut telah melayani 21 pasien rawat jalan.

Jumlah pasien diperkirakan terus bertambah seiring kedatangan kloter baru ke Madinah.

Banyak jemaah alami ISPA dan kelelahan

Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr. Fitri Indah Yanti, Sp.P, mengatakan mayoritas jemaah mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Keluhan lain yang banyak muncul adalah batuk pilek, faringitis atau nyeri tenggorokan, serta kelelahan ekstrem.

"Banyak jemaah yang mengalami kelelahan hebat setelah menjalani aktivitas berat di Armuzna, yang berdampak pada turunnya nafsu makan. Saat ini, kami fokus menyiapkan penanganan cepat berupa obat flu, batuk, antibiotik, vitamin, hingga pemberian infus bagi yang membutuhkan," ujar dr. Fitri di Madinah, Rabu (10/6/2026).

Menurut dr. Fitri, penanganan cepat dibutuhkan agar kondisi jemaah tidak memburuk selama menjalani rangkaian ibadah dan menunggu jadwal kepulangan.

Baca juga: Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci

Layanan kesehatan dibuka 24 jam

PPIH menerapkan sistem kerja tiga shift bagi dokter dan perawat agar layanan kesehatan tetap berjalan 24 jam.

Sistem shift pagi, siang, dan malam dilakukan secara bergantian tanpa memutus pengawasan terhadap jemaah di kloter asal.

Pasokan obat-obatan juga disuplai secara berkala melalui koordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Koordinasi tersebut dilakukan agar kebutuhan obat dan penanganan medis di klinik satelit tetap terpenuhi.

Bantu jemaah lansia pulih setelah kelelahan

Keberadaan tim medis di Klinik Satelit Sektor 2 Madinah dinilai penting dalam menangani jemaah yang mengalami kondisi darurat di hotel.

Salah satu jemaah yang berhasil ditangani adalah Muhammad Zair, jemaah lansia berusia 78 tahun asal Mojokerto, Jawa Timur.

Mbah Zair sempat pingsan, kejang, dan menolak makan akibat kelelahan ekstrem setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram.

Setelah mendapat perawatan intensif dan pendekatan persuasif dari tim medis di hotel, kondisi Mbah Zair pulih total.

Ia bahkan sudah mampu melaksanakan ibadah ziarah ke Masjid Nabawi dengan berjalan kaki.

Baca juga: 3 Doa Jamaah Haji saat Meninggalkan Makkah dan Tiba di Rumah

Jemaah diminta tidak menunda pemeriksaan

Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar segera memeriksakan diri jika mulai merasakan gejala sakit.

Imbauan ini terutama ditujukan kepada jemaah lansia dan jemaah berisiko tinggi.

Pemantauan dini di klinik satelit menjadi salah satu kunci untuk mencegah kondisi jemaah memburuk.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat meminimalkan rujukan jemaah ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
Aktual
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Aktual
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Aktual
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Aktual
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Aktual
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Aktual
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Aktual
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Aktual
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
Doa dan Niat
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Aktual
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Aktual
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
 Menag Ajak Umat Islam Maknai Tahun Baru Hijriah 1448 H dengan Semangat Kasih Sayang
Menag Ajak Umat Islam Maknai Tahun Baru Hijriah 1448 H dengan Semangat Kasih Sayang
Aktual
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah dari 9-12 Juni 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah dari 9-12 Juni 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com