Editor
KOMPAS.com - Husnul khatimah merupakan dambaan setiap Muslim sebagai penutup kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Husnul khatimah tidak hanya berarti meninggal dunia dalam keadaan baik, tetapi juga mengandung makna wafat dalam kondisi tetap beriman, taat kepada Allah SWT, serta terhindar dari kemaksiatan.
Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan beriman, bertakwa, dan istiqamah menjalankan perintah-Nya.
Baca juga: 30 Ucapan untuk Orang Meninggal Islami (Doa Husnul Khatimah)
Karena itu, doa memohon husnul khatimah menjadi salah satu amalan yang sering dibaca setelah shalat, saat berdzikir, maupun pada kesempatan lainnya.
Selain berdoa, seorang Muslim juga dituntut untuk menjaga keimanan dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju akhir kehidupan yang baik.
Baca juga: Tanda Seseorang Mati dengan Husnul Khatimah Lengkap dengan Dalilnya
Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa yang berisi permohonan agar diberikan akhir kehidupan yang penuh keberkahan.
Salah satu doa yang umum diamalkan untuk memohon husnul khatimah adalah sebagai berikut.
اللهم إني أسألك حسن الخاتمة، وَأَعُذْ بِكَ مِنْ سُوْءِ الخاتمة
Latin: “Allahumma inni as'aluka husnal khatimah, wa a'udzu bika min suu'il khatimah.”
Arti: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu akhir hidup yang baik (husnul khatimah), dan aku berlindung kepada-Mu dari akhir hidup yang buruk (su'ul khatimah)."
Selain doa singkat di atas, terdapat doa dalam Al-Quran yang berisi permohonan ampunan, keteguhan iman, serta harapan agar diwafatkan bersama orang-orang yang saleh.
رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيًا يُّنَادِىۡ لِلۡاِيۡمَانِ اَنۡ اٰمِنُوۡا بِرَبِّكُمۡ فَاٰمَنَّا ۖ رَبَّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَكَفِّرۡ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الۡاَبۡرَارِۚ رَبَّنَا وَاٰتِنَا مَا وَعَدۡتَّنَا عَلٰى رُسُلِكَ وَلَا تُخۡزِنَا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِۗ اِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ الۡمِيۡعَادَ
Latin: Rabbanaaa innanaa sami'naa munaadiyai yunaadii lil iimaani an aaminuu bi Rabbikum fa aamannaa; Rabbanaa faghfir lanaa zunuubanaa wa kaffir 'annaa saiyi aatina wa tawaffanaa ma'al abraar. Rabbanaa wa aatinaa maa wa'attanaa 'alaa Rusulika wa laa tukhzinaa Yawmal Qiyaamah; innaka laa tukhliful mii'aad.
Arti: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji."
Imam Sufyan Al-Tsauri menjelaskan beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan seorang Muslim untuk meraih husnul khatimah, yaitu:
Keempat amalan tersebut menunjukkan bahwa husnul khatimah tidak hanya diraih melalui doa, tetapi juga dengan menjaga keistiqamahan dalam beribadah dan beramal saleh sepanjang hayat.
Para ulama menganjurkan setiap Muslim untuk senantiasa bertawakal dan berserah diri kepada Allah SWT, karena hanya Dia yang memiliki kuasa atas kehidupan dan kematian manusia.
Husnul khatimah merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan istiqamah dalam menjalankan ketaatan.
Oleh sebab itu, selain memperbanyak amal saleh, umat Islam dianjurkan untuk terus memanjatkan doa memohon husnul khatimah.
Dengan doa dan ikhtiar tersebut, setiap Muslim berharap dapat mengakhiri kehidupan dalam keadaan diridhai Allah SWT serta memperoleh kemuliaan dan tempat terbaik di akhirat kelak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang