Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Ayam Berkokok di Malam Hari? Ini Makna dan Doa Anjurannya

Kompas.com, 4 Mei 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Suara ayam berkokok identik dengan datangnya pagi. Namun, tidak sedikit orang yang pernah mendengar ayam berkokok justru di malam hari.

Fenomena ini kerap menimbulkan tanda tanya, bahkan tak jarang dikaitkan dengan hal-hal mistis.

Dalam perspektif Islam, kokok ayam terutama pada waktu yang tidak biasa memiliki makna tersendiri.

Tidak hanya dijelaskan dari sisi ilmiah, tetapi juga dari sudut pandang spiritual yang berkaitan dengan kehadiran malaikat dan anjuran berdoa.

Baca juga: Makna Ayam Berkokok Dalam Islam lengkap dengan Dalilnya

Fenomena Ayam Berkokok di Malam Hari

Secara alami, ayam jantan berkokok untuk menandai wilayah dan menunjukkan dominasi. Kokokan juga menjadi “alarm biologis” yang berkaitan dengan ritme sirkadian, yakni sistem internal tubuh makhluk hidup yang mengatur waktu aktivitas.

Namun, dalam kondisi tertentu, ayam bisa berkokok di luar waktu normal. Faktor seperti perubahan cahaya, gangguan lingkungan, hingga suara tertentu dapat memicu ayam berkokok pada malam hari.

Dalam kajian zoologi, ayam memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya. Bahkan cahaya lampu yang redup sekalipun dapat “mengelabui” sistem biologisnya seolah-olah fajar telah tiba.

Penjelasan dalam Islam: Ayam Melihat Malaikat

Di luar penjelasan ilmiah, Islam memberikan perspektif yang lebih dalam. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad disebutkan:

“Apabila kalian mendengar ayam berkokok di malam hari, maka sesungguhnya ia melihat malaikat. Karena itu, mintalah kepada Allah karunia-Nya.” (HR Ahmad)

Hadis ini menjadi landasan utama bahwa kokok ayam tidak sekadar fenomena alam, tetapi juga bisa menjadi tanda kehadiran malaikat. Dalam tradisi Islam, malaikat identik dengan turunnya rahmat dan keberkahan.

Oleh karena itu, momen tersebut dipandang sebagai waktu yang baik untuk berdoa.

Baca juga: Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut, Ini Penjelasan Ulama

Hikmah di Balik Anjuran Berdoa

Para ulama memberikan penjelasan menarik terkait anjuran ini. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari mengutip pendapat Iyadh yang menyebutkan bahwa doa saat ayam berkokok diharapkan mendapatkan “amin” dari malaikat.

Dengan kata lain, doa yang dipanjatkan pada saat itu memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.

Selain itu, malaikat juga diyakini memohonkan ampun bagi orang yang berdoa serta menjadi saksi atas keikhlasannya.

Dalam buku Pejuang Tahajud karya Ratna dijelaskan bahwa waktu malam memang merupakan momen istimewa untuk bermunajat.

Kokok ayam di malam hari dapat menjadi “pengingat alami” untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bacaan Doa Saat Mendengar Ayam Berkokok

Umat Islam dianjurkan untuk memohon kebaikan dan karunia Allah ketika mendengar ayam berkokok, terutama pada malam hari.

Dalam buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah, disebutkan salah satu doa yang bisa diamalkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Lâ ilâha illallâh. Allâhumma innî as’aluka min fadhlika.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu.”

Doa ini mencerminkan permohonan sederhana namun penuh makna, yaitu harapan akan limpahan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

Baca juga: Kisah Abdullah bin Mubarak, Ulama Ahli Hadits yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat

Antara Sains dan Spiritualitas

Menariknya, fenomena ayam berkokok di malam hari menunjukkan pertemuan antara sains dan spiritualitas.

Di satu sisi, ada penjelasan ilmiah tentang ritme biologis dan respons terhadap lingkungan. Di sisi lain, Islam memberikan dimensi makna yang lebih dalam.

Kedua perspektif ini tidak harus dipertentangkan. Justru, keduanya saling melengkapi dalam memahami realitas kehidupan.

Refleksi: Tanda Kecil, Makna Besar

Suara ayam yang terdengar sederhana ternyata menyimpan pesan yang dalam. Ia bisa menjadi pengingat akan kehadiran malaikat, sekaligus undangan untuk berdoa di waktu yang penuh keberkahan.

Di tengah kehidupan modern yang serba sibuk, momen-momen kecil seperti ini sering kali terlewatkan.

Padahal, dari hal sederhana, seorang Muslim bisa menemukan jalan untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Ayam berkokok di malam hari bukan sekadar fenomena alam. Bagi yang memahami, ia adalah panggilan halus untuk mengangkat tangan, memohon, dan berharap pada kemurahan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Makna Ikhlas dalam Al-Qur'an Sebagai Panduan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Seorang Muslim
5 Makna Ikhlas dalam Al-Qur'an Sebagai Panduan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Seorang Muslim
Aktual
8 Nama Surga dalam Islam Menurut Al-Qur'an dan Hadis, Simak Penjelasannya
8 Nama Surga dalam Islam Menurut Al-Qur'an dan Hadis, Simak Penjelasannya
Aktual
Lahaula Wala Quwwata Illa Billah Artinya Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Bacaan Hauqalah
Lahaula Wala Quwwata Illa Billah Artinya Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Bacaan Hauqalah
Doa dan Niat
Inna Ma'al Usri Yusra Artinya Apa? Makna Surat Al-Insyirah Ayat 6
Inna Ma'al Usri Yusra Artinya Apa? Makna Surat Al-Insyirah Ayat 6
Doa dan Niat
Doa Sapu Jagat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik Mengamalkannya
Doa Sapu Jagat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik Mengamalkannya
Doa dan Niat
Baznas dan Warga Binaan Lapas Bangun Rumah Penggembala Kambing dalam 12 Hari
Baznas dan Warga Binaan Lapas Bangun Rumah Penggembala Kambing dalam 12 Hari
Aktual
Doa Rebo Wekasan 2026 Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Rebo Wekasan 2026 Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
Aktual
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Aktual
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Aktual
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Aktual
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Aktual
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
Aktual
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Aktual
Rahasia Fattah Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Kuliah dan Organisasi
Rahasia Fattah Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Kuliah dan Organisasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar