Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW

Kompas.com, 10 Juni 2026, 07:25 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian, manusia kerap dihantui penyesalan atas masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan.

Ada yang gelisah karena kehilangan, kecewa karena harapan tak terwujud, atau takut menghadapi sesuatu yang belum terjadi.

Dalam kondisi seperti itu, Islam menghadirkan satu fondasi yang menenteramkan hati yaitu iman kepada takdir Allah.

Mengimani takdir merupakan salah satu rukun iman yang mengajarkan bahwa seluruh peristiwa dalam kehidupan manusia telah berada dalam ilmu dan ketetapan Allah Ta'ala.

Baca juga: Takdir Bisa Berubah? Ini Peran Doa Tolak Bala yang Jarang Disadari

Keyakinan tersebut bukan untuk melemahkan usaha, melainkan menjadi sumber ketenangan bahwa tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengawasan dan hikmah-Nya, sehingga tidak ada ruang bagi penyesalan berlebihan terhadap masa lalu maupun kecemasan terhadap masa depan.

Di antara wasiat Rasulullah SAW yang paling agung dalam meneguhkan akidah ini adalah wasiat beliau kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang berkata:

Suatu hari aku berada di belakang Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda:

يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

"Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Dan jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa apa yang menimpamu tidak akan meleset darimu dan apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu. Dan ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesulitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan. Dan ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu manfaat dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena takdir telah diangkat dan lembaran-lembaran catatan telah kering." [HR. At-Tirmidzi dan beliau menyatakan hadits ini hasan shahih]

Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ustadz Ahsanul Falihin menjelaskan bahwa pemahaman terhadap takdir akan melahirkan ketenangan batin dan sikap hidup yang lebih bijaksana.

Makna "ما أصابك لم يكن ليخطئك" adalah segala sesuatu yang terjadi pada diri seseorang berupa kebaikan, nikmat, kesehatan, rezeki, musibah, atau ujian yang telah ditetapkan Allah, pasti akan menimpanya dan tidak akan berpindah kepada orang lain.

"Apa yang menjadi bagian kita tidak akan tertukar, dan apa yang bukan bagian kita tidak akan bisa dipaksa. Karena itu, seorang Muslim diperintahkan untuk menjaga hak-hak Allah, berikhtiar dengan sebab yang benar, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh ridha dan tawakal," kata Ustadz Ahsanul Falihin.

Makna "وما أخطأك لم يكن ليصيبك", diurainya memiliki arti, Segala sesuatu yang luput darinya berupa kebaikan yang diinginkannya atau keburukan yang dikhawatirkannya, maka sesungguhnya hal itu tidak pernah ditetapkan untuknya. Sekuat apa pun usaha dan sebab yang dikerahkan, ia tidak akan mampu meraihnya.

Ketiga, Sabda beliau: "رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ": Para ulama menjelaskan bahwa pena pencatat takdir telah diangkat dan lembaran catatan amal serta takdir telah mengering. Artinya, ketetapan Allah telah final dan tidak dapat diubah oleh siapa pun.

Keimanan kepada takdir juga tidak berarti menafikan ikhtiar. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berusaha, bekerja, berobat ketika sakit, belajar, dan mengambil berbagai sebab yang dibenarkan syariat. Namun, ia menyadari bahwa sebab tidak akan membuahkan hasil tanpa izin Allah.

"Keyakinan inilah yang melahirkan sikap ridha ketika kehilangan, tidak larut dalam penyesalan dengan ucapan "seandainya", serta tidak mudah putus asa saat menghadapi ujian," urainya.

Sebab, Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa iman kepada takdir berarti meyakini bahwa segala yang terjadi, baik maupun buruk, telah tercatat di Lauh Mahfuzh sebelum penciptaan langit dan bumi.

Ridha dan ketenteraman jiwa yaitu menghilangkan penyesalan terhadap apa yang telah luput dengan ucapan "seandainya", karena semua telah sesuai ketetapan Allah yang Maha Bijaksana.

Kemudian tawakal dan kemandirian, yang mana tidak bergantung berlebihan kepada manusia dalam mendatangkan manfaat atau menolak mudarat, karena seluruh makhluk tidak kuasa memberi atau mengambil sesuatu di luar ketetapan Allah.

Terkait kesabaran dan optimisme, menjadi penegasan "kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesulitan" menanamkan sikap tegar menghadapi ujian dan optimis bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan.

Terpenting, mengutamakan Allah dalam meminta, di mana “Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah” mengajarkan tauhid uluhiyyah, yaitu memurnikan doa dan harapan hanya kepada Allah Ta’ala.

"Mengimani takdir tidak berarti menafikan ikhtiar. Takdir bukan alasan untuk berkata: "Buat apa usaha, kan sudah ditakdirkan?!" Justru dengan mengimani takdir akan tumbuh sikap ridha, tawakkal, dan sabar," tuturnya.

Allah berfirman:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰانَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ۝٥١

Katakanlah: “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. —[QS At-Taubah: 51]

Baca juga: Menjelang Pengumuman SNBP, Amalkan Doa Ini agar Hati Tenang dan Siap Menerima Takdir

Kesimpulannya, wasiat Rasulullah SAW kepada Ibnu Abbas tersebut merupakan rangkuman akidah yang menyejukkan hati. Ia mengajarkan bahwa takdir Allah adalah kebaikan semua.

Apa yang menjadi bagian kita tidak akan tertukar, dan apa yang bukan bagian kita tidak akan bisa dipaksa. Karena itu, seorang Muslim diperintahkan untuk menjaga hak-hak Allah, berikhtiar dengan sebab yang benar, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh ridha dan tawakal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Aktual
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Aktual
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Aktual
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Aktual
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Aktual
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
Aktual
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
Aktual
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Aktual
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
Aktual
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
Aktual
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Aktual
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Aktual
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar