Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Gelar Expo UMKM Haji 2026, Gabungkan Manasik dan Pemberdayaan Ekonomi

Kompas.com, 7 April 2026, 22:59 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah melalui Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) menggelar Expo UMKM pada 6–8 April 2026.

Kegiatan ini terintegrasi dengan manasik haji sebagai bagian dari persiapan jemaah sebelum keberangkatan.

Penyelenggaraan expo bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi haji sekaligus meningkatkan kesiapan jemaah secara menyeluruh.

Program ini juga menjadi implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Baca juga: Suhu Haji 2026 Bisa Mencapai 42 Derajat, Ini Tips Aman bagi Jemaah

Bagian dari Strategi Tri Sukses Haji

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi dalam penyelenggaraan haji.

“Penguatan ekosistem ekonomi haji menjadi bagian dari Tri Sukses Haji. Melalui expo ini, kita mendorong kemandirian ekonomi dan nilai tambah dalam rantai pasok haji dan umrah,” ujarnya, Selasa (7/4/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Ia menambahkan bahwa integrasi manasik haji dengan pemberdayaan UMKM menjadi langkah strategis.

“Manasik haji tidak hanya membekali jemaah dari sisi ibadah, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat,” tambahnya.

Konsep Simulasi Perjalanan Haji

Expo UMKM ini mengusung konsep simulasi perjalanan ibadah haji.
Area kegiatan dibagi berdasarkan tahapan ibadah, seperti Madinah Al Munawaroh, Bir Ali, dan Arafah.

Pendekatan ini memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi pengunjung dalam memahami alur ibadah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Baca juga: Cara Baru Persiapan Haji: Startup Saudi Latih Jemaah dari Rumah

Dorong Literasi dan Pemberdayaan UMKM

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menyampaikan bahwa integrasi expo dan manasik haji memiliki nilai strategis.

“Expo ini bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga sarana edukasi bagi jemaah sekaligus mendorong UMKM berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi haji yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebanyak 30 UMKM berpartisipasi dalam expo ini dengan menampilkan berbagai produk unggulan.

Produk tersebut meliputi perlengkapan ibadah seperti koper, kain ihram, dan mukena, serta makanan, minuman, hingga oleh-oleh haji.

Produk UMKM diharapkan mampu bersaing dengan produk impor sekaligus memudahkan jemaah memenuhi kebutuhan ibadah secara mandiri.

Penguatan Ekosistem Digital Haji

Pelaku UMKM yang terlibat juga difasilitasi untuk masuk ke platform digital oleh-oleh haji yang sedang dikembangkan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi ekosistem ekonomi haji.

Platform tersebut diharapkan dapat memperluas pasar UMKM sekaligus memudahkan akses jemaah terhadap produk kebutuhan haji.

Fokus pada Kemandirian Ekonomi Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa persiapan haji tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan spiritual.

Penguatan ekonomi umat menjadi bagian penting dalam menciptakan penyelenggaraan haji yang berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi jemaah sekaligus memperkuat ekosistem haji nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Aktual
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Aktual
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
Aktual
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Aktual
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Aktual
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Aktual
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Aktual
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Aktual
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Aktual
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Aktual
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Aktual
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Aktual
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
Aktual
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com