Penulis
KOMPAS.com - Malam hari pada dasarnya adalah waktu untuk beristirahat dan tidur. Rentang waktu tidur terbentang cukup panjang, mulai setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh. Namun, di antara waktu malam tersebut terdapat saat-saat istimewa yang sangat dianjurkan untuk diisi dengan ibadah.
Salah satu ibadah utama di malam hari adalah sholat tahajud. Sholat sunnah ini menjadi amalan istimewa yang tidak semua orang mampu menjaganya. Karena itu, sholat tahajud sering disebut sebagai ibadahnya orang-orang pilihan.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah
Sholat tahajud adalah amalan yang biasa dikerjakan oleh orang-orang bertakwa dan dekat dengan Allah SWT. Al-Qur’an menggambarkan sifat para ahli surga sebagai orang-orang yang sedikit tidurnya di malam hari karena mereka menghidupkan malam dengan ibadah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 17:
كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
Artinya:
"Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam."
Ayat ini menjelaskan bahwa para hamba Allah yang mulia mengisi malamnya dengan qiyamul lail, seperti sholat tahajud dan witir, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa dan istighfar.
Secara bahasa, kata tahajud berasal dari kata hajada yang berarti tidur di malam hari. Hal ini dijelaskan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah yang diterbitkan oleh Al-Auqaf Al-Kuwaitiyyah.
Adapun secara istilah, sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, meskipun tidurnya hanya sebentar.
Dengan demikian, sholat malam yang dikerjakan tanpa tidur sebelumnya tidak disebut sholat tahajud, meski tetap bernilai ibadah.
Baca juga: Ini Waktu Paling Utama Shalat Tahajud dan Witir Menurut Sunnah Nabi
Anjuran sholat tahajud secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya:
"Dan pada sebagian malam, laksanakanlah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Ayat ini menunjukkan bahwa sholat tahajud memiliki kedudukan istimewa, bahkan menjadi salah satu sebab diangkatnya derajat seorang hamba di sisi Allah SWT.
Secara umum, waktu sholat tahajud dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh, dengan syarat telah tidur terlebih dahulu.
Namun, waktu paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud adalah sepertiga malam terakhir. Pada waktu inilah Allah SWT membuka pintu ampunan dan pengabulan doa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb kita Tabaaraka wa Ta’aalaa turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.’” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi dasar kuat mengapa sepertiga malam terakhir disebut sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Baca juga: Shalat Tahajud Tanpa Tidur, Bolehkah? Simak Penjelasannya
Sholat tahajud minimal dikerjakan dua rakaat. Adapun jumlah yang umum dikerjakan Rasulullah SAW adalah 8 rakaat sholat tahajud dan ditutup dengan 3 rakaat sholat witir, sebagaimana sholat tarawih, dengan salam setiap dua rakaat.
Niat sholat tahajud dapat dibaca dalam hati atau dilafalkan sebagai berikut:
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatat tahajjudi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta‘aalaa.
Artinya:
Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Setelah itu, sholat dilanjutkan seperti sholat pada umumnya hingga diakhiri dengan salam.
Salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah SAW setelah sholat tahajud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ
وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ
وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ
اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ
وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ
فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي
أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Baca juga: 10 Tips Mudah Bangun untuk Sholat Tahajud, Lengkap dengan Hadis
Allaahumma rabbanaa lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fii hinna.
Wa lakal hamdu anta maalikus samaawaati wal ardhi wa man fii hinna.
Wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fii hinna.
Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqaa’uka haqq.
Wa qauluka haqq, wal jannatu haqq, wan naaru haqq.
Wan nabiyyuuna haqq, wa Muhammadun shallallaahu alaihi wasallama haqq. Was saa‘atu haqq.
Allaahumma laka aslamtu. Wa bika aamantu. Wa ‘alaika tawakkaltu.
Wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu.
Fagfirlii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu, wa maa asrartu, wa maa a‘lantu, wa maa anta a‘lamu bihi minnii.
Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Laa ilaaha illaa anta. Wa laa haula, wa laa quwwata illaa billaah.
Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar.
Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian.
Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar.
Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah.
Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali.
Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku.
Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan,
Dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau.
Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.
Baca juga: Doa Tahajud dan Artinya: Doa Malam yang Penuh Keutamaan
Sholat tahajud bukan sekadar sholat sunnah biasa, melainkan ibadah malam yang sarat keutamaan. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, sholat tahajud juga menjadi wasilah terkabulnya doa dan diangkatnya derajat seorang hamba.
Meski berat, siapa pun yang mampu menjaganya akan merasakan ketenangan dan keberkahan luar biasa dalam hidupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang