Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan

Kompas.com, 10 Maret 2026, 19:49 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber Traveloka

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, tren warna baju Lebaran mulai menjadi perhatian masyarakat. Setiap tahun, pilihan warna busana Lebaran selalu mengalami perubahan mengikuti selera dan perkembangan gaya fashion.

Tahun ini, warna-warna lembut, hangat, hingga nuansa earth tone diprediksi mendominasi tren baju Lebaran 2026 karena memberikan kesan elegan, modern, dan tetap nyaman dipakai saat bersilaturahmi.

Tren Warna Baju Lebaran 2026

Memilih warna busana Lebaran tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan suasana perayaan yang penuh kebahagiaan dan kesucian. Berikut beberapa warna baju Lebaran 2026 yang diprediksi populer.

Baca juga: Mukena Pink Tren Lebaran 2026: Warna Lembut yang Elegan dan Jadi Favorit Muslimah

1. Putih, Warna Timeless yang Selalu Elegan

Warna putih masih menjadi pilihan utama untuk baju Lebaran. Warna ini identik dengan kesucian dan kesederhanaan, sehingga sangat cocok dikenakan saat Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, putih juga mudah dipadukan dengan berbagai aksesoris atau warna lain.

2. Dusty Pink, Feminin dan Lembut

Dusty pink menjadi pilihan bagi yang ingin tampil feminin namun tidak terlalu mencolok. Warna ini memiliki nuansa nude yang lembut sehingga memberikan kesan manis dan elegan saat dikenakan pada momen Lebaran.

3. Brown Sugar, Hangat dan Natural

Warna brown sugar menghadirkan kesan hangat dan natural. Nuansa cokelat lembut ini cocok dipadukan dengan warna krem atau beige sehingga menciptakan tampilan yang sederhana namun tetap stylish.

4. Lavender Purple, Anggun dan Berkelas

Lavender purple memberikan kesan anggun dan elegan. Warna ini memiliki nuansa yang lebih dalam dibanding lilac, namun tetap menghadirkan tampilan yang lembut dan menenangkan.

5. Merah Maroon, Mewah dan Berani

Bagi yang ingin tampil lebih mencolok namun tetap elegan, merah maroon bisa menjadi pilihan. Warna ini memberikan kesan hangat sekaligus mewah sehingga cocok dipakai saat acara keluarga di Hari Raya.

6. Sage Green, Elegan dengan Nuansa Alam

Sage green masih menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Warna hijau lembut ini memberikan kesan tenang, natural, dan elegan. Selain itu, sage green juga fleksibel dipadukan dengan berbagai warna lain.

7. Sky Blue, Ceria dan Menyegarkan

Sky blue menghadirkan nuansa ceria yang cocok untuk suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan. Warna biru muda ini juga memberikan kesan santai dan lembut pada penampilan.

8. Navy, Formal namun Tetap Modern

Bagi yang menyukai warna lebih gelap, navy bisa menjadi pilihan tepat. Warna biru tua ini memberikan kesan formal namun tetap elegan. Agar tampilan lebih menarik, navy dapat dipadukan dengan warna cerah seperti krem.

9. Rugby Tan, Maskulin dan Modis

Rugby tan menghadirkan nuansa cokelat kekuningan yang memberikan kesan maskulin namun tetap modis. Warna ini cocok dipadukan dengan beige atau krem untuk menciptakan tampilan yang elegan.

10. Mocca Terang, Earth Tone yang Lembut

Mocca terang menjadi salah satu warna yang bersifat timeless. Warna ini menghadirkan kesan hangat dan lembut, serta mudah dipadukan dengan berbagai warna earth tone lainnya.

Baca juga: Trend Warna Baju Lebaran 2026: Butter, Sage Green hingga Emerald Jadi Favorit, Earth Tone Diprediksi Dominan

Tips Memilih Warna Baju Lebaran

Dalam memilih warna baju Lebaran 2026, penting untuk mempertimbangkan kenyamanan dan gaya pribadi. Warna-warna lembut seperti sage green, dusty pink, dan sky blue cocok untuk tampilan santai namun elegan, sedangkan warna maroon atau navy dapat memberikan kesan lebih formal.

Dengan berbagai pilihan warna yang tersedia, masyarakat dapat menyesuaikan busana Lebaran sesuai selera agar tetap percaya diri saat merayakan Hari Raya bersama keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Aktual
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Aktual
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Aktual
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Aktual
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Aktual
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Aktual
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
Aktual
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Aktual
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Aktual
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Aktual
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com