Editor
KOMPAS.com - Jemaah haji Indonesia mulai merasakan langsung fasilitas dan layanan yang disediakan selama berada di Makkah.
Berbagai kemudahan yang tersedia dinilai mendukung kenyamanan sekaligus kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Mulai dari fasilitas kebersihan hingga konsumsi, seluruhnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan jemaah. Hal ini ternyata bisa memberikan rasa tenang selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Baca juga: Cara Tarik Uang Tunai di ATM Arab Saudi dengan Kartu dari Indonesia, Jemaah Haji Wajib Tahu
Dilansir dari Antara, sejumlah jemaah mengapresiasi kelengkapan fasilitas yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah yang tinggal cukup lama di Makkah. Berikut sejumlah layanan yang mendapat perhatian dari jemaah.
Baca juga: Kartu Nusuk Hilang Saat Haji? Ini Cara Mengurus dan Solusi Sementaranya
Salah satu fasilitas yang paling dirasakan manfaatnya adalah mesin cuci yang tersedia di hotel tempat jemaah menginap.
Lilik Tryas Handarto, calon haji dari embarkasi JKB 02 Banten, mengaku fasilitas ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan pakaian.
"Fasilitas mesin cuci itu sangat penting, karena kita juga belum tahu lokasi laundry di mana," ujar Lilik yang menginap di Hotel Al-Hidayah Tower di kawasan Aziziyah, Makkah, Senin (4/5/2026).
Ia menilai keberadaan mesin cuci gratis menjadi solusi praktis, mengingat jemaah akan tinggal dalam waktu yang cukup lama di Makkah. Fasilitas ini juga tersedia di seluruh hotel jemaah yang disediakan Kemenhaj.
Selain fasilitas kebersihan, jemaah juga menyoroti keberadaan mushala di hotel yang dinilai luas dan memadai. Mushala tersebut dirancang dengan area terpisah antara jemaah laki-laki dan perempuan.
Kapasitas mushala bahkan mampu menampung satu kelompok terbang (kloter), yakni sekitar 350 hingga 400 orang.
Hal ini memberikan kemudahan bagi jemaah untuk beribadah secara berjamaah tanpa harus keluar hotel.
Dari sisi konsumsi, jemaah mengaku puas dengan kualitas makanan yang disediakan. Menu yang disajikan dinilai sesuai dengan selera Indonesia, sehingga mudah diterima oleh jemaah.
Paket makanan yang diberikan juga lengkap, mulai dari lauk pauk, buah, hingga susu. Selain kualitas, ketepatan waktu distribusi makanan juga mendapat apresiasi dari jemaah.
Ketua Rombongan (Karom) JKB 03 Banten Muhammad Tohir menyampaikan kepuasannya terhadap layanan konsumsi, terutama saat pertama kali tiba di Makkah.
"Makanan selamat datang dikasih di malam hari. Pagi pun tepat, makanan sudah datang. Enak, lezat. Alhamdulillah," ujar Tohir sebelum melaksanakan umrah wajib.
Hotel Al-Hidayah Tower di kawasan Aziziyah menjadi salah satu lokasi penempatan jemaah Indonesia.
Kawasan ini masuk dalam sektor 10 yang dihuni jemaah dari embarkasi Banten dan Padang.
Sektor tersebut memiliki kapasitas besar karena dipusatkan pada satu kompleks hotel dengan 10 menara. Total daya tampung mencapai sekitar 21 ribu calon haji yang berasal dari 57 kloter.
Kelengkapan fasilitas dan layanan di Makkah dinilai memberikan dampak positif bagi jemaah haji Indonesia.
Dukungan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membantu jemaah lebih fokus dalam menjalankan ibadah.
Dengan fasilitas yang memadai, jemaah dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih mudah dan terorganisir selama berada di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang