Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

96,6 Juta Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam 20 Hari Ramadan 2026

Kompas.com, 11 Maret 2026, 12:05 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Sebanyak 96,6 juta jemaah dan peziarah tercatat mengunjungi Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama 20 hari pertama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026.

Data ini menunjukkan tingginya antusiasme umat Islam dari berbagai negara untuk beribadah di dua masjid suci pada bulan Ramadan.

Jumlah tersebut mencakup jemaah yang melaksanakan salat, umrah, hingga berziarah di area sekitar makam Nabi Muhammad SAW. Rata-rata lebih dari 4,8 juta orang per hari memadati kedua masjid tersebut sepanjang periode tersebut.

Baca juga: Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan

Puluhan Juta Jemaah Beribadah di Masjidil Haram

Di Masjidil Haram, Makkah, jumlah jemaah terbagi dalam dua kategori utama, yakni jemaah yang melaksanakan salat dan jemaah yang menjalankan ibadah umrah.

Sebanyak 57.595.401 jemaah tercatat melaksanakan salat lima waktu dan salat Qiyam, yaitu salat malam yang biasanya dipadati jemaah selama Ramadan.

Selain itu, 15.605.086 jemaah menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram selama 20 hari pertama Ramadan.

Dengan demikian, total kunjungan ke Masjidil Haram mencapai lebih dari 73,2 juta orang dalam periode tersebut.

Angka ini menjadikan musim umrah Ramadan 2026 sebagai salah satu periode paling sibuk dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Toilet Pintar Berbasis AI Resmi Uji Coba di Masjidil Haram dan Nabawi, Waktu Antre Jemaah Bakal Berkurang

Lebih dari 21 Juta Jemaah Beribadah di Masjid Nabawi

Di Masjid Nabawi, Madinah, tercatat 21.143.259 jemaah menghadiri salat lima waktu dan salat Qiyam selama 20 hari pertama Ramadan 2026.

Selain melaksanakan salat, banyak jemaah juga datang untuk berziarah dan berdoa di tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi di kawasan masjid.

Salah satunya adalah Ar-Rawdah Ash-Sharifa, yaitu area yang berada di antara makam Nabi Muhammad SAW dan mimbar beliau.

Dalam sebuah hadis, area ini disebut sebagai salah satu taman dari taman-taman surga.

Selama periode yang sama, 579.191 orang tercatat mengunjungi Ar-Rawdah Ash-Sharifa.

Baca juga: Sholat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ramadan 1447 H Resmi 10 Rakaat

Lebih dari 1,7 Juta Jemaah Memberi Salam kepada Nabi Muhammad SAW

Selain mengunjungi Rawdah, banyak jemaah yang datang secara khusus untuk memberi salam kepada Nabi Muhammad SAW di tempat peristirahatan beliau di Masjid Nabawi.

Data menunjukkan sebanyak 1.715.928 pengunjung datang ke kawasan makam Nabi Muhammad SAW selama 20 hari pertama Ramadan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang dilakukan banyak umat Islam ketika berada di Madinah.

Besarnya jumlah jemaah yang datang menunjukkan betapa kuatnya keinginan umat Islam untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan beribadah di dua masjid suci.

Dengan total 96,6 juta kunjungan dalam 20 hari pertama Ramadan 2026, kedua masjid suci tersebut terus menjadi pusat ibadah terbesar umat Islam di dunia selama bulan suci.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar