KOMPAS.com – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Masjid menjadi lebih ramai, waktu sahur dan berbuka terasa lebih hangat, dan berbagai program religi bermunculan di televisi maupun media digital.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, ada perubahan menarik dalam cara masyarakat menikmati konten Ramadhan.
Jika dulu ceramah di televisi atau kajian di masjid menjadi pilihan utama, kini podcast digital justru menjadi salah satu medium yang semakin digemari, terutama di kalangan generasi muda.
Baca juga: 96,6 Juta Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam 20 Hari Ramadan 2026
Percakapan panjang yang santai, jujur, dan reflektif membuat podcast terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Selama Ramadhan, format ini bahkan berubah menjadi ruang diskusi yang tidak hanya membahas ibadah, tetapi juga perjalanan hidup, makna spiritualitas, hingga refleksi tentang diri sendiri.
Tak heran jika sejumlah podcast di platform seperti YouTube dan Spotify berhasil meraih ratusan ribu hingga jutaan penonton selama bulan puasa.
Perkembangan podcast di Indonesia sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Laporan dari We Are Social dan Kepios menyebutkan bahwa lebih dari 40 persen pengguna internet Indonesia pernah mendengarkan podcast.
Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar podcast terbesar di dunia.
Tren tersebut semakin kuat karena perubahan pola konsumsi media, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z.
Mereka cenderung menyukai konten berbentuk percakapan panjang yang terasa lebih personal, dibandingkan format ceramah satu arah.
Dalam buku Komunikasi Dakwah karya Asep Saeful Muhtadi dijelaskan bahwa media digital telah mengubah pola komunikasi dakwah menjadi lebih dialogis.
Dakwah tidak lagi hanya berbentuk ceramah formal, tetapi juga dapat hadir melalui diskusi santai yang memungkinkan audiens ikut berpikir, bertanya, dan merefleksikan pengalaman hidupnya sendiri.
Podcast menjadi salah satu medium yang memungkinkan proses tersebut terjadi.
Baca juga: 3 Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar, Jatuh pada Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Salah satu podcast yang paling ramai dibicarakan selama Ramadan adalah Login Restart yang tayang di kanal Deddy Corbuzier.
Program ini dipandu oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar bersama Mamat Alkatiri dan Tretan Muslim.
Formatnya berupa diskusi santai yang mengangkat berbagai topik refleksi kehidupan selama Ramadan, mulai dari makna ibadah, toleransi, hingga pengalaman spiritual di tengah kehidupan modern.
Gaya obrolannya ringan, namun tetap menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Beberapa episodenya bahkan berhasil menembus ratusan ribu hingga jutaan views, menjadikannya salah satu konten Ramadan digital dengan engagement tinggi di Indonesia.
Habib with The BeautyProgram yang dipandu oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar di kanal Jeda Nulis ini mencoba membahas tema self-care dari perspektif spiritual.
Podcast ini pertama kali hadir pada Ramadan 2025 melalui kolaborasi dengan ZAP Clinic.
Dalam setiap episode, Habib Husein Ja’far berbincang dengan sejumlah figur publik perempuan tentang perjalanan hidup, pengalaman pribadi, hingga makna kecantikan yang tidak hanya dilihat dari penampilan luar.
Beberapa tamu yang pernah hadir antara lain:
Memasuki Ramadhan 2026, program ini berkembang menjadi 15 episode spesial dengan menghadirkan tokoh inspiratif seperti:
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pembahasan tentang spiritualitas juga dapat dikaitkan dengan isu kesehatan mental dan penerimaan diri.
Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan
Bubaran Teraweh - PodkesmasDipandu oleh Surya Insomnia, Imam Darto, dan Ananda Omesh, podcast ini menghadirkan edisi khusus Ramadan bertajuk “Bubaran Taraweh.”
Berbeda dengan konten dakwah formal, Podkesmas lebih banyak membahas pengalaman sehari-hari selama bulan puasa.
Mulai dari cerita lucu saat tarawih, tradisi ngabuburit, hingga kebiasaan unik masyarakat selama Ramadan.
Dengan gaya humor khas mereka, banyak episode Podkesmas yang berhasil meraih ratusan ribu hingga jutaan penonton.
Putbal - Pandji PragiwaksonoProgram ini mengangkat berbagai pertanyaan tentang Islam dengan pendekatan diskusi yang lebih kritis.
Topik yang dibahas cukup luas, mulai dari akidah, fenomena sosial dalam masyarakat Muslim, hingga berbagai isu modern yang sering menjadi pertanyaan generasi muda.
Pendekatan argumentatif membuat podcast ini menjadi salah satu referensi bagi audiens yang ingin memahami agama secara lebih kontekstual.
Learning by Fasting - Sepulang SekolahPodcast edukasi dari kanal Sepulang Sekolah melalui program Learning by Fasting juga cukup viral selama Ramadan.
Podcast ini mengangkat berbagai tema sejarah Islam, refleksi spiritual, hingga fenomena akhir zaman dengan pendekatan storytelling yang menarik.
Beberapa episodenya bahkan berhasil menembus lebih dari dua juta views, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap konten edukasi yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami.
Baca juga: Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan, Waktu Terbaik Meningkatkan Ibadah
Fenomena meningkatnya popularitas podcast selama Ramadan tidak lepas dari perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi.
Menurut laporan Digital 2025 Global Overview Report dari We Are Social, rata-rata pengguna internet Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari untuk mengakses internet.
Sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk menonton video dan mendengarkan audio digital.
Podcast menjadi pilihan menarik karena dapat didengarkan kapan saja, baik saat perjalanan, bekerja, maupun menjelang waktu berbuka puasa.
Selain itu, format percakapan panjang membuat pembahasan terasa lebih mendalam dan tidak terburu-buru.
Bagi banyak orang, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merenungkan kembali makna kehidupan. Podcast menghadirkan ruang baru untuk refleksi tersebut.
Di tengah kesibukan kehidupan modern, percakapan santai namun penuh makna dalam podcast sering kali terasa seperti “majelis kecil” di dunia digital.
Orang bisa mendengarkan diskusi tentang iman, pengalaman hidup, hingga perjalanan spiritual dari berbagai perspektif.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, nilai-nilai Ramadan tetap dapat hadir dengan cara yang relevan dan mudah diterima oleh generasi masa kini.
Bahkan, melalui podcast, pesan-pesan spiritual justru dapat menjangkau audiens yang lebih luas melampaui batas ruang, waktu, dan generasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang