Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nisfu Syaban 2026: Doa Berbuka Puasa dan Waktu Mustajab

Kompas.com, 21 Januari 2026, 09:32 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum spiritual penting bagi umat Islam.

Selain dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar, banyak Muslim juga menghidupkannya dengan puasa sunnah pada siang hari.

Salah satu amalan yang memiliki nilai istimewa adalah membaca doa saat berbuka puasa Nisfu Syaban, karena bertepatan dengan waktu mustajab dan malam penuh ampunan.

Dalam tradisi Islam, Nisfu Syaban dipahami sebagai malam pengangkatan catatan amal tahunan manusia.

Oleh sebab itu, berbuka puasa pada hari tersebut tidak sekadar mengakhiri rasa lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen spiritual untuk memohon ampunan dan keberkahan hidup.

Makna Nisfu Syaban dalam Perspektif Islam

Nisfu Syaban berarti pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada tanggal 15 Hijriah. Mengutip kitab Latha’if Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, malam Nisfu Syaban dipandang sebagai waktu di mana rahmat Allah SWT dicurahkan secara luas kepada hamba-Nya.

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling bermusuhan.”

Hadis ini menjadi dasar kuat bagi para ulama untuk menganjurkan umat Islam memperbanyak doa, taubat, dan amal saleh pada malam tersebut.

Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan, Dalil, Jadwal, dan Keutamaannya

Puasa Nisfu Syaban dan Hubungannya dengan Doa Berbuka

Puasa sunnah pada pertengahan Syaban merupakan salah satu amalan yang sering dilakukan umat Islam.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah pada bulan Syaban sebagai persiapan spiritual menjelang Ramadhan.

Puasa ini memiliki nilai ganda, yaitu ibadah fisik sekaligus ibadah batin. Ketika tiba waktu berbuka, seorang Muslim berada dalam kondisi spiritual yang bersih dan penuh ketundukan. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:

“Tiga doa yang tidak tertolak, salah satunya adalah doa orang yang berpuasa ketika berbuka.”

Karena itu, waktu berbuka puasa Nisfu Syaban menjadi momentum yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa penting, baik terkait ampunan dosa, rezeki, kesehatan, maupun keselamatan akhirat.

Bacaan Doa Berbuka Puasa Nisfu Syaban

Pada dasarnya, tidak ada doa khusus yang hanya dikhususkan untuk Nisfu Syaban. Namun, umat Islam dianjurkan membaca doa berbuka yang diajarkan Rasulullah SAW.

Berikut bacaan doa berbuka puasa yang sering diamalkan:

اللهم لك صمت وبك آمنت وعلى رزقك أفطرت فاغفر لي ما قدمت وما أخرت

Allāhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alā rizqika afthartu, faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”

Doa ini mengandung makna pengakuan tauhid, ketergantungan kepada Allah SWT, serta permohonan ampunan yang sejalan dengan tema utama malam Nisfu Syaban.

Baca juga: Amalan Malam Nisfu Syaban: Keutamaan, Dalil, dan Panduan Ibadah

Alternatif Doa Berbuka yang Sering Diamalkan

Selain doa di atas, sebagian umat Islam juga membaca doa berbuka berikut:

اللهم إني لك صمت وبك آمنت وعليك توكلت وعلى رزقك أفطرت فاغفر لي يا غفار ما قدمت وما أخرت

Allāhumma innī laka shumtu, wa bika āmantu, wa ‘alayka tawakkaltu, wa ‘alā rizqika afthartu, faghfir lī yā Ghaffār mā qaddamtu wa mā akhkhartu.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, dan berbuka dengan rezeki-Mu. Maka ampunilah dosaku, wahai Dzat Yang Maha Pengampun, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.”

Doa ini menegaskan tiga pilar utama ibadah, yaitu iman, tawakal, dan ketundukan kepada Allah SWT.

Amalan Pendukung Setelah Berbuka Nisfu Syaban

Setelah berbuka puasa, umat Islam dianjurkan melanjutkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai ibadah tambahan.

Dalam buku Kemuliaan Bulan Syaban karya Abu Ghozie as-Sundawie disebutkan bahwa malam ini sangat dianjurkan diisi dengan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak shalawat.

Beberapa amalan yang umum dilakukan antara lain shalat sunnah malam, membaca Surah Yasin, memperbanyak istighfar, serta memanjatkan doa panjang memohon keselamatan dunia dan akhirat.

Baca juga: Puasa Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap 2026

Hikmah Doa Berbuka Puasa Nisfu Syaban

Doa berbuka puasa Nisfu Syaban mengajarkan umat Islam untuk menyelaraskan ibadah fisik dengan ibadah hati. Puasa melatih kesabaran, sementara doa menguatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Momentum ini juga menjadi sarana refleksi diri menjelang Ramadhan. Dengan memohon ampunan dan membersihkan hati sejak Syaban, seorang Muslim diharapkan dapat memasuki bulan suci Ramadhan dengan kondisi iman yang lebih kuat dan jiwa yang lebih bersih.

Doa berbuka puasa Nisfu Syaban bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bagian dari rangkaian spiritual yang sarat makna.

Bertepatan dengan malam pengampunan dan waktu mustajab, doa ini menjadi pintu harapan bagi umat Islam untuk mendapatkan rahmat, ampunan, serta keberkahan hidup.

Dengan menghidupkan Nisfu Syaban melalui puasa, doa berbuka, dan ibadah malam, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan yang lebih berkualitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Aktual
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Aktual
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Aktual
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Aktual
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Aktual
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Aktual
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Aktual
 Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Aktual
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram,  Jemaah Haji Wajib Tahu
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Wajib Tahu
Aktual
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Aktual
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
Aktual
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Aktual
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
Aktual
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Aktual
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Kisah Mansa Musa Pergi Haji 1324: Raja Terkaya yang Mengguncang Dunia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com