Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya

Kompas.com, 8 Juni 2026, 07:55 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Di balik kenyamanan dan kebersihan yang dirasakan jutaan jamaah saat beribadah di Masjid Nabawi, terdapat sistem perawatan yang bekerja tanpa henti setiap hari. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah perawatan ribuan karpet yang tersebar di seluruh area masjid.

Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terus menjalankan program pemeliharaan karpet secara intensif sebagai bagian dari layanan untuk menciptakan suasana ibadah yang nyaman, bersih, dan khusyuk bagi para jamaah serta pengunjung.

Setiap hari, sekitar 500 karpet dicuci dan dipersiapkan kembali untuk digunakan. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total sekitar 25.000 karpet yang tersebar di berbagai area Masjid Nabawi, mulai dari ruang salat utama, halaman, hingga area atap masjid.

Baca juga: Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi

Dalam setahun, proses pencucian dan perawatan karpet mencapai lebih dari 180.000 kali operasi pembersihan.

Karpet Dibersihkan dengan Standar Ketat

Proses perawatan dilakukan melalui tahapan operasional yang terukur dan ketat untuk memastikan setiap karpet tetap bersih, higienis, dan nyaman digunakan.

Selain menjaga kebersihan, proses tersebut juga bertujuan mempertahankan kualitas serta daya tahan karpet agar tetap awet meski digunakan oleh jutaan jamaah sepanjang tahun.

Karpet-karpet yang digunakan di Masjid Nabawi merupakan produk buatan Arab Saudi yang dirancang khusus dengan standar kualitas tinggi.

Karpet tersebut memiliki tingkat kerapatan anyaman yang tinggi, daya tahan kuat, serta struktur yang kokoh sehingga mampu bertahan menghadapi penggunaan intensif setiap hari.

Ditata agar Jamaah Lebih Nyaman

Tidak hanya dirawat secara rutin, penempatan karpet di Masjid Nabawi juga dilakukan melalui perencanaan yang matang.

Karpet didistribusikan sesuai kebutuhan di area salat utama, pelataran, hingga atap masjid dengan mempertimbangkan kelancaran pergerakan jamaah.

Pengaturan tersebut membantu memaksimalkan kapasitas ruang salat sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pengunjung yang datang dari berbagai negara.

Dengan jutaan jamaah yang memadati Masjid Nabawi sepanjang musim umrah dan haji, pengelolaan karpet menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas layanan di salah satu masjid terbesar dan tersuci dalam Islam tersebut.

Perhatian pada Detail Kecil

Perawatan karpet merupakan bagian dari sistem layanan terpadu yang diterapkan di Masjid Nabawi untuk memastikan seluruh fasilitas selalu berada dalam kondisi terbaik.

Baca juga: Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun

Melalui perhatian terhadap detail-detail kecil seperti kebersihan karpet, otoritas pengelola berupaya menciptakan suasana ibadah yang tenang, nyaman, dan mendukung kekhusyukan jamaah.

Upaya tersebut juga menjadi bukti komitmen Arab Saudi dalam menjaga kualitas pelayanan di Masjid Nabawi, sehingga para jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan fokus saat berada di Kota Madinah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Aktual
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
Aktual
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Aktual
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Aktual
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Aktual
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Aktual
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Aktual
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Aktual
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Aktual
 300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
Aktual
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Aktual
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Aktual
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com