Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Makin Dekat, Prediksi Awal Puasa 1447 H Menurut Data Astronomi

Kompas.com, 16 Februari 2026, 07:45 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber BMKG, Kemenag

KOMPAS.com – Menjelang pertengahan Februari, perhatian umat Muslim mulai tertuju pada satu agenda penting: Sidang Isbat 2026.

Momen ini selalu dinanti karena menjadi penentu resmi kapan 1 1447 Hijriah dimulai di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.

Sidang tersebut akan menentukan awal puasa berdasarkan pemaparan data hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (pengamatan hilal).

Baca juga: Kompas.com Luncurkan Microsite Ramadhan 2026, Lengkap dari Konten Inspiratif hingga Game Berhadiah Jutaan Rupiah

Atmosfer pun mulai terasa, bukan hanya di masjid dan majelis taklim, tetapi juga di ruang-ruang diskusi publik yang menanti kepastian tanggal awal puasa.

Data Astronomi: Hilal Masih di Bawah Ufuk pada 17 Februari

Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), konjungsi atau ijtima’ diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

Namun saat matahari terbenam di hari yang sama, posisi bulan di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian antara minus 2,41 hingga minus 0,93 derajat. Secara astronomis, kondisi ini membuat hilal belum mungkin terlihat.

Harapan muncul pada Rabu, 18 Februari 2026. Ketinggian hilal diprediksi meningkat signifikan menjadi 7,62 hingga 10,03 derajat, dengan elongasi mencapai 10,7 hingga 12,21 derajat.

Angka tersebut telah melampaui kriteria minimum imkanur rukyat yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Secara sains, peluang awal jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 terbilang besar.

Muhammadiyah Tetapkan 1 Jatuh 18 Februari 2026

Sementara itu, Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal serta mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal hasil Musyawarah Nasional Tarjih di Pekalongan tahun 2024.

Dengan keputusan ini, warga Muhammadiyah sudah memiliki kepastian jadwal, termasuk pelaksanaan salat Tarawih pertama yang diperkirakan berlangsung pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Sidang Isbat: Titik Temu Sains dan Tradisi

Sidang Isbat bukan sekadar forum administratif. Di dalamnya, pemerintah mempertemukan pakar astronomi, ahli falak, perwakilan ormas Islam, hingga lembaga seperti BMKG untuk memastikan keputusan diambil secara komprehensif.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kebersamaan umat melalui pendekatan ilmiah dan musyawarah.

Melihat keselarasan antara data astronomi dan penetapan Muhammadiyah, ada peluang besar umat Islam Indonesia akan memulai puasa secara serentak pada 18 Februari 2026.

Menanti Pengumuman Resmi

Tradisi menunggu hasil sidang isbat di televisi atau kanal resmi pemerintah selalu menjadi momen tersendiri. Ada rasa haru ketika keputusan dibacakan—sebuah tanda dimulainya perjalanan spiritual selama sebulan penuh.

Baca juga: 35 Link Twibbon Ramadhan 2026 Terbaru, Gratis dan Siap Pakai untuk Media Sosial

Sidang Isbat 2026 bukan hanya tentang melihat hilal di ufuk barat. Ia adalah simbol harmoni antara sains, tradisi, dan semangat persatuan umat.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Apakah termasuk yang setia menunggu pengumuman resmi sidang isbat, atau sudah mencatat tanggal berdasarkan kalender organisasi keagamaan?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar