Penulis
KOMPAS.com - Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dan kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah. Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan suci ini akan dilipatgandakan pahalanya dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Orang-orang yang berhasil memanfaatkan Ramadhan dengan optimal akan keluar dari bulan mulia ini dalam keadaan lebih bersih dari dosa dan meraih predikat tertinggi sebagai orang yang bertakwa.
Baca juga: Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan
Agar bisa sukses dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan, persiapan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Para ulama sejak dahulu menganjurkan agar umat Islam mulai memperbaiki diri sejak bulan Rajab dan Sya’ban.
Kedua bulan ini menjadi fase penting dalam mempersiapkan fisik, mental, dan spiritual sebelum memasuki Ramadhan.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW dan para ulama mengajarkan sebuah doa memohon keberkahan bulan Rajab dan Sya’ban, agar seorang Muslim diberikan kemudahan dalam beribadah serta dipanjangkan umur hingga bertemu bulan Ramadhan.
Keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban menjadi bekal utama agar ibadah di bulan Ramadhan dapat dijalani dengan lebih ringan, khusyuk, dan maksimal.
Salah satu doa yang masyhur dan sering dibaca menjelang Ramadhan diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad, sebagai berikut:
Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin:
Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya‘baana wa ballighnaa Ramadhaana.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan.”
Doa ini mencerminkan harapan agar seorang Muslim tidak hanya berumur panjang, tetapi juga diberi keberkahan usia untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Baca juga: Nisfu Syaban 2026: Doa Berbuka Puasa dan Waktu Mustajab
Abu Bakr Al-Balkhi dalam kitab Latha’iful Ma‘arif, sebagaimana dikutip oleh Ibnu Rajab, menjelaskan perumpamaan yang sangat indah:
“Bulan Rajab adalah waktu menanam, bulan Sya’ban adalah waktu menyiram, dan bulan Ramadhan adalah waktu memanen.”
Maknanya, segala bentuk persiapan yang telah dimulai sejak bulan Rajab harus diperkuat di bulan Sya’ban. Inilah fase krusial agar hasil ibadah di bulan Ramadhan benar-benar maksimal.
Agar siap menyambut Ramadhan, berikut lima aspek penting yang perlu diperhatikan dan diperkuat di bulan Sya’ban:
Perbanyak istighfar, taubat, dan doa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membersihkan hati dari dosa dan penyakit hati.
Mulai meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, tilawah Al-Qur’an, serta menetapkan target amalan Ramadhan.
Memperdalam pemahaman tentang fiqih puasa dan ibadah Ramadhan agar pelaksanaannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Menjaga kesehatan tubuh, pola makan, dan istirahat agar fisik siap menjalani puasa dan ibadah intens selama Ramadhan.
Mempersiapkan harta untuk sedekah, infak, dan zakat agar ibadah sosial di bulan Ramadhan dapat berjalan lancar.
Baca juga: Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan
Persiapan menyambut bulan Ramadhan yang dimulai sejak bulan Rajab dan dilanjutkan di bulan Sya’ban akan memberikan dampak besar terhadap kualitas ibadah selama Ramadhan.
Dengan memperbanyak doa, terutama doa memohon keberkahan bulan Sya’ban, seorang Muslim akan mendapatkan energi spiritual untuk memperbaiki diri secara menyeluruh. Sehingga ketika Ramadhan tiba, hati, ilmu, fisik, dan amal sudah benar-benar siap untuk mengarunginya dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang