Makkah, KOMPAS.com- Kepadatan karena mobilitas jemaah dari Makkah ke Arafah menjadi salah satu poin krusial yang harus diperhatikan.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiapkan skema untuk mengendalikan risiko penumpukan kendaraan menuju Arafah.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Arafah Abdul Basir mengungkapkan, jemaah haji Indonesia akan bergeser dari Makkah menuju ke Arafah menggunakan bus dengan sistem taraddudi. Taraddudi yakni skema pengangkutan antar jemput secara bolak-balik.
Baca juga: Mengintip Fasilitas Arafah 2 Hari Sebelum Puncak Haji
Jadwal pergerakan 527 kloter disusun secara terstruktur demi mendukung kelancaran puncak haji.
"Tahun ini ada perbaikan karena ada pengaturan jadwal, dibuat tiga kali trip, tidak sepanjang hari," kata dia.
Adapun keberangkatan pertama jemaah dari Makkah menuju Arafah dijadwalkan pada Senin 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijah 1447 H mulai pukul 07.00 Waktu Arab Saudi. Kemudian trip selanjutnya pukul 11.30 dan trip terakhir pukul 16.30 waktu Arab Saudi.
"Jemaah sudah mengetahui mereka akan berangkat jam berapa, turun dari kamar berapa jam sebelum waktu keberangkatannya sehingga tidak ada penumpukan di lobi hotel," paparnya.
Baca juga: Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman mengungkapkan, PPIH telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) bagi jemaah sebelum keberangkatan.
Jemaah haji, lanjutnya, harus menyiapkan perbekalan enam jam sebelum berangkat. Tiga jam sebelum keberangkatan, jemaah diminta telah mengenakan ihram.
"Kemudian jemaah baru turun ke lobi hotel satu jam sebelum jadwal bus berangkat," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang