Editor
KOMPAS.com – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada musim haji tahun ini, provinsi tersebut mendapat tambahan kuota sebanyak 1.299 orang, sehingga total kuota haji NTB menjadi 5.798 jemaah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB Lalu Muhamad Amin menjelaskan, penambahan kuota ini setara dengan tambahan tiga kelompok terbang (kloter).
“Jadi, ada penambahan 3 kloter,” ujar Amin di Mataram, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Alissa Wahid: Negara Punya “Utang Moral” kepada Jemaah Haji Lansia
Ia menegaskan, polemik kuota haji yang sempat muncul di tingkat nasional tidak berdampak pada jatah untuk NTB. Kuota yang telah ditetapkan tetap berjalan sesuai rencana.
“Tidak ada pengaruh. Kita justru dapat penambahan 1.299 orang, sehingga total kuota haji untuk NTB sebanyak 5.798 orang,” terangnya.
Terkait pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Amin mengakui masih ada 141 calon jemaah yang belum menyelesaikan pembayaran hingga batas akhir tahap kedua.
Menurutnya, kendala yang dihadapi cukup beragam, mulai dari persoalan kesehatan hingga akses menuju bank yang jauh dari tempat tinggal jemaah.
“Ketika sampai di lokasi bank, ada jemaah yang tidak memenuhi istitha’ah atau kemampuan fisik dan mental. Selain itu, akses dari rumah ke bank cukup jauh sehingga ada jemaah yang menitipkan uangnya di bank,” jelasnya.
Meski demikian, Kemenhaj NTB memastikan calon jemaah tersebut masih memiliki kesempatan melunasi pada tahap ketiga.
“Insya Allah, akan ada surat resmi agar mereka bisa melakukan pelunasan di tahap berikutnya,” ungkap Amin.
Di sisi lain, antrean keberangkatan haji di NTB masih tergolong panjang. Amin menyebut, masyarakat yang mendaftar pada tahun 2026 harus bersiap menunggu hingga 26 tahun.
“Yang berangkat tahun ini adalah mereka yang mendaftar pada 2012. Kalau mulai mendaftar tahun ini, daftar tunggunya sekitar 26 tahun,” katanya.
Baca juga: Dana Operasional Haji 2026 Kemenhaj Rp 18,2 Triliun, Untuk Apa Saja?
Pemerintah daerah bersama Kemenhaj NTB terus berupaya meningkatkan layanan dan kesiapan jemaah agar proses keberangkatan berjalan lancar, termasuk pembinaan manasik dan pemeriksaan kesehatan lebih awal.
Dengan adanya tambahan kuota, harapan untuk memangkas daftar tunggu di NTB sedikit terbuka, meski antrean panjang masih menjadi tantangan besar bagi calon jemaah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang