Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan Berapa Hari Lagi? Cek Hitung Mundur Ramadhan 2026 dan Persiapannya

Kompas.com, 21 Januari 2026, 08:19 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pertanyaan ramadhan berapa hari lagi semakin sering dicari umat Islam menjelang datangnya bulan suci. Banyak orang ingin mengetahui secara pasti ramadhan 2026 berapa hari lagi agar dapat mempersiapkan ibadah, kesehatan, hingga rencana mudik Lebaran bersama keluarga.

Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, awal Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari.

Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, terdapat potensi perbedaan penetapan antara pemerintah dan Muhammadiyah karena metode yang digunakan tidak sama.

Baca juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?

Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara pemerintah kemungkinan menetapkan awal Ramadhan pada Kamis, 19 Februari 2026 setelah melalui sidang isbat dan pemantauan hilal.

Lalu, ramadhan kurang berapa hari dari sekarang? Jika mengacu pada ketetapan Muhammadiyah 18 Februari 2026 dan dihitung sejak 21 Januari 2026, maka umat Islam akan memasuki bulan puasa dalam sekitar 28 hari lagi. Hitung mundur ini tentu akan terus berubah setiap harinya.

Mengapa Ada Perbedaan Awal Ramadhan?

Perbedaan jawaban atas pertanyaan ramadhan 2026 berapa hari lagi terjadi karena metode penentuan yang berlainan.

Pemerintah menggunakan kombinasi hisab dan rukyatul hilal dengan kriteria imkanur rukyat sesuai kesepakatan MABIMS.

Syaratnya, hilal harus berada minimal 3 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat agar dinyatakan terlihat.

Sementara Muhammadiyah memakai metode hisab wujudul hilal, yang menilai awal bulan baru cukup dengan posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam tanpa syarat terlihat secara visual.

Perbedaan pendekatan ini sudah sering terjadi dan menjadi dinamika dalam penetapan kalender Islam di Indonesia.

Persiapan Menyambut Ramadhan

Mengetahui ramadhan berapa hari lagi bukan sekadar untuk menghitung waktu, tetapi juga momentum memperbaiki diri.

Ada beberapa langkah yang bisa mulai dilakukan:

1. Memperbaiki pola tidur agar terbiasa bangun sahur.

2. Mengatur pola makan dengan mengurangi gula dan lemak berlebih.

3. Menjaga kesehatan, terutama bagi penderita maag, diabetes, dan hipertensi.

4. Memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan puasa sunnah.

5. Mengajak anak belajar puasa secara bertahap.

Dengan persiapan sejak dini, tubuh dan mental akan lebih siap saat memasuki bulan penuh keberkahan.

Hubungan dengan Jadwal Lebaran 2026

Banyak yang mencari ramadhan kurang berapa hari untuk memperkirakan waktu Idul Fitri dan rencana mudik. Berdasarkan SKB 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025, pemerintah menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 dan Minggu, 22 Maret 2026.

Tanggal tersebut menjadi acuan awal untuk merencanakan perjalanan, membeli tiket, dan mengatur cuti kerja.

Baca juga: Ramadhan 2026: Daftar Ibadah Utama yang Dianjurkan Umat Islam

Pantau Hitung Mundur Setiap Hari

Informasi tentang ramadhan berapa hari lagi akan terus diperbarui seiring mendekati sidang isbat pemerintah. Umat Islam disarankan mengikuti sumber resmi Kementerian Agama atau organisasi keagamaan terpercaya agar tidak keliru.

Ramadhan bukan hanya soal menghitung hari, tetapi tentang menyiapkan hati. Semoga ketika waktu itu tiba, kita semua dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Doa Jamaah Haji saat Meninggalkan Makkah dan Tiba di Rumah
3 Doa Jamaah Haji saat Meninggalkan Makkah dan Tiba di Rumah
Doa dan Niat
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Aktual
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Aktual
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Aktual
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Niat
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Aktual
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Aktual
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Aktual
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Aktual
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Aktual
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com