Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal dan Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa 1 Ramadhan 2026

Kompas.com, 16 Februari 2026, 20:21 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Penetapan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah segera diumumkan pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Sidang ini menjadi rujukan resmi bagi umat Islam di Indonesia untuk mengetahui kapan 1 Ramadhan 1447 H atau awal puasa Ramadhan 2026 dimulai.

Pemerintah menegaskan proses penetapan dilakukan secara ilmiah dengan memadukan metode hisab dan rukyat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan, sidang isbat dilakukan secara ilmiah dan transparan dengan memadukan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung).

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” kata Abu Rokhmad, dikutip dari siaran pers Kemenag, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: 2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Jadwal Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026

Kementerian Agama Republik Indonesia telah menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan data hisab l yang dipaparkan para pakar.

Selanjutnya dilakukan penyampaian laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah. Data hasil rukyat kemudian dibahas dan diversifikasi dalam sidang tertutup.

Baca juga: Kemenag Jelaskan Alasan Penggunaan 2 Metode Penentuan 1 Ramadhan 1447 H dalam Sidang Isbat

Hasilnya akan dimusyawarahkan sebelum Menteri Agama mengumumkan secara resmi penetapan awal puasa kepada publik.

Sidang isbat biasanya dimulai pada sore hari menjelang Magrib, sedangkan pengumuman resmi disampaikan setelah seluruh laporan diterima dan diputuskan.

Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026

Masyarakat dapat mengikuti jalannya sidang isbat dan pemantauan hilal secara langsung melalui live streaming di kanal resmi berikut:

Link Live Streaming Sidang Isbat - Kemenag

Link Live Streaming Sidang Isbat - Kompas.com

Link Live Streaming Sidang Isbat - Kompas.tv

Lokasi Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H

Sidang isbat akan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur, antara lain Duta Besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Selain itu, turut hadir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, pakar falak dari berbagai ormas Islam, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Pengamatan Hilal Awal Ramadhan 2026

Untuk melengkapi data hisab, sebelum dimulainya sidang isbat, Kemenag melaksanakan rukyatul hilal di 96 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pengamatan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya.

Hasil rukyat dari seluruh titik tersebut menjadi bahan utama pembahasan dalam sidang isbat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mendukung proses penentuan awal Ramadan 1447 H.

Dalam siaran pers melalui akun Instagram @infobmkg, BMKG menyampaikan akan melakukan pengamatan hilal pada 17–18 Februari 2026.

BMKG menerjunkan tim dan peralatan di 37 titik pengamatan hilal di seluruh Indonesia. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi salah satu data pendukung dalam penetapan resmi 1 Ramadan 1447 H pada sidang isbat 17 Februari 2026.

Selain itu, proses pengamatan hilal BMKG juga dapat disaksikan melalui laman resmi https://hilal.bmkg.go.id/.
.
Dengan digelarnya sidang isbat, masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah untuk memastikan tanggal pasti dimulainya puasa Ramadhan 2026.

Pemantauan melalui kanal resmi diperlukan agar informasi yang diterima akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tarekat Naqsabandiyah Padang Tetapkan 1 Ramadhan pada 17 Februari 2026, Mulai Tarawih Lebih Awal
Tarekat Naqsabandiyah Padang Tetapkan 1 Ramadhan pada 17 Februari 2026, Mulai Tarawih Lebih Awal
Aktual
Jamaah An-Nadzir Gowa Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
Jamaah An-Nadzir Gowa Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
Aktual
Ramadhan 2026: Intip Jadwal Imsakiyah dan Persiapan Agar Ibadah Maksimal
Ramadhan 2026: Intip Jadwal Imsakiyah dan Persiapan Agar Ibadah Maksimal
Aktual
BI Banten Buka Layanan Penukaran Uang Baru Ramadhan 2026, Ada di 69 Titik Layanan
BI Banten Buka Layanan Penukaran Uang Baru Ramadhan 2026, Ada di 69 Titik Layanan
Aktual
Ditembak Saat Jadi Imam hingga 6 Kali Dipenjara, Kisah Heroik Pendiri Ponpes Cipasung Tasikmalaya
Ditembak Saat Jadi Imam hingga 6 Kali Dipenjara, Kisah Heroik Pendiri Ponpes Cipasung Tasikmalaya
Aktual
Jadwal dan Link Live Streaming Sidang  Isbat Awal Puasa 1 Ramadhan 2026
Jadwal dan Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa 1 Ramadhan 2026
Aktual
Jadwal Pencairan THR Lebaran 2026 untuk ASN, Pensiunan PNS, dan Karyawan Swasta, Catat Tanggalnya
Jadwal Pencairan THR Lebaran 2026 untuk ASN, Pensiunan PNS, dan Karyawan Swasta, Catat Tanggalnya
Aktual
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M Versi Muhammadiyah, Ini Link Downloadnya
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M Versi Muhammadiyah, Ini Link Downloadnya
Aktual
20 Ucapan Menyambut Bulan Ramadhan 2026 Penuh Makna dan Doa
20 Ucapan Menyambut Bulan Ramadhan 2026 Penuh Makna dan Doa
Aktual
BPKH Dorong Investasi Ekosistem Haji, Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar
BPKH Dorong Investasi Ekosistem Haji, Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar
Aktual
Kapan 1 Ramadhan 2026 di Arab Saudi? Ini Hasil Perhitungan Astronomi
Kapan 1 Ramadhan 2026 di Arab Saudi? Ini Hasil Perhitungan Astronomi
Aktual
Tren Baju Lebaran 2026 Cewek: Rose Gold, Sage, Denim & Cream Lagi Hits, Ini Paduan Hijabnya!
Tren Baju Lebaran 2026 Cewek: Rose Gold, Sage, Denim & Cream Lagi Hits, Ini Paduan Hijabnya!
Aktual
Prakiraan Cuaca di Mekkah dan Madinah Ramadhan 2026: Udara Lebih Hangat, Curah Hujan di Bawah Normal
Prakiraan Cuaca di Mekkah dan Madinah Ramadhan 2026: Udara Lebih Hangat, Curah Hujan di Bawah Normal
Aktual
Menyambut Ramadhan, Ini Tradisi Unik di Berbagai Negara
Menyambut Ramadhan, Ini Tradisi Unik di Berbagai Negara
Aktual
Arab Saudi Siapkan Strategi untuk Sambut Jemaah selama Bulan Ramadhan 2026
Arab Saudi Siapkan Strategi untuk Sambut Jemaah selama Bulan Ramadhan 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com