Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026

Kompas.com, 21 Januari 2026, 10:38 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pertanyaan lebaran 2026 tanggal berapa, berapa hari lagi puasa, dan Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal menjadi topik yang kian ramai dicari umat Islam di Indonesia.

Wajar saja, karena kepastian waktu Ramadhan dan Idul Fitri sangat menentukan persiapan ibadah, jadwal sekolah dan kerja, hingga rencana mudik Lebaran.

Artikel ini merangkum penjelasan lengkap—mulai dari prediksi awal puasa, hitung mundur menuju Ramadhan, hingga kepastian Idul Fitri 2026 menurut kalender dan kebijakan pemerintah.

Berapa Hari Lagi Puasa? Ini Perkiraan Awal Ramadhan 2026

Puasa Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari 2026. Dua pendekatan penetapan yang lazim di Indonesia berpotensi menghasilkan tanggal berbeda:

Versi Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab wujudul hilal.

Baca juga: Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026: Tinggal 28 Hari Lagi, Ini Prediksi Awal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Versi pemerintah kemungkinan menetapkan Kamis, 19 Februari 2026, setelah sidang isbat yang mengombinasikan hisab dan rukyatul hilal sesuai kriteria imkanur rukyat.

Jika dihitung dari akhir Januari 2026, maka jawaban untuk pertanyaan berapa hari lagi puasa berada di kisaran tiga hingga empat pekan (sekitar 25–30 hari), tergantung tanggal acuan dan hasil sidang isbat.

Mengapa Awal Puasa Bisa Berbeda?

Perbedaan ini bukan hal baru. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan kriteria imkanur rukyat—hilal dinyatakan mungkin terlihat bila memenuhi ambang ketinggian dan elongasi tertentu.

Sementara Muhammadiyah menggunakan hisab wujudul hilal, yang menetapkan awal bulan jika posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Kedua metode sama-sama ilmiah dan telah lama digunakan. Karena itu, masyarakat disarankan menunggu pengumuman resmi pemerintah untuk kepastian nasional, sembari menghormati perbedaan yang ada.

Idul Fitri 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Lalu, Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal berapa?

Mengacu pada kalender nasional dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025, pemerintah menetapkan:

Idul Fitri 1447 H diperingati pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026.

Penetapan dua hari ini mengikuti kebiasaan libur nasional dan cuti bersama untuk mengakomodasi arus mudik dan silaturahmi keluarga. Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan lebaran 2026 tanggal berapa adalah 21–22 Maret 2026.

Hubungan Puasa Ramadhan dan Lebaran 2026

Jika Ramadhan dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026, maka durasi puasa berlangsung sekitar 29–30 hari.

Dengan asumsi tersebut, Hari Raya Idul Fitri berada di rentang 21–22 Maret 2026, sebagaimana tercantum dalam SKB.

Bagi masyarakat, kepastian ini sangat penting untuk:

- Menyusun rencana mudik (tiket, cuti, dan logistik),

- Menyiapkan kebutuhan Lebaran,

- Mengatur jadwal ibadah sejak awal Ramadhan.

Hitung Mundur Praktis: Dari Sekarang ke Ramadhan dan Lebaran

Berikut ringkasan hitung mundur yang sering dicari:

  • Berapa hari lagi puasa?

Sekitar 3–4 pekan dari akhir Januari 2026.

  • Ramadhan 1447 H

Diperkirakan mulai 18–19 Februari 2026.

21–22 Maret 2026.

  • Jarak Ramadhan ke Lebaran

Sekitar 1 bulan puasa penuh.

Angka-angka ini akan semakin akurat seiring mendekati sidang isbat penentuan awal Ramadhan dan Syawal.

Persiapan Menyambut Puasa Sejak Dini

Mengetahui berapa hari lagi puasa sebaiknya diikuti persiapan yang matang. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

1. Menata pola tidur agar terbiasa bangun sahur.

2. Mengatur pola makan dengan mengurangi gula dan lemak berlebih.

3. Menjaga kesehatan, khususnya bagi penderita maag, diabetes, atau hipertensi.

4. Meningkatkan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, dzikir, dan puasa sunnah.

5. Edukasi anak untuk belajar berpuasa secara bertahap.

Persiapan dini membantu tubuh dan mental beradaptasi sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan optimal.

Dampak Penetapan Lebaran bagi Mudik 2026

Kepastian Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal 21–22 Maret membuat arus mudik diperkirakan terjadi pada pekan ketiga Maret 2026. Pemerintah biasanya menyiapkan:

  • Rekayasa lalu lintas,
  • Penambahan armada transportasi,
  • Penetapan cuti bersama untuk mengurai kepadatan.

Masyarakat disarankan memantau pengumuman lanjutan terkait cuti bersama dan kebijakan mudik agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

Pantau Informasi Resmi

Meski kalender dan SKB sudah memberikan gambaran kuat, kepastian awal Ramadhan dan Idul Fitri tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Karena itu, penting untuk mengikuti kanal resmi Kementerian Agama dan pemberitaan tepercaya.

Jadi...

1. Lebaran 2026 tanggal berapa? 21–22 Maret 2026.

2. Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal yang sama, sesuai SKB 3 Menteri.

3. Berapa hari lagi puasa? Sekitar tiga hingga empat pekan dari akhir Januari 2026, dengan awal Ramadhan diperkirakan 18–19 Februari 2026.

Baca juga: Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Bulan Suci?

Dengan mengetahui jadwal ini lebih awal, umat Islam dapat menyambut Ramadhan dan Lebaran 2026 dengan persiapan yang lebih matang—lahir, batin, dan rencana perjalanan.

Semoga Ramadhan mendatang membawa keberkahan, dan Lebaran 2026 menjadi momen silaturahmi yang penuh makna.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com