Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah

Kompas.com, 11 Juni 2026, 10:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Nama Nabi Yusuf AS sering dikaitkan dengan ketampanan, kemuliaan akhlak, serta keteguhan iman dalam menghadapi ujian hidup. Namun kisah beliau sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang wajah yang rupawan.

Di balik ketampanannya, Nabi Yusuf AS adalah sosok yang berkali-kali diuji oleh Allah SWT. Mulai dari dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah hingga dipenjara, sampai akhirnya diangkat menjadi pejabat penting di Mesir.

Karena itulah, banyak umat Islam menjadikan doa-doa Nabi Yusuf sebagai amalan untuk memohon kebaikan, perlindungan, kemuliaan akhlak, hingga akhir kehidupan yang husnul khatimah.

Dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Yusuf bahkan mendapat satu surat khusus, yaitu Surat Yusuf, yang oleh banyak ulama disebut sebagai salah satu kisah paling lengkap dan sarat pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, serta keteguhan menjaga kehormatan diri.

Lalu, apa saja doa Nabi Yusuf yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari?

Baca juga: Doa Kafaratul Majelis Lengkap Arab, Latin, dan Arti serta Keutamaannya

Mengapa Nabi Yusuf Menjadi Teladan bagi Generasi Muda?

Dalam kitab Qashash Al-Anbiya karya ulama besar Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Nabi Yusuf AS dianugerahi ketampanan yang luar biasa.

Bahkan dalam hadis tentang peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW menyebut bahwa Nabi Yusuf diberikan separuh dari seluruh ketampanan manusia.

Namun keistimewaan Nabi Yusuf bukan terletak pada wajahnya semata. Beliau menjadi teladan karena mampu menjaga iman ketika berhadapan dengan godaan yang sangat berat.

Dalam buku La Tahzan karya Aidh Al-Qarni dijelaskan bahwa kesabaran Nabi Yusuf merupakan contoh nyata bagaimana seorang mukmin tetap teguh meskipun berada dalam tekanan dan ketidakadilan.

Karena itu, doa-doa yang dipanjatkan Nabi Yusuf tidak hanya berisi permohonan kecantikan atau ketampanan, melainkan juga permintaan agar diberi akhlak mulia, perlindungan dari dosa, dan akhir kehidupan yang baik.

Baca juga: Lagi Bertengkar? Ini Doa Nabi agar Hati Tenang & Dapat Solusi Terbaik

1. Doa Memohon Wajah Bercahaya dan Disukai Banyak Orang

Salah satu doa yang populer di masyarakat dikenal sebagai doa pembuka aura Nabi Yusuf.

Doa ini banyak ditemukan dalam berbagai kitab doa dan amalan yang berisi harapan agar seseorang diberikan wajah yang menenangkan, disukai orang lain, serta memancarkan kebaikan.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورَ يُوسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَآنِي يُحِبُّنِي مَحَبَّتَيْنِ

Allahumma ij'al lii nuura Yuusufa 'alaa wajhii faman raa'anii yuhibbunii mahabbatain.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah cahaya Nabi Yusuf pada wajahku sehingga siapa yang melihatku menaruh kasih sayang kepadaku."

Para ulama mengingatkan bahwa hakikat doa ini bukan untuk mencari pujian manusia, melainkan memohon agar Allah memberikan keberkahan, kewibawaan, dan penerimaan yang baik di tengah masyarakat.

2. Doa Saat Bercermin agar Akhlak Menjadi Indah

Banyak orang memperhatikan penampilan fisik ketika bercermin. Namun Islam mengajarkan bahwa keindahan sejati terletak pada akhlak.

Doa yang sering dibaca Rasulullah SAW dan diamalkan oleh para ulama adalah:

اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

Allahumma kama hassanta khalqii fahassin khuluqii.

Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah penciptaanku, maka perindahlah pula akhlakku."

Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa akhlak mulia merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling dicintai Allah SWT.

Karena itu, wajah bercahaya dalam Islam tidak hanya diukur dari fisik, tetapi juga dari perilaku dan karakter seseorang.

Baca juga: Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya

3. Doa Nabi Yusuf agar Terhindar dari Godaan dan Maksiat

Salah satu momen paling terkenal dalam kehidupan Nabi Yusuf terjadi ketika beliau menghadapi godaan dari istri Al-Aziz.

Meski memiliki kesempatan untuk melakukan dosa secara sembunyi-sembunyi, Nabi Yusuf memilih menjaga kehormatan dirinya.

Allah mengabadikan doa beliau dalam Al-Qur'an Surat Yusuf ayat 33:

رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ

Artinya: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku."

Doa ini mengandung pesan yang sangat kuat. Nabi Yusuf lebih memilih kehilangan kebebasan daripada kehilangan iman.

Menurut tafsir Fi Zhilalil Qur'an karya Sayyid Qutb, ayat ini menunjukkan bahwa kemenangan sejati seorang mukmin adalah ketika ia mampu mengalahkan hawa nafsunya.

4. Doa Memohon Perlindungan dari Tipu Daya dan Fitnah

Masih dalam lanjutan ayat yang sama, Nabi Yusuf juga memohon agar Allah melindunginya dari berbagai tipu daya yang dapat menyeretnya ke dalam kesalahan.

وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ

Artinya: "Jika Engkau tidak menghindarkan aku dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung kepada mereka."

Doa ini relevan sepanjang zaman. Di era media sosial saat ini, fitnah, godaan, dan berbagai bentuk kemaksiatan sering datang tanpa disadari.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar seorang muslim tidak hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri, tetapi juga senantiasa meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Baca juga: Doa Nabi Musa agar Dapat Jodoh dan Rezeki, Bisa Diamalkan

5. Doa Husnul Khatimah yang Dipanjatkan Nabi Yusuf

Meski telah memperoleh kedudukan tinggi dan kekuasaan besar, Nabi Yusuf tetap menyadari bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.

Dalam Surat Yusuf ayat 101, beliau memanjatkan doa yang sangat menyentuh:

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Artinya: "Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh."

Menurut kitab Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, doa ini menunjukkan bahwa tujuan akhir seorang mukmin bukanlah kekayaan, jabatan, atau popularitas, melainkan meninggal dalam keadaan beriman dan memperoleh ridha Allah SWT.

Rahasia Cahaya Nabi Yusuf Bukan Sekadar Ketampanan

Banyak orang mengenal Nabi Yusuf karena wajahnya yang tampan. Padahal Al-Qur'an justru lebih banyak menyoroti keteguhan iman, kesabaran, dan kemuliaan akhlaknya.

  • Ketika diuji dengan pengkhianatan keluarga, beliau memaafkan.
  • Ketika difitnah, beliau bersabar.
  • Ketika memperoleh kekuasaan, beliau tidak sombong.
  • Ketika bertemu kembali dengan saudara-saudaranya, beliau memilih memaafkan daripada membalas dendam.

Inilah yang membuat cahaya Nabi Yusuf terus dikenang hingga sekarang.

Karena itu, jika ingin memiliki wajah yang bercahaya sebagaimana Nabi Yusuf, Islam mengajarkan bahwa jalannya bukan hanya melalui doa, tetapi juga melalui akhlak yang baik, hati yang bersih, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, cahaya yang paling indah bukanlah cahaya yang terpancar dari wajah, melainkan cahaya iman yang memancar dari hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Lengkap dengan Arti serta Adab Makan dalam Islam
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Lengkap dengan Arti serta Adab Makan dalam Islam
Doa dan Niat
Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Adab yang Dianjurkan
Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Adab yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Husnul Khatimah atau Khusnul Khotimah? Ini Penulisan yang Benar Beserta Maknanya
Husnul Khatimah atau Khusnul Khotimah? Ini Penulisan yang Benar Beserta Maknanya
Aktual
Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik
Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik
Doa dan Niat
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Aktual
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Aktual
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa dan Niat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
Aktual
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa dan Niat
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Aktual
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Aktual
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Aktual
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Aktual
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Aktual
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar