Editor
KOMPAS.com - Ribuan umat Muslim memadati Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah pada malam pertama sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Para jemaah berkumpul untuk melaksanakan shalat Tarawih dan shalat Tahajud berjamaah yang juga dikenal sebagai Qiyamullail.
Sepuluh malam terakhir Ramadhan memang menjadi waktu yang sangat dinantikan umat Islam karena diyakini terdapat malam Lailatul Qadar. Karena itu, banyak jemaah memperbanyak ibadah di dua masjid suci tersebut.
Baca juga: Kementerian Haji Arab Saudi Imbau Jemaah Umrah Hindari Jam Padat di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Pada malam tersebut, suasana ibadah berlangsung khusyuk dengan ribuan jemaah yang datang dari berbagai negara.
Para jemaah memanfaatkan waktu untuk shalat, membaca Al-Qur’an, dan memanjatkan doa.
Dilansir dari Saudi Gazette, otoritas Arab Saudi juga menyiapkan berbagai layanan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama beribadah.
Di Makkah, arus jemaah sudah terlihat sejak dini hari di berbagai area sekitar Masjidil Haram.
Kepadatan jemaah terlihat di koridor, halaman masjid, area mataf, hingga jalan-jalan yang mengarah ke Masjidil Haram.
Suasana spiritual tampak dari para peziarah dan jemaah yang memenuhi kawasan masjid.
Sebagian jemaah terlihat melaksanakan shalat, sementara lainnya membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah dengan penuh kekhusyukan.
Kegiatan ibadah berlangsung dengan tertib berkat sistem layanan terpadu yang disediakan otoritas setempat.
Berbagai fasilitas disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah yang datang ke Masjidil Haram.
Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyiapkan berbagai fasilitas di Masjidil Haram bekerja sama dengan instansi terkait.
Persiapan ini bertujuan memberikan layanan operasional yang optimal bagi jemaah dan pelaku umrah.
Langkah yang dilakukan antara lain pembersihan, sterilisasi, serta penyemprotan wewangian di berbagai area masjid menggunakan peralatan khusus yang ditempatkan di dalam maupun di luar area masjid.
Selain itu, otoritas juga mengoperasikan toilet yang dilengkapi berbagai fasilitas, menambah jumlah karpet shalat, serta menyiapkan banyak titik distribusi air Zamzam.
Layanan tersebut memastikan ketersediaan air Zamzam dingin maupun tidak dingin selama 24 jam.
Sistem keluar-masuk jemaah juga diatur untuk memudahkan mobilitas di dalam masjid.
Pintu khusus disediakan bagi lansia dan penyandang disabilitas, sementara tim lapangan disiagakan sepanjang waktu untuk menerima pertanyaan maupun masukan dari jemaah.
Berbagai fasilitas penunjang lainnya juga disiapkan, seperti eskalator dan lift, sistem pendingin udara, pencahayaan, ventilasi, sistem suara, serta sumber pasokan listrik.
Pintu-pintu dan fasilitas toilet juga dilengkapi standar keselamatan lingkungan guna menjaga kesehatan dan keamanan para pengunjung.
Upaya ini merupakan bagian dari layanan berkelanjutan yang dilakukan otoritas Arab Saudi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah dan pengunjung agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Di Madinah, ribuan jemaah juga memadati Masjid Nabawi untuk melaksanakan shalat Tahajud berjamaah. Suasana ibadah berlangsung dengan penuh ketenangan, spiritualitas, dan keamanan.
Jemaah terlihat memenuhi koridor, halaman, serta jalan-jalan menuju Masjid Nabawi.
Kehadiran ribuan jemaah menciptakan suasana ibadah yang khusyuk selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga menyiapkan seluruh area dan fasilitas di Masjid Nabawi bekerja sama dengan berbagai instansi terkait.
Persiapan tersebut bertujuan menghadirkan sistem layanan terpadu bagi para jemaah dan pengunjung.
Persiapan yang dilakukan meliputi pembukaan seluruh pintu masjid, penyiapan area dalam masjid, atap, serta halaman untuk menampung jemaah.
Selain itu, dilakukan juga perawatan fasilitas, pembersihan, layanan operasional, serta distribusi air bagi para jemaah.
Otoritas setempat juga menambah jumlah petugas dan peralatan guna memastikan seluruh layanan berjalan dengan lancar.
Petugas ditempatkan di berbagai titik untuk mengatur kerumunan, membuka jalur akses, serta memudahkan pergerakan jemaah di dalam dan sekitar Masjid Nabawi.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengimbau jemaah agar menghindari jam-jam padat saat melaksanakan ibadah umrah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Kementerian mengidentifikasi sembilan jam yang menjadi periode paling padat bagi jemaah yang melaksanakan umrah di Masjidil Haram.
Berdasarkan indikator pergerakan jemaah selama dua pekan pertama Ramadhan, periode pukul 16.00 hingga 22.00 serta pukul 05.00 hingga 08.00 menjadi waktu dengan arus jemaah paling tinggi.
Sementara itu, periode pukul 23.00 hingga 04.00 tercatat memiliki tingkat kepadatan sedang. Adapun waktu antara pukul 08.00 hingga 15.00 merupakan periode dengan jumlah jemaah relatif lebih sedikit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang