KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum spiritual penting bagi umat Islam.
Selain dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar, banyak Muslim juga menghidupkannya dengan puasa sunnah pada siang hari.
Salah satu amalan yang memiliki nilai istimewa adalah membaca doa saat berbuka puasa Nisfu Syaban, karena bertepatan dengan waktu mustajab dan malam penuh ampunan.
Dalam tradisi Islam, Nisfu Syaban dipahami sebagai malam pengangkatan catatan amal tahunan manusia.
Oleh sebab itu, berbuka puasa pada hari tersebut tidak sekadar mengakhiri rasa lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen spiritual untuk memohon ampunan dan keberkahan hidup.
Nisfu Syaban berarti pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada tanggal 15 Hijriah. Mengutip kitab Latha’if Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, malam Nisfu Syaban dipandang sebagai waktu di mana rahmat Allah SWT dicurahkan secara luas kepada hamba-Nya.
Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling bermusuhan.”
Hadis ini menjadi dasar kuat bagi para ulama untuk menganjurkan umat Islam memperbanyak doa, taubat, dan amal saleh pada malam tersebut.
Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan, Dalil, Jadwal, dan Keutamaannya
Puasa sunnah pada pertengahan Syaban merupakan salah satu amalan yang sering dilakukan umat Islam.
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah pada bulan Syaban sebagai persiapan spiritual menjelang Ramadhan.
Puasa ini memiliki nilai ganda, yaitu ibadah fisik sekaligus ibadah batin. Ketika tiba waktu berbuka, seorang Muslim berada dalam kondisi spiritual yang bersih dan penuh ketundukan. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:
“Tiga doa yang tidak tertolak, salah satunya adalah doa orang yang berpuasa ketika berbuka.”
Karena itu, waktu berbuka puasa Nisfu Syaban menjadi momentum yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa penting, baik terkait ampunan dosa, rezeki, kesehatan, maupun keselamatan akhirat.
Pada dasarnya, tidak ada doa khusus yang hanya dikhususkan untuk Nisfu Syaban. Namun, umat Islam dianjurkan membaca doa berbuka yang diajarkan Rasulullah SAW.
Berikut bacaan doa berbuka puasa yang sering diamalkan:
اللهم لك صمت وبك آمنت وعلى رزقك أفطرت فاغفر لي ما قدمت وما أخرت
Allāhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alā rizqika afthartu, faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”
Doa ini mengandung makna pengakuan tauhid, ketergantungan kepada Allah SWT, serta permohonan ampunan yang sejalan dengan tema utama malam Nisfu Syaban.
Baca juga: Amalan Malam Nisfu Syaban: Keutamaan, Dalil, dan Panduan Ibadah
Selain doa di atas, sebagian umat Islam juga membaca doa berbuka berikut:
اللهم إني لك صمت وبك آمنت وعليك توكلت وعلى رزقك أفطرت فاغفر لي يا غفار ما قدمت وما أخرت
Allāhumma innī laka shumtu, wa bika āmantu, wa ‘alayka tawakkaltu, wa ‘alā rizqika afthartu, faghfir lī yā Ghaffār mā qaddamtu wa mā akhkhartu.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, dan berbuka dengan rezeki-Mu. Maka ampunilah dosaku, wahai Dzat Yang Maha Pengampun, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.”
Doa ini menegaskan tiga pilar utama ibadah, yaitu iman, tawakal, dan ketundukan kepada Allah SWT.
Setelah berbuka puasa, umat Islam dianjurkan melanjutkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai ibadah tambahan.
Dalam buku Kemuliaan Bulan Syaban karya Abu Ghozie as-Sundawie disebutkan bahwa malam ini sangat dianjurkan diisi dengan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak shalawat.
Beberapa amalan yang umum dilakukan antara lain shalat sunnah malam, membaca Surah Yasin, memperbanyak istighfar, serta memanjatkan doa panjang memohon keselamatan dunia dan akhirat.
Baca juga: Puasa Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap 2026
Doa berbuka puasa Nisfu Syaban mengajarkan umat Islam untuk menyelaraskan ibadah fisik dengan ibadah hati. Puasa melatih kesabaran, sementara doa menguatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Momentum ini juga menjadi sarana refleksi diri menjelang Ramadhan. Dengan memohon ampunan dan membersihkan hati sejak Syaban, seorang Muslim diharapkan dapat memasuki bulan suci Ramadhan dengan kondisi iman yang lebih kuat dan jiwa yang lebih bersih.
Doa berbuka puasa Nisfu Syaban bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bagian dari rangkaian spiritual yang sarat makna.
Bertepatan dengan malam pengampunan dan waktu mustajab, doa ini menjadi pintu harapan bagi umat Islam untuk mendapatkan rahmat, ampunan, serta keberkahan hidup.
Dengan menghidupkan Nisfu Syaban melalui puasa, doa berbuka, dan ibadah malam, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan yang lebih berkualitas.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang