Editor
KOMPAS.com - Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh NU.
Salah satunya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.
Menurutnya, keputusan tersebut memiliki nilai historis sekaligus mengembalikan pelaksanaan muktamar ke lingkungan pesantren.
Baca juga: Sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Ia berharap forum tertinggi NU itu dapat berlangsung teduh, bermartabat, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
Gus Salam menyampaikan rasa syukur atas ditunjuknya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35.
Baca juga: Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
"Alhamdulillah, kami menyambut baik dan gembira atas ditetapkannya PP Tambakberas menjadi tuan rumah Muktamar," kata Gus Salam saat dikonfirmasi SURYA.co.id dari Surabaya, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, Pondok Pesantren Tambakberas merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesia yang memiliki nilai sejarah penting bagi Nahdlatul Ulama. Pesantren tersebut juga dikenal sebagai tempat lahir KH Abdul Wahab Chasbullah, salah seorang pendiri NU.
Gus Salam menilai pemilihan Tambakberas sejalan dengan rekomendasi Musyawarah Masyayikh di Ploso sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang mengusulkan agar Muktamar kembali digelar di lingkungan pesantren guna menjaga ruh kepesantrenan dalam tubuh NU.
"Kami sebagai penduduk Jombang tentu ikut bangga karena ditunjuk kembali menjadi tuan rumah setelah tahun 2015, harapan besar akan terselenggaranya Muktamar yang teduh, menyenangkan dan bermartabat," jelas Gus Salam yang merupakan cucu salah seorang pendiri NU KH Bisri Syansuri.
Meski sebelumnya telah menyatakan diri sebagai kandidat Ketua Umum PBNU, Gus Salam menegaskan bahwa yang paling penting adalah pelaksanaan Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan baik serta mencerminkan aspirasi warga Nahdliyin.
Ia berharap proses muktamar berlangsung secara mandiri, transparan, independen, dan bebas dari berbagai bentuk intervensi.
"Harapan kami bisa menjadi Muktamar yang mandiri dan transparan, independen serta bebas intervensi," tandas Gus Salam.
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menetapkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Dalam rekaman rapat yang beredar, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyampaikan bahwa seluruh peserta rapat telah menyepakati Pondok Pesantren Tambakberas sebagai tuan rumah muktamar.
"Tempat yang telah diputuskan dan disepakati adalah Tambakberas Jombang. Masih ada waktu hingga pelaksanaan pada 27 sampai 31 Agustus, sehingga kebutuhan infrastruktur yang belum selesai masih dapat dipersiapkan," ucap KH Miftachul Akhyar dalam rapat tersebut.
Di akhir penyampaiannya, KH Miftachul Akhyar berharap kepengurusan PBNU periode saat ini dapat menuntaskan masa baktinya dengan hasil yang baik dan memperoleh ridha Allah SWT.
Keputusan tersebut juga diumumkan secara resmi oleh PBNU. Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar NU ke-35, H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas merupakan hasil Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.
Menurutnya, pesantren yang didirikan KH Abdul Wahab Chasbullah itu dinilai siap menjadi pusat penyelenggaraan muktamar yang akan dihadiri delegasi Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia.
Gus Ipul mengajak seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
"Kami mengajak seluruh wilayah dan cabang sebagai peserta Muktamar untuk menyukseskan agenda ini dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi jam'iyyah di masa mendatang," ujar Gus Ipul dalam keterangan yang diterima SURYA.co.id.
Sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan, PBNU terlebih dahulu melakukan survei terhadap sembilan pondok pesantren yang tersebar di lima provinsi, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.
Survei tersebut dilaksanakan pada 4–5 Juli 2026 untuk menilai kesiapan masing-masing calon tuan rumah.
Hasil penilaian kemudian menjadi salah satu bahan pembahasan dalam rapat gabungan hingga akhirnya PBNU menetapkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul “Gus Salam Sambut Baik Penunjukan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang