Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Podcast Jadi “Majelis Baru” saat Ramadan, dari Deddy Corbuzier hingga Habib Jafar

Kompas.com, 11 Maret 2026, 19:39 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Masjid menjadi lebih ramai, waktu sahur dan berbuka terasa lebih hangat, dan berbagai program religi bermunculan di televisi maupun media digital.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ada perubahan menarik dalam cara masyarakat menikmati konten Ramadhan.

Jika dulu ceramah di televisi atau kajian di masjid menjadi pilihan utama, kini podcast digital justru menjadi salah satu medium yang semakin digemari, terutama di kalangan generasi muda.

Baca juga: 96,6 Juta Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam 20 Hari Ramadan 2026

Percakapan panjang yang santai, jujur, dan reflektif membuat podcast terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Selama Ramadhan, format ini bahkan berubah menjadi ruang diskusi yang tidak hanya membahas ibadah, tetapi juga perjalanan hidup, makna spiritualitas, hingga refleksi tentang diri sendiri.

Tak heran jika sejumlah podcast di platform seperti YouTube dan Spotify berhasil meraih ratusan ribu hingga jutaan penonton selama bulan puasa.

Ramadhan di Era Digital: Ketika Podcast Jadi “Majelis Baru”

Perkembangan podcast di Indonesia sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Laporan dari We Are Social dan Kepios menyebutkan bahwa lebih dari 40 persen pengguna internet Indonesia pernah mendengarkan podcast.

Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar podcast terbesar di dunia.

Tren tersebut semakin kuat karena perubahan pola konsumsi media, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z.

Mereka cenderung menyukai konten berbentuk percakapan panjang yang terasa lebih personal, dibandingkan format ceramah satu arah.

Dalam buku Komunikasi Dakwah karya Asep Saeful Muhtadi dijelaskan bahwa media digital telah mengubah pola komunikasi dakwah menjadi lebih dialogis.

Dakwah tidak lagi hanya berbentuk ceramah formal, tetapi juga dapat hadir melalui diskusi santai yang memungkinkan audiens ikut berpikir, bertanya, dan merefleksikan pengalaman hidupnya sendiri.

Podcast menjadi salah satu medium yang memungkinkan proses tersebut terjadi.

Baca juga: 3 Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar, Jatuh pada Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan

1. Login Restart: Diskusi Ramadhan di Kanal Deddy Corbuzier

Salah satu podcast yang paling ramai dibicarakan selama Ramadan adalah Login Restart yang tayang di kanal Deddy Corbuzier.

Program ini dipandu oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar bersama Mamat Alkatiri dan Tretan Muslim.

Formatnya berupa diskusi santai yang mengangkat berbagai topik refleksi kehidupan selama Ramadan, mulai dari makna ibadah, toleransi, hingga pengalaman spiritual di tengah kehidupan modern.

Gaya obrolannya ringan, namun tetap menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa episodenya bahkan berhasil menembus ratusan ribu hingga jutaan views, menjadikannya salah satu konten Ramadan digital dengan engagement tinggi di Indonesia.

2. Habib with The Beauty: Self-Care dari Perspektif Spiritual

Habib with The BeautyKanal Youtube Jeda Nulis Habib with The Beauty
Podcast Habib with The Beauty menghadirkan pendekatan yang cukup berbeda dari konten dakwah pada umumnya.

Program yang dipandu oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar di kanal Jeda Nulis ini mencoba membahas tema self-care dari perspektif spiritual.

Podcast ini pertama kali hadir pada Ramadan 2025 melalui kolaborasi dengan ZAP Clinic.

Dalam setiap episode, Habib Husein Ja’far berbincang dengan sejumlah figur publik perempuan tentang perjalanan hidup, pengalaman pribadi, hingga makna kecantikan yang tidak hanya dilihat dari penampilan luar.

Beberapa tamu yang pernah hadir antara lain:

  • Luna Maya
  • Wulan Guritno
  • Ayu Dewi
  • Pevita Pearce

Memasuki Ramadhan 2026, program ini berkembang menjadi 15 episode spesial dengan menghadirkan tokoh inspiratif seperti:

  • Prilly Latuconsina
  • Maia Estianty
  • Nagita Slavina
  • Isyana Sarasvati

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pembahasan tentang spiritualitas juga dapat dikaitkan dengan isu kesehatan mental dan penerimaan diri.

Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan

3. Podkesmas: Cerita Ramadan yang Relatable

Bubaran Teraweh - PodkesmasKanal Youtube Podkesmas Bubaran Teraweh - Podkesmas
Podcast Podkesmas juga menjadi salah satu program yang cukup populer di Indonesia.

Dipandu oleh Surya Insomnia, Imam Darto, dan Ananda Omesh, podcast ini menghadirkan edisi khusus Ramadan bertajuk “Bubaran Taraweh.”

Berbeda dengan konten dakwah formal, Podkesmas lebih banyak membahas pengalaman sehari-hari selama bulan puasa.

Mulai dari cerita lucu saat tarawih, tradisi ngabuburit, hingga kebiasaan unik masyarakat selama Ramadan.

Dengan gaya humor khas mereka, banyak episode Podkesmas yang berhasil meraih ratusan ribu hingga jutaan penonton.

4. Putbal: Diskusi Islam yang Kritis

Putbal - Pandji PragiwaksonoKanal Youtube Pandji Pragiwaksono Putbal - Pandji Pragiwaksono
Podcast Putbal yang dipandu oleh Pandji Pragiwaksono bersama Felix Siauw juga menjadi salah satu konten religi yang banyak dibicarakan selama Ramadan.

Program ini mengangkat berbagai pertanyaan tentang Islam dengan pendekatan diskusi yang lebih kritis.

Topik yang dibahas cukup luas, mulai dari akidah, fenomena sosial dalam masyarakat Muslim, hingga berbagai isu modern yang sering menjadi pertanyaan generasi muda.

Pendekatan argumentatif membuat podcast ini menjadi salah satu referensi bagi audiens yang ingin memahami agama secara lebih kontekstual.

5. Learning by Fasting: Sepulang Sekolah

Learning by Fasting - Sepulang SekolahKanal Youtube Sepulang Sekolah Learning by Fasting - Sepulang Sekolah

Podcast edukasi dari kanal Sepulang Sekolah melalui program Learning by Fasting juga cukup viral selama Ramadan.

Podcast ini mengangkat berbagai tema sejarah Islam, refleksi spiritual, hingga fenomena akhir zaman dengan pendekatan storytelling yang menarik.

Beberapa episodenya bahkan berhasil menembus lebih dari dua juta views, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap konten edukasi yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami.

Baca juga: Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan, Waktu Terbaik Meningkatkan Ibadah

Mengapa Podcast Ramadhan Semakin Populer?

Fenomena meningkatnya popularitas podcast selama Ramadan tidak lepas dari perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi.

Menurut laporan Digital 2025 Global Overview Report dari We Are Social, rata-rata pengguna internet Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari untuk mengakses internet.

Sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk menonton video dan mendengarkan audio digital.

Podcast menjadi pilihan menarik karena dapat didengarkan kapan saja, baik saat perjalanan, bekerja, maupun menjelang waktu berbuka puasa.

Selain itu, format percakapan panjang membuat pembahasan terasa lebih mendalam dan tidak terburu-buru.

Ketika Ramadhan Menemukan Ruangnya di Dunia Digital

Bagi banyak orang, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merenungkan kembali makna kehidupan. Podcast menghadirkan ruang baru untuk refleksi tersebut.

Di tengah kesibukan kehidupan modern, percakapan santai namun penuh makna dalam podcast sering kali terasa seperti “majelis kecil” di dunia digital.

Orang bisa mendengarkan diskusi tentang iman, pengalaman hidup, hingga perjalanan spiritual dari berbagai perspektif.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, nilai-nilai Ramadan tetap dapat hadir dengan cara yang relevan dan mudah diterima oleh generasi masa kini.

Bahkan, melalui podcast, pesan-pesan spiritual justru dapat menjangkau audiens yang lebih luas melampaui batas ruang, waktu, dan generasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Lengkap dengan Arti serta Adab Makan dalam Islam
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Lengkap dengan Arti serta Adab Makan dalam Islam
Doa dan Niat
Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Adab yang Dianjurkan
Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Adab yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Husnul Khatimah atau Khusnul Khotimah? Ini Penulisan yang Benar Beserta Maknanya
Husnul Khatimah atau Khusnul Khotimah? Ini Penulisan yang Benar Beserta Maknanya
Aktual
Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik
Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik
Doa dan Niat
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Aktual
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Aktual
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa dan Niat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
Aktual
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa dan Niat
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Aktual
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Aktual
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Aktual
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Aktual
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Aktual
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar