Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah

Kompas.com, 11 Juni 2026, 10:48 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Masjid selama ini identik sebagai tempat ibadah, pusat kegiatan keagamaan, dan ruang pembinaan umat.

Namun, sebuah masjid di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam melayani jemaahnya.

Di sela-sela aktivitas ibadah, para jemaah di Masjid At-Taqwa kini bisa melakukan latihan kebugaran tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Masjid yang berada di kawasan Vila Pamulang itu menyediakan fasilitas gym gratis yang dapat digunakan oleh jemaah maupun masyarakat umum.

Inovasi tersebut menarik perhatian karena memadukan dua aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim, yakni kesehatan rohani dan kesehatan jasmani.

Setelah menunaikan shalat berjamaah, sebagian jemaah tampak melanjutkan aktivitas mereka dengan berolahraga menggunakan alat-alat latihan beban yang tersedia di area gym masjid.

Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang menjawab kebutuhan zaman.

Berawal dari Kepedulian terhadap Kesehatan Jemaah

Pengelola Gym At-Taqwa, Budi Anggie, menjelaskan bahwa ide menghadirkan fasilitas kebugaran di lingkungan masjid berangkat dari kepedulian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) terhadap kesehatan para jemaah.

Menurutnya, banyak jemaah yang telah memasuki usia lanjut mengalami penurunan massa otot atau yang dikenal dengan istilah sarkopenia. Kondisi ini umum terjadi seiring bertambahnya usia dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Karena itu, DKM berinisiatif menghadirkan sarana olahraga yang mudah diakses agar para jemaah memiliki kesempatan untuk menjaga kebugaran tubuh secara rutin.

"Untuk bisa gym di At-Taqwa itu semuanya gratis," ujar Budi dilansir dari Kompas.com, Kamis (11/6/2026).

Kebijakan tanpa biaya tersebut menjadi salah satu daya tarik utama. Di tengah meningkatnya biaya keanggotaan pusat kebugaran modern, Masjid At-Taqwa justru membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berolahraga.

Bagi pengurus masjid, kesehatan fisik merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim.

Tubuh yang sehat akan membantu seseorang menjalankan ibadah dengan lebih optimal, mulai dari shalat, puasa, hingga berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Baca juga: Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah

Menyatukan Ibadah dan Gaya Hidup Sehat

Pemandangan jemaah yang keluar dari ruang shalat lalu beralih ke area gym mungkin masih terasa tidak biasa bagi sebagian orang. Namun, di Masjid At-Taqwa, hal tersebut telah menjadi aktivitas yang mulai akrab ditemui.

Sejumlah jemaah mengaku merasakan manfaat langsung setelah rutin berolahraga di fasilitas tersebut.

Selain tubuh menjadi lebih bugar, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur juga membantu menjaga kualitas istirahat dan kebugaran sehari-hari.

Salah seorang jemaah, A. Rolan, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan perubahan positif setelah rutin berlatih.

"Rasa lebih fit, juga untuk saya pribadi bangun malamnya juga lebih sehat, enggak pusing, enggak ngantuk," katanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berdampak pada kekuatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas hidup secara keseluruhan.

Bagi banyak Muslim, kemampuan bangun malam untuk melaksanakan ibadah seperti tahajud menjadi salah satu indikator kebugaran tubuh. Ketika kondisi fisik terjaga, aktivitas ibadah pun dapat dijalankan dengan lebih nyaman.

Ramai Didatangi Pelajar

Menariknya, fasilitas gym gratis ini tidak hanya dimanfaatkan oleh kalangan dewasa dan lansia. Banyak pelajar dan anak muda di sekitar lingkungan masjid yang turut memanfaatkan sarana tersebut.

Kehadiran gym gratis menjadi alternatif positif bagi generasi muda untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang sehat dan produktif.

Salah seorang pelajar bernama Dahniel mengaku terbantu dengan keberadaan fasilitas tersebut.

Menurutnya, biaya berlangganan gym komersial sering kali cukup memberatkan bagi pelajar yang memiliki keterbatasan dana.

"Di gym modern itu biasanya Rp 100 ribu ke atas. Jadi ini benar-benar kayak gym yang lumayan proper buat kita pelajar yang suka menyisihkan uang," ujar Daniel.

Fasilitas tersebut secara tidak langsung membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk tetap aktif berolahraga tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sedentari akibat penggunaan gawai dan media sosial, keberadaan ruang olahraga yang mudah diakses menjadi salah satu solusi yang patut diapresiasi.

Baca juga: 180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya

Berdiri dari Dana Swadaya Jemaah

Salah satu hal yang menarik dari keberadaan Gym At-Taqwa adalah proses pembangunannya yang tidak bergantung pada sponsor besar atau investor.

Sekretaris Masjid At-Taqwa, Prayitno, menjelaskan bahwa seluruh alat gym yang tersedia diperoleh melalui dana swadaya para jemaah.

Pengadaan fasilitas dengan nilai mencapai belasan juta rupiah tersebut berasal dari iuran dan donasi kolektif masyarakat sekitar.

Semangat gotong royong menjadi fondasi utama lahirnya fasilitas yang kini dapat dinikmati bersama.

Menurut Prayitno, keberhasilan menghadirkan gym gratis menunjukkan bahwa masjid dapat berkembang menjadi pusat kegiatan yang memberikan manfaat luas apabila dikelola secara kreatif dan kolaboratif.

Dana yang terkumpul dari para jemaah tidak hanya digunakan untuk kebutuhan operasional masjid, tetapi juga untuk menghadirkan program-program yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun

Masjid sebagai Pusat Peradaban Modern

Keberadaan gym gratis di Masjid At-Taqwa menjadi contoh bagaimana masjid dapat beradaptasi dengan kebutuhan umat tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

Dalam sejarah Islam, masjid memang tidak hanya digunakan sebagai tempat shalat. Pada masa Rasulullah SAW, masjid juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga pengembangan masyarakat.

Baca juga: Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia

Semangat itulah yang tampaknya ingin dihidupkan kembali oleh pengurus Masjid At-Taqwa. Dengan menghadirkan fasilitas olahraga yang terbuka bagi masyarakat, masjid berupaya menjadi ruang yang lebih dekat dengan berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Langkah ini sekaligus mengingatkan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam merawat amanah tubuh yang diberikan Allah SWT.

Ketika kesehatan jasmani dan rohani berjalan beriringan, masjid tidak hanya menjadi tempat untuk memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menjadi ruang yang membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat, produktif, dan bermakna.

Di Masjid At-Taqwa Pamulang, pesan itu tampak sederhana namun kuat, usai shalat, jemaah bisa melanjutkan ikhtiar menjaga tubuh dengan mengangkat beban, membangun otot, dan memperkuat kesehatan, semuanya tanpa dipungut biaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Aktual
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
Aktual
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Aktual
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Aktual
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Aktual
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Aktual
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Aktual
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Aktual
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Aktual
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
Doa dan Niat
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Aktual
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Aktual
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
 Menag Ajak Umat Islam Maknai Tahun Baru Hijriah 1448 H dengan Semangat Kasih Sayang
Menag Ajak Umat Islam Maknai Tahun Baru Hijriah 1448 H dengan Semangat Kasih Sayang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com