Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi Unik Peternak di Kulon Progo Jual Sapi Kurban, Libatkan SPG untuk Dongkrak Penjualan

Kompas.com, 4 Mei 2026, 15:32 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban seperti sapi dan kambing mulai meningkat di berbagai daerah.

Para peternak pun berlomba menyiapkan strategi pemasaran agar penjualan optima, termasuk dengan cara yang unik.

Salah satunya seperti yang dilakukan seorang peternak di Kulon Progo yang melibatkan Sales Promotion Girls (SPG) untuk melayani pembeli.

Baca juga: Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya

Pendekatan ini dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi calon pembeli sekaligus meningkatkan daya tarik penjualan.

Strategi Unik Pemasaran Sapi Kurban di UD Mulyo Slamet

Peternakan UD Mulyo Slamet di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, menerapkan strategi pemasaran tidak biasa dengan memanfaatkan SPG.

Peternakan ini dikelola oleh Olan Suparlan yang juga menjabat sebagai lurah setempat.

Baca juga: Hewan Kurban Stres Bisa Bikin Daging Cepat Busuk, Dosen IPB Bagikan Cara Mencegahnya

Olan mengatakan penggunaan SPG bukan hal baru karena telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menilai kehadiran SPG mampu memberikan nilai tambah dalam pelayanan kepada konsumen.

"Para SPG ini sangat membantu karena bisa mempromosikan sapi ke pembeli dengan pelayanan yang santun dan bisa memberikan penjelasan rinci terkait sapi yang hendak dijual," jelasnya saat ditemui TribunJogja.com belum lama ini.

SPG Berpengalaman dan Dibekali Pelatihan

Para SPG direkrut dari berbagai daerah dan telah memiliki pengalaman di bidang pemasaran.

Sebelum bertugas, mereka juga dibekali pelatihan dasar mengenai jenis-jenis sapi yang dijual.

"Jadi mereka sudah memiliki dasar pengetahuan tentang sapi yang akan dijual dan sudah terbiasa dengan itu," kata Olan.

Selain mengenal jenis sapi, para SPG juga dilatih untuk memahami perkiraan bobot, kualitas daging, hingga kelebihan dan kekurangan masing-masing ternak.

Hal ini dilakukan agar mereka mampu memberikan informasi yang akurat kepada calon pembeli.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dalam memilih hewan kurban yang sesuai kebutuhan.

Salah satu SPG yang terlibat, Nuni Andriani asal Magelang, mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam memasarkan sapi kurban.

Meski sebelumnya terbiasa menjadi SPG di berbagai acara, ini merupakan pengalaman pertamanya di sektor peternakan.

"Saya jadi mendapat pengalaman baru dan ini cukup menyenangkan," ujar Nuni.

Ia menambahkan hanya membutuhkan waktu singkat untuk mempelajari jenis sapi beserta harga yang ditawarkan kepada konsumen.

UD Mulyo Slamet Sediakan Ratusan Sapi Berbagai Jenis

Pada Idul Adha tahun ini, peternakan menyediakan sekitar 100 hingga 200 ekor sapi. Jenis yang ditawarkan beragam, mulai dari Limosin, Simental, Jawa PO (Peranakan Ongole), hingga Bali.

Sapi-sapi tersebut didatangkan dari sejumlah daerah seperti Gunungkidul, Kebumen, Sleman, dan Bali. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per ekor.

"Kami juga sudah menyiapkan buku daftar harga yang dipegang oleh SPG dan akan dijelaskan ke pembeli," ujar Olan.

Hingga saat ini, sekitar 30 ekor sapi telah terjual kepada konsumen dari berbagai wilayah, mulai dari Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, hingga luar daerah seperti Purwokerto dan Jakarta.

Olan menambahkan bahwa pembeli juga berkesempatan mendapatkan harga diskon khusus.

Harga tersebut sudah termasuk biaya perawatan hingga pengantaran sapi ke lokasi pembeli menjelang Iduladha.

"Yang jelas pembeli bisa mendapatkan sapi kurban dengan harga yang kompetitif," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul "Beri Nuansa Berbeda, Peternak Sapi di Sukoreno Kulon Progo Andalkan SPG untuk Pasarkan Sapi Kurban".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar